Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-13 Keseriuan Kholid


__ADS_3

"Gue serius Zee" ucap Kholid.


"Apanya yang serius?" tanya Zemira pura-pura tidak peka.


"Gue serius mau loh!!!" jawab Kholid.


"Dari dulu lagi tau engga, dari jamannya gue masih dekil, kerempeng dan loh juga dari jamannya loh gemuk tapi manis gue udah suka dan ampe sekarang akhirnya kita ketemu lagi perasaan itu tetep sama" lanjut Kholid.


"Aku engga tau, kamu langsung dateng ke abi aja. Aku engga punya pilihan saat ini, untuk bilang iya atau tidak. Bahkan rasanya perasaanku sudah mati untuk laki-laki, bahkan aku ingin sekalin membenci semua laki-laki didunia ini" ucap Zemira mulai sedih mengingat Fadil.


Kenapa coba disaat seperti ini yang harus dia ingat Fadil bukan Faisal ataupun yang lain, entahlah Zemira sendiri tidak mengerti.


"Kenapa? apa loh pernah terluka dengan cinta?" tanya Kholid.


"Tolong jangan tanyakan itu untuk saat ini, aku benar-benar butuh sembuh dulu" jawab Zemira.


"Ok gue ngerti loh Zee, besok gue ajak loh makan diluar ya sekalian gue mau kenalin loh sama temen-temen tongkrongan gue" ucap Kholid.


"Sorry aku engga bisa, aku males buat kemana-mana" jawab Zemira.


"Please, perlu gue izin sama abi loh" pinta Kholid.

__ADS_1


"Silahkan kalau kamu berani dan dapet izin dari abi" jawab Zemira.


"Ok, besok gue kerumah loh. Masih inget ko gue rumah loh, kalau gue dapet izin mau engga mau loh mesti ikut" ucap Kholid dengan PDnya.


"Kita liat aja ntar jangan berharap dulu takut jatoh nanti" jawab Zemira bangkit dari duduknya melangkah masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumah.


Terpaksa Kholid pulang karena tidak mungkin memaksa masuk sambil mengetuk pintu apalagi sambil teriak-teriak karena sudah malam dan akan mengganggu tante dan ponakannya nanti.


Zemira melihat ponsel miliknya, pesan masuk dari Faisal beberapa menit yang lalu. Pesannya berisi menanyakan soal bagaimana kabar Zemira padahal Faisal sudah tahu kalau Zemira baik-baik saja, itu hanya basa-basi Faisal saja untuk mengobrol dengan Zemira.


Keesokan harinya seperti biasa Zemira membuka warung milik kakak dan kakak iparnya, meskipun membosankan yang saat ini Zemira rasakan namun Zemira ingat perjuangan kakaknya dulu saat membiayai dirinya sekolah sampai lulus seperti sekarang membuat motivasi tersendiri untuk Zemira agar dirinya berusaha kuat dan harus kuat.


Tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikumu om" ucap Kholid diambang pintu yang terbuka lebar.


"Wa'alaikumussaalam, mau cari siapa?" tanya Abdullah adik Zemira.


"Ini bener rumahnya Zemira kan?" tanya balik Kholid.


"Oohh iya bener, dia kakak saya. Tapi ka Zemiranya engga ada dia sekarang tinggal sama kakak pertama kami" jawab Abdullah.

__ADS_1


"Gua kesini mau ketemu sama abinya bukan sama Zemiranya" ucap Kholid.


"Oh abi, ada masuk dulu aja bang nanti aku panggilin dulu ya" jawab Abdullah mempersilahkan masuk Kholid.


Tidak lama abi Zemira datang dan menghampiri Kholid yang sudah duduk, dengan grogi Kholid mencium tangan abi Zemira sebagai tanda hormat pada orang tua Zemira satu-satunya.


"Ada niat apa jenengan kemari?" tanya abi halus.


"Gini om, gue ehh.. maaf maksudnya, saya mau minta izin dari om" jawab Kholid.


"Izin? izin kemana? ngapain? dan bagaimana saya engga ngerti" tanya abi tidak sabaran.


"Saya belum selesai om, ini mau saya jelasin" jawab Kholid cengar-cengir.


"Yaudah sok atuhh dilanjutkan" ucap abi mempersilahkan.


Abi Zemira memang sedikit bisa bahasa sunda dan juga jawa jadi percampuaran keduannya sangat fasih dilidah abinya.


"Saya mau ngajak jalan anak om yang bernama Zemira, mau minta izin om" ungkap Kholid sejujur-jujurnya.


Kholid sangat gerogi berhadapan dengan abi wanita yang dia cintai padahal cuma sekedar meminta izin, Kholid tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari abi mala ditinggal pergi abi begitu aja.

__ADS_1


__ADS_2