
Satu hari sebelum Zemira benar-benar pergi, temannya meminta agar Fadil datang ketempat kerjaan untuk menemui Zemira dan Fadil menyetujui dengan dalil kalau dia kebetulan disuruh kakaknya untuk beli makanan ditempat kerjaan Zemira.
Semua teman kerjaan Zemira memaksa Zemira untuk dimake over tentu Zemira menolak untuk dimake up, namun keisengan teman-temannya yang tidak akan bisa sanggup dilawan Zemira.
Dan dengan pasrah Zemira dimake up bahkan Bosnya sangat mendukung, bahkan Asiyah pernah bertanya apakah Fadil sudah mempunyai kekasih? namun Fadil menjawab dia belum memilik pacar bahkan dirinya tidak ingin pacaran ingin langsung serius. Dan itu sangat cocok dengan karakter Zemira karena memang benar Zemira tidak pernah pacaran dan memang tidak diperbolehkan oleh abinya.
Siang menjelang sore sekitar jam setengah tigaan, Fadil datang mengendarai motor miliknya dan memparkirkannya ditrotoar. Lagi-lagi pesona Fadil membuat mata Zemira memandang namun saat dipandang balik Fadil seketika matanya tertunduk malu, bahkan Zemira tidak berani bertanya apa lagi menyapanya.
Teman-temannya yang rese dan sok akrab berbincang dengan Fadil, bahkan Zemira hanya tersenyum dengan salah tingkah karena jantungnya yang berdebar tak menentu. Bahkan Bosnya ikut berbincang dengan Fadil, tentu saja Fadil malu karena diserbu begitu banyak orang ditambah Bosnya yang ikut-ikutan seperti temannya.
__ADS_1
Bahagia yang saat ini Zemira rasakan, namun tanya yang ia fikirkan akankah salah perasaan ini? apakah benar cara cinta bertindak? yang mengharuskan seolah dirinya yang sangat menginginkan Fadil namun laki-laki itu seolah memang membuka harapan untuk Zemira.
"Zee kayanya Fadil beneran suka sama kamu Zee, buktinya dia relain dateng kesini cuma mau ketemu kamu tau" ucap Asiyah.
"Jangan kasih harapan mba takut nanti harapan itu tidak sesuai" sahut Zemira walaupun hatinya setuju dengan apa yang diucapkan temannya.
"Serius loh Zee, yakin deh dia suka sama kamu" ucap Asiyah menyakinkan lagi.
Namun fikiran Zemira selalu dipenuhi kalimat tanya, apakah yang sedang dilakukannya saat ini? apakah salah? karena sebelumnya Zemira tidak pernah melakukan hal ini dengan laki-laki mana pun kecuali orang ini yaitu Fadil.
__ADS_1
Setelah kembali dari bekerja Zemira mendapat pesan dari Faisal, laki-laki yang sempat ingin dekat dengannya sebelum Zemira mengenal Fadil. Faisal mengirim pesan yang berisi tentang menanyakan kabar Zemira bahkan dia lebih banyak bertanya tentang Zemira, namun dibalas dengan biasa saja oleh Zemira.
Zemira memberanikan bertanya pada Fadil, karena jika memang benar Fadil memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. Segera Zemira ingin mengakhiri menuju halal, namun jawaban Fadil yang mengatakan biasa saja. Membuat Zemira sadar kalau selama ini dia hanya dipenuhi oleh harapan-harapan palsu, kini Zemira berusahan mengendalikan perasaannya pada Fadil.
Kini hati Zemira sudah memaafkan Faisal untuk kekecewaan yang lalu, bahkan Faisal tidak tahu kalau Zemira tau tentang chattingannya dengan Milla. Namun Zemira tidak ingin bertanya benar ataukah salah yang ia dengar dari Milla, karena kepercayaannya pada Milla yang sangat kuat.
Zemira membatasi chattingannya dengan Faisal agar hatinya tak lagi memiliki niat untuk membuka hatinya untuk laki-laki itu lagi, pada akhirnya Zemira berdo'a pada keheningan malam yang ditemani angin yang amat sejuk menyapu wajahnya yang dipenuhi air mata.
"Yaa Allah.. salahkan apa yang aku lakukan ini? benarkah langkah yang saat ini aku jalani, haruskah aku sebagai wanita mendekati dia laki-laki yang belum tahu baik dan buruknya untukku. Yaa Allah.. jika cintanya bukan untukku maka tujukkan, yakinkan hatiku agar melupakannya dengan cepat dan mudah, jangan buat hatiku semakin dalam memasuki ruang perasaan hingga sulit untuk kembali aku tidak mau yaa Allah.."
__ADS_1
Keheningan membuat syahdu dinding-dinding kamar Zemira, kalimat indah yang keluar dari hatinya yang paling dalam untuk dia laki-laki yang dia cintai dengan tulus.