
Saat selesai makan malam dan setelah Zemira selesai dengan pekerjaan rumahnya. Dia mendekati kakak pertamanya yang tengah membereskan berkas warung miliknya, Zemira duduk disebelah kakak pertamanya sambil meletakan kopi untuknya.
"Ka Zemira mau minta pendapat kakak boleh" ucap Zemira.
"Pendapat apa Ze?" tanya ka Davin.
"Zemira ditawarin buat balik lagi kerja ditempat kerjaan Zemira lagi" jawab Zemira ragu-ragu.
Pandangan ka Davin mengarah pada adiknya yang duduk disebelahnya, mulai memahami tujuan sang adik.
"Kamu ingin kembali bekerja disana?" tanya ka Davin.
"Bukan gitu ka, Zemira cuma engga mau muter-muter uang kakak aja. Zemira mau sukses dan punya bisnis sendiri dengan usaha dan uang yang Zemira usahakan sendiri" jawab Zemira menjelaskan.
"Kalau gitu kakak izinkan asalkan setelah kakak ipar kamu selesai bersalin, giman?" tawar ka Davin.
"Ok kau gitu ka, makasih banyak dan maaf Zemira harus berkembang ka" jawab Zemira.
"Iya sayang" ucap ka Davin.
__ADS_1
"Oh iya satu lagi yang pengen Zemira kasih tau kakak, Zemira akan daftar kuliah beasiswa" Zemira menyampaikan tujuannya.
"Kuliah dimana Ze?" tanya ka Davin.
"Diuniversitas NU ka, pakennya sistem online gitu" jawab Zemira.
"Jurrusan apa yang akan kamu ambil?" tanya lagi ka Davin.
"Pendidikan guru sekolah dasar ka" jawab Zemira dengan manntap.
"Berarti kamu nanti bakal ngajar diSD? ka Davin sedikit terkejut.
"Kaa semua usaha dan perjuangan itu engga ada yang mudah semua pasti akan capek lelah, Zemira tau kakak khawatir. Tapi pecaya kaa Zemira janji akan berusaha yang terbaik menjalaninya, dan soal gaji atau apaapun itu Zemira janji sambil kuliah, kerja Zemira akan cari lahan untuk usaha dan berkembang. Tapi tunggu Zemira benar-benar siap, Zemira janji akan berusaha dengan baik" jawab Zemira menyakinkan kakaknya.
"Uuuhh.. oke kalau gitu, keputusan sepenuhnya sama kamu. Dan kamu juga harus meminta izin sama abi" ucap ka Davin.
"Iya ka, kakak tenang aja Zemira akan minta izin sama Abi" jawab Zemira.
"Yaudah kalau gitu, sana tidur udah malem" perintah ka Davin.
__ADS_1
"Iya ka, good night" jawab Zemira lalu pergi.
Keesokan harinya seperti biasa, setelah mengantat kedua ponakannya ke sekolah karena ka Davin dan kakak iparnya sedang berada dirumah sakit karena kakak iparnya hari ini melahirkan. Motor berhenti didepan warung, dan tertanya Kholid.
"Zee, loh kenapa mau balik lagi kerja disana sih?" tanya Kholid yang baru saja turun dari motornya dan mendekat ke arah Zemira.
"Bukan urusan kamu, lagian kamu tau dari mana sih?" jawab Zemira.
"Ka Davin nyuruh aku nyari orang buat gantiin kamu" ucap Kholid.
"Oh gitu" jawab Zemira cuek.
"Kenapa kamu balik lagi kerja disitu? kamu pasti tau kalau Fadil juga kerja didekat kerjaan kamu" ucap Kholid karena dia tau Zemira dan Fadil saling kenal.
"Tau, tapi aku sama dia beda tempat kerjaan. Lagian apa urusannya sama Fadil, aneh" jawab Zemira.
"Tentu aja ada Zee, gue bisa liat dari cara Fadil ngeliat loh. Kalau dia itu suka sama loh" ucap Kholid.
"Jangan ngawur kamu, dia udah punya pacar. Dan aku tau diri, aku bukan type dia. Udah ah kamu makin ngaco tau engga" jawab Zemira melangkah pergi.
__ADS_1
Zemira meninggalkan Kholid didepan sendirian, karena Zemira semakin kesal dengan laki-laki itu yang sok akrab dengannya.