Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-45 Cinta Fadil


__ADS_3

"Ka Fadil" panggil Zemira terkejut karena kedatangan Fadil sepagi ini, padahal udah agak siang ya jam sembilan. hehee..


"Aku perlu ngomong serius sama kamu Ze, ikut aku sebentar" ucap Fadil.


"Tapi Zemira kerja ka, lagian Zemira belum mandi kalau pergi sekarang banget. Engga bisa ngomongnya disini aja" jawab Zemira.


"Engga bisa Zee, aku engga mau abi nanti denger terus kalau laporan sama bapak aku. Urusannya panjang dan lebih rumit" jelas Fadil.


"Ok, tapi sebentar aja ya ka" ucap Zemira.


"Ok" jawab Fadil.


Zemira akhirnya bonceng dibelakang Fadil, mereka berhenti disebuah taman yang tidak terlalu jauh dari rumah Zemira dan ditaman itu ada danau.


"Zee aku mualai suka sama kamu" ucap Fadil membuka pembicaraannya.


"Ka Fadil, apa ada masalah dengan ka Indah?" tanya Zemira merasa binggung dengan ucapan Fadil.


"Aku sama Indah baik-baik aja Zee, namun aku jauh lebih bahagia sama kamu ketimbang sama Indah. Aku akan batalkan pernikahan aku dan Indah" pernyataan Fadil.


"No!! jangan lakukan itu, aku tau ka Fadil hanya sedikit ragu namun yang aku tahu pasti, ka Indah adalah pilihan yang tepat untuk kakak. Jadi please!!! ka jangan sia-siain, jangan lakuin itu" ucap Zemira.


"Zee aku tahu kamu juga punya perasaan ke aku dan aku engga mau menyesal nantinya karena udah mengabaikan perasaan kamu" jawab Fadil.


"Iya aku akui ka, aku memang punya perasaan sama kakak tapi itu dulu. Dan aku rasa aku benar-benar udah move on dari kakak, dari kemaren malem. Dan perasaanku sekarang ke ka Fadil hanya sebetas kakak dan adik dan engga lebih" jelas Zemira.


"Please Zee jangan bohongin perasaan kamu, jangan korbanin perasaan kamu cuma untuk membuat orang lain bahagia" ucap Fadil.


"Kakak yang stop!! Jangan tertipu sama keraguan kakak, sebaiknya kakak istikharah minta petunjuk sama Allah. Tanggal pernikahan sudah ditetapkan, kakak engga bisa ngebatalin gitu aja" jawab Zemira.


"Aku mencintai dia yang akan menjadi suami aku ka, suatu hari nanti aku akan cerita semuanya ke ka Fadil. Tentang jatuh cinta setelah qobul, namun engga sekarant waktu yang tepat" tambah Zemira.


"Apa ada orang lain yang saat ini kamu cintai?" tanya Fadil.


"Iya, dia adalah suami aku" jawab Zemira.


"Kakak sebaiknya pulang, Zemira juga mau pulang sebentar lagi berangkat kerja" lanjut Zemira.


"Biar aku antar Zee" pinta Fadil.


"No!! it's ok ka, lagian dekat ko jadi Zemira sekalian joging biar jalan kaki aja" jawab Zemira senyum tipis.


Langkah Zemira mulai pergi meninggalkan Fadil, tiba-tiba ponsel Zemira berbunyi.


Kring.. kring..


Zemira mengangkat telfonya dari nomer yang tidak ia kenal.


Zemira : Hallo, assalamu'alaikum


Nizam : Wa'alaikumussalam..


Zemira : Pak dokter? ko tahu nomer aku


Nizam : Tahu dong


Zemira : Dari siapa?


Nizam : Suster Indah

__ADS_1


Zemira : Oh gitu, kenapa telfon? baru juga pisah


udah kangen ya


Nizam : Kenapa emang? engga boleh ya


Zemira : Boleh banget ko


Nizam : Aku percaya sama kamu


Zemira : Selagi ka dokter ngasih kepercayaan itu


ke aku, aku akan menjaga kerpercayaan


itu sebaik mungkin. I love youu..


Nizam : Eeemm


Zemira : Ko jawabnya eeemm aja sih, engga bisa


apa ngomong I love you to


Nizam : Iya deh maaf


Zemira : Udah ah, males sekalinya telfon


pengennya ngajak berantem


Nizam : Iya maaf, maaf deeh. Udah ya aku tutup


soalnya bentar lagi mau take off do'ain


ketemu kamu


Zemira : Sebenernya aku mau denger jawaban


kamu soal pertanyaan aku sebelum


menikah


Nizam : Nanti aja kalau udah sampe, aku telfon


lagi baru deh kamu bisa denger


jawabannya


Zemira : Bohong paling juga kalau udah nyampe


langsung tidur


Nizam : I love you..


tut.. tut..


telfon terputus, Zemira hanya menghela nafas dengan penuh rilex.


"I love you to, suami" ucap Zemira lirih.


'Aku tidak tahu seperti apa endingnya, namun yang saat ini aku tahu bahwa Tuhan benar-benar mengirimkan sosok yang sangat luar biasa. Tuhan juga mempercayaiku untuk memilikinya disisiku, walaupun sekarang lagi LDR namun jarak bukanlah hal yang besar dengan do'a aku dan dia semakin dekat. Saling menitipkan satu sama lain kepada Sang PemilikNya'

__ADS_1


Setelah Zemira sampai dirumah, dia langsung mandi dan setelah selesi dia langsung berangkat ketempat kerjanya dianter abang Hasan.


"Hai semua" sapa Zemira.


"Aneh bangek kamu Zee" balas Helena.


"Apaan sih biasa aja" ucap Zemira.


"Eh tunggu!!" jawab Selina.


"Sejak kapan ka Zemira pake cincin?" tanya Selina.


"Hah cincin?" Zemira bertanya-tanya pada dirinya sembari melihat kearah jari manis tangan kanannya.


"Ko aku engga nyadar ya pake cincin" tambah Zemira.


"Coba liat" ucap mba Windah sembari melihat cincin yang melingkar dijari manis Zemira sebelah kanan.


"Diliat-liat cincinnya kaya cincin nikah ya" tambah lagi mba Windah.


"Jangan bilang kamu nikah engga bilang-bilang lagi" celetuk Helena.


"Udah-udah lupain apaan sih ko jadi bahas cincin" jawab Zemira mengalihkan topik pembicaraannya.


Tiba-tiba ka Indah datang menghampiri Zemira dengan wajah kesal.


"Ka Indah" panggil Zemira.


Plak..


Tamparan mendarat dipipi Zemira, semua temannya hanya melonggo melihatnya. Zemira memegang pipi yang baru saja ditampar Indah.


"Kamu jahat Zee, Fadil bilang dia membatalkan pernikahannya sama aku karena dia engga bisa bohong kalau dia suka sama kamu" ucap Indah sambil menangis.


"Kita bisa bicara ini baik-baik ka" jawab Zemira masih tetap tenang walaupun tamparan sudah mendarat dipipinya.


"Apa lagi yang harus dibicarakan? semuanya sudah batal pernikahan tinggal lima hari lagi sedang Fadil membatalkan begitu aja tadi" jelas Indah.


"Aku engga nyangkah kamu sejahat itu" tambah Indah.


"Mba emang bener? kalau salah mba harus lawan jangan diem aja" bisik Selina pada Zemira.


"It's ok Sel" jawab Zemira.


"Kalau tamparan membuat kakak merasa lega, Zemira siap menerimanya lagi" ucap Zemira.


Saat Indah mulai melayangkan kembali tamparan kedua pada Zemira, tiba-tiba dokter Kevin datang dan membuat tangan Indah tertahan yang hampir saja mengenai pipi Zemira sedangkan Zemira pasrah dan menutup matanya.


"Loh apaan sih, kaya anak kecil tau engga" ucap Kevin.


"Dokter Kevin" panggil Zemira melihat kearah Kevin.


"Apa urusan dokter dengan masalah ini?" tanya Indah.


"Karena gue akan jagain Zemira untuk Nizam" jawab Kevin.


"Memangnya siapa Zemira? kamu harus jagain dia buat dokter super cuek dan jutek kaya dokter Nizam" ucap Indah.


"Asal loh tahu ya, Zemira ini istri Nizam" jawab Kevin.

__ADS_1


Jawaban Kevin membuat sumua orang terkejut, bahkan Zemira sendiri terkejut karena secepat ini statusnya harus terungkap.


__ADS_2