Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-44 Fadil Tak Terlupakan


__ADS_3

Sekitar jam delapan pagi, Nizam keluar rumah untuk joging sedang Zemira pergi kedapur untuk sarapan.


"Istrinya nambah lemak suaminya bakar lemak, engga mau punya badan sehat kaya dokter Zee?" ledek istri Hasan.


"Zemira udah banyak olahraga ka kalau kerja, mondar-mandir juga bakar lemak karena berkeringet" jawab Zemira sambil makan nasi goreng buatannya sendiri.


Tidak lama kemudian Nizam kembali dari jogingnya hanya melirik sebentar kearah Zemira yang sedang duduk dikursi makan sambil makan nasi goreng, lalu kemudian masuk kedalam kamar.


"Ka biasanya pak dokter kalau pagi suka bikin apa gitu?" tanya Zemira.


"Biasanya dia habis joging gitu langsung kedapur minum air putih, habis itu mandi terus bikin roti sama susu hangat terus berangkat deh ke rumah sakit. Tapi ini ko aneh ya, ko langsung masuk kamar gitu aja" jawab istri Hasan.


"Sehat bener ya makannya, hahaa..." ucap Zemira lalu tertawa.


"Kenapa emangnya? kamu aneh deh" jawab istri Hasan.


"Kakak ipar tolong jagain nasi goreng aku ya bentar aku anter air dulu buat dia" ucap Zemira sembari membawa botol minum miliknya.


Lalu Zemira pergi kekamarnya, setelah masuk ternyata pakaian yang tadi dipakai Nizam sudah dilepas dan ditaroh diatas tempat tidur.


"Itu cowo berapa kali mandi sih sehari" omel Zemira.


Tok.. tok..


Zemira mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak terdengar jawab juga dari dalam.


"Ka dokter" panggil Zemira.


"Emm" sahut Nizam.


Zemira akhirnya lega karena mendengar jawaban Nizam dari dalam kamar mandi itu artinya dia baik-baik aja, tidak lama kemudian dia keluar dengan pakaian rapih.


"Rapih banget, mau kemana?" tanya Zemira setelah melihat Nizam keluar dari kamar mandi.


"Aku fikir bakal pake handuk lagi" tambah Zemira sedikit kecewa karen harapannya tidak sesuai.


"Berani sekali ya kamu, ini masih pagi" jawab Nizam mendekat kearah Zemira yang sedang duduk dipinggir kasur.


"Nih minum dulu" ucap Zemira memberikan botol minum miliknya.


"Emm, makasih" jawab Nizam lalu duduk disebelah Zemira.


Duduk keduanya tidak berjarak sama sekali bahkan Nizam menggunakan tangan kirinya merangkul Zemira dipinggang.


Zemira melihat kearah Nizam yang sedang minum namun tangan kirinya mengelus lembut pinggang Zemira, wajahnya tersipu malu.

__ADS_1


"Sisain dong dikit" pinta Zemira sembari menatap Nizam penuh dengan harapan.


Namun terlambatnya semua air hampir diteguk oleh Nizam dan yang tersisa hanya air yang dimulutnya yang belum ia telan karena tertahan mendengar ucapan Zemira.


Akhirnya Nizam memberikan air yang ada dimulutnya kepada Zemira melalui ciuman bibir.


Muchh..


"Lumayan enak" ucap Nizam sembari membersihkan bibirnya yang sedikit basah lalu tersenyum.


Sedang Zemira segera menutup mulutnya dengan tangannya, namun spontan air itu sudah tertelan karena kaget.


"Gemes" tambah Nizam melihat tingga Zemira lalu mendekatkan wajah ya ke wajah Zemira sampai kening keduanya saling tertempel.


"Aahh.. sudahlah aku harus berangkat, sebentar lagi kevin datang" ucap Nizam bangkit dari duduknya.


"Sekarang?" tanya Zemira.


"Eemm" jawab Nizam mengangguk sembari merapihkan kopernya dan memasukan semua alat mandi miliknya.


"Engga bisa dibatalin aja" ucap Zemira sedih.


Nizam hanya membalas dengan senyuman, semakin membuat Zemira sedih.


"Bukannya jam sepuluh berangkatnya, ini kan baru jam sembilan" ucap Zemira.


"kenapa kamu engga mau aku pergi? kaya kamu cinta aja sama aku" tambah Nizam sedikit tersenyum sinis.


"Kamu fikir semalem itu apa, terus tadi juga baru aja kita ciuman. Kalau engga cinta terus itu semua kenapa terjadi" jawab Zemira kesal karena Nizam meragukannya.


"Karena aku tahu persis soal perasaan kamu ke Fadil" ucap Nizam sembari mengambil tiket pesawatnya.


"Sejauh mana kamu tahu?" tanya Zemira.


"Aku sudah baca semua buku yang kamu tulis untuknya, Fadil memang bintang yang sangat bersinar ya" jawab Nizaam lalu mengambil jaket miliknya.


"Kenapa kamu baca buku-buku yang engga seharusnya kamu baca, kamu engga punya hak" ucap Zemira mulai berkaca matanya namun Zemira menghindar dari tatapan mata Nizam karena dia tidak ingin suaminya tahu kalau dia terluka dengan ucapan sang suami.


"Aku pergi dulu" pamit Nizam menarik kopernya.


Namun langkahnya terhenti, dan melihat kearah Zemira yang wajahnya tertunduk.


"Kamu engga mau nganter aku?" tanya Nizam.


Sialnya air mata Zemira tidak lagi dikendalikan, setelah melihat itu Nizam langsung mendekat kearah Zemira dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Maaf kalau aku udah lancang baca buku-buku tentang Fadil" ucap Nizam sembari mencium kening Zemira.


"Kamu tuh jahat, kenapa buat aku jatuh cinta sama kamu, buat jantung aku berdebar kencang, terus nuduh aku yang engga-engga" Zemira menangis seseugakan sambil memukul dada Nizam dengan pelan lalu memeluk Nizam dengan menangis.


"Maaf.. Maaf" ucap Nizam berbisik ditelinga Zemira.


tok.. tok..


Pintu kamar terbuka saat itu,


"Dokter temennya udah dateng" ucap istri Hasan membuat keduanya saling melepaskan pelukakannya.


"Oh iya ka makasih" jawab Nizam.


"Sana pergi!!" ucap Zemira membalikkan bandannya dengan memunggungi Nizam.


"Engga mau lanjut peluk lagi?" tanya Nizam.


"Engga mau" jawab Zemira.


"Yaudah aku pergi dulu, kamu baik-baik ya disini" ucap Nizam sambil memberikan ciuman dipipi Zemira lalu pergi.


Akhirnya setelah beberapa detik kemudian, Zemira bangkit dari duduknya dan mengejar Nizam yang sudah ada dihalaman depan sedang mengobrol dengan abi.


"Eh putri abi" sapa abi yang melihat kearah Zemira.


Nizam tersenyum pada Zemira, lalu Nizam mencium punggung tangan abi. Namun Zemira menarik ujung jaket Nizam, langkah Nizam terhenti karena itu.


"Saya pergi dulu ya" pamit Nizam menyentuh kedua pipi Zemira.


Zemira langsung meraih tangan Nizam dan mencium punggung tangannya, Nizam tersenyum melihat Zemira lalu langsung memeluk istrinya.


"Maaf" bisik Nizam ditelinga Zemira dan meninggalkan ciuman pipi Zemira lalu keduanya saling melepaskan pelukkannya.


"Assalamu'alaikum" salam Nizam sebelum memasuki mobil.


"Wa'alaikumussalam, hati-hati" jawab Zemira dan abi.


Nizam masuk kedalam mobil, perlahan mobil juga pergi meninggalkan halaman. Abi merangkul Zemira sebentar lalu melangkah masuk kedalam rumah, tiba-tiba Fadil datang menaiki motor miliknya berhenti tepat didepan Zemira yang masih melihat kearah mobil yang Nizam naiki.


Bahkan dari dalam mobil Kevin sadar kalau Fadil datang dan mengobrol dengan Zemira, Kevin juga memberitahu Nizam lalu Nizam melihatnya dari spion.


"Engga mau puter balik nih Zaa, bilang ke Fadil kalau Zemira itu istri loh. Biar Fadil engga usah deketin lagi Zemira" ucap Kevin sambil menyetir.


"It's ok Vin, gue percaya sama Zemira" jawab Nizam tersenyum karena mambayangkan kalimat yang diucapkan Zemira sambil menangis tadi.

__ADS_1


Akhirnya Kevin menuruti perkataan Nizam, tidak melihat kebelakang lagi dan mobil mulai melaju kencang.


__ADS_2