
Zemira sampai dirumah setelah seharian bekerja diluar, dia pun menjatuhkan badannya disoffa ruang tengah.
"Aku lelah" lirihnya.
"Kamu sudah pulang" sapa abi.
"Udah bi" jawab Zemira.
"Besok kamu pindah tinggal ditoko mba kamu ya, kamar kamu mau abi pinjamkan sama keponakan paman Ahmed" ucap abi sambil menyalakan televisi.
"Hah? apa" Zemira segara mendudukan dirinya untuk memastikan pendengarannya tidak salah.
"Cuma satu bulan saja dia itu dokter profesional dan juga pintar, dia datang kesini karena undangan disalah satu rumah sakit yang ingin dia bekerja dan juga menetap disini. Namun dengan bijaknya dia menerima tawaran itu tapi hanya bekerja satu bulan" jelas abi.
"Dia tidak mungkin tinggal dirumah paman Ahmed kamu tau sendiri anaknya semuanya perempuan apalagi anak bungsunya belum menikah takut jadi fitnah jadi abi ungsikan kamu biar dia bisa tinggal sini" lanjut abi.
"Abi bener-bener pengen Zemira keluar dari rumah ini untuk kedua kalinya" ucap Zemira.
"Tidak seperti itu sayang, abi hanya menolong paman Ahmed. Kamu tahu kan abi dan paman Ahmed sangat dekat bahkan teman baik" jawab abi.
"Ok fine, kapan dia akan mulai pindah kesini" tanya Zemira.
"Besok sayang" jawab abi.
"Hah? besok ko mendadak banget sih bi, aku belum beres-beres" keluh Zemira.
"Sekarang bisa kan?" tanya abi memastikan.
"Ahhh.. aku capek bii" jawab Zemira.
"Suruh dia datang tiga hari lagi aja deh" lanjut Zemira.
"Engga bisa, besok udah harus wawancara dan ketemu pemilik rumah sakit jadi kamu harus pindah malam ini juga" jelas abi.
"Engga bisa abi kasih anaknya waktu buat istirahat" Zemira memelas didapan abi.
"Zemira" jawab abi sambil menggeleng-geleng kepalanya menandakan tidak.
"Yaudah Zemira kemas barangnya sedikit aja biar nanti kalau kurang-kurang, Zemira bisa pulang dan ambil lagi kan" ucap Zemira.
"Boleh, tapi kalau dokter Nizam tidak ada dirumah. Faham, jangan berani-berani pulang kalau bukan abi yang nyuruh dan kalau kamu engga kasih tau abi. Kamu ngerti?" jawab abi.
"Iya ok" jawab Zemira melangkah masuk ke kamarnya
Zemira bergegas membereskan baju seperlunya yang harus dia bahwa, dia juga mengosongkan satu lemari untuk dipakai oleh ponakan paman Ahmed. Dan dia juga mengunci satu lemari disebelahkan karena ada beberapa pakaian peribadi dan lain sebagainya, setelah itu Zemira tertidur sebentar.
Adzan magrib berkumandang, abi masuk kedalam kamar Zemira.
"Yaa Allah.. anak ini kenapa mala tidur" keluh abi.
"Zemira, Zee.. bangun!!" ucap abi sedikit mengerakan badan Zemira.
"Hemm.. iya bi bentar lagi" jawab Zemira mengganti posisinya.
"Cepet sekarang!! ada Milla tuh" ucap abi.
"Hah? Milla" jawab Zemira bingung seketika langsung bangun dan duduk.
__ADS_1
"Masuk Milla" perintah abi lalu keluar dari kamar.
"Sorry ya dadak dateng kaya gini, aku mau kasih kabar baik nih" ucap Mila yang sudah duduk dipinggir kasur.
"Kabar baik? nanti aja deh aku bersih-bersih dulu sholat magrib dulu setelah itu kamu baru kasih tau aku" jawab Zemira tergesa-gesa.
"Yaudah aku tungguin Ze, Anne juga mau kesini" ucap Milla.
Zemira tidak menjawab karena sudah masuk kamar mandi untuk bersiap sholat magrib, beberapa menit kemudian keluar.
"Sorry ya aku buru-buru banget abi pasti udah nugguin dimushola" ucap Zemira sambil mengenakan mukenah miliknya.
"Iya slow aja" jawab Milla sambil memainkan ponselnya.
"Kamu sholat engga?" tanya Zemira sambil meraih sajadahnya.
"Engga Ze aku lagi haidh" jawab Milla.
"Yaudah bentar ya aku sholat dulu, dahh" ucap Zemira langsung melangkah keluar dari kamarnya.
Zemira sampai dimushola, abi sudah berdiri menunggu Zemira begitu juga dengan kakak-kakak dan kakak ipar Zemira yang berada dimushola yang sama.
"Maaf lama ya" ucap Zemira membuka pintu kamarnya.
"Loh Anne kapan datang ko aku engga tau" tanya Zemira melihat Anne sudah berbaring ditempat tidur miliknya.
"Dari tadi Zee pas kamu lagi baca Qur'an, aku trobos masuk aja udah" jawab Anne.
"Oh gitu, udah sholat?" tanya lagi Zemira sambari melepaslan mukenahnya dan meraih kerudungnya lalu memakainya.
"Udah" jawab Anne.
"Ntar ya aku ambil minum dulu, yang punya rumahnya engga peka" ucap Milla bangkit dari duduknya dipinggiran tempat tidur.
"Owalah iya sorry ya engga kepikiran aku" jawab Zemira tertawa.
"Udah biasa kamu mah Zee" ucap Anne.
"Iya tau Zemira kebiasaan engga meRATUkan tamu" tambah Milla ikut tertawa.
Milla keluar kamar mengambil minum dan makanan ringan.
"An apaan sih kabar baik yang bakal Milla kasih tau?" tanya Zemira penasaran.
"Kamu belum dikasih tau juga Zee?" tanya balik Anne.
"Lah ko mala nanya balik sih, kalau tau mana mungkin aku nanya. Dodol banget sih" jawab Zemira sedikit kesel.
"Yaelah sengaja biar kamu makin penasaran" ucap Anne.
"Engga lucu" jawab Zemira.
"Cepet!! apaan kabarnya?" lanjut Zemira.
"Milla mau nikah" jawab Anne.
"Wah parah aku orang yang terakhir dikasih tau sama dia pasti ya" ucap Zemira.
__ADS_1
"Engga juga Zee, baru aku keluarganya dan keluarga laki-laki aja yang tau ditambah kamu sekarang" jelas Anne.
"Mama kamu belum tau An?" tanya Zemira.
"Belum Zee, tante-tante yang lain juga belum tau termasuk abi kamu juga" jawab Anne.
"Oh gitu, emang kapan mau nikahnya?" tanya Zemira.
"Akhir bulan ini deh kayanya" jawab Anne.
"Bentar lagi dong" ucap Zemira keget.
"Belum disetuju sama bapaknya Milla" jawab Anne.
"Ngomong aku ya?" ucap Milla yang tiba-tiba buka pintu sambil membawa nampan yang berisinkan air minum dan juga makana ringan.
"Ehh jangan bawa kesini makan disitu tuh dibawa" Zemira menghentikan langkah Milla yang mendekat keatas tempat tidur.
"Kenapa emang Ze?" tanya Anne.
"Iya tau biasanya engga papa kan nanti diberesin" tambah Milla.
"Engga ini beda situasinya, udah dibawa aja" jawab Zemira.
"Yaelah engga asik" Milla menurut meletakan makanan dibawa yang sudah terpasang karpet.
"Nih ambil" Zemira melempar beberapa bantal kembawa.
"Soalnya kamer ini mau disewa jadi aku harus udah pindah nanti malem ke toko kakak aku" lanjut Zemira yang mulai berpindah kebawa sambil membawa bantal kesayangannya.
"Owalah ponakannya temen abi kamu ya?" tanya Milla.
"Ko kamu tau Mill, Zemira engga pernah cerita sama aku tuh soal itu" jawab Anne.
"Aku tau kata kakaknya tadi ngobrol dulu dibawa bentar" ucap Milla sambil membuka makanan ringan yang dia bawa.
"Dia dokter kandungan loh" lanjut Milla.
"Siapa?" tanya Zemira dan Anne kompak.
"Ponakan teman abi kamu Zee" jawab Milla.
"Yaa ampun" teriak Zemira.
"Husttt, kenapa sih Zee teriak-teriak disangkanya apa aja nanti sama abi kamu" ucap Anne.
"Aku engga bisa ngebayangin deh kalau nanti kamer aku dipake sama dia" jawab Zemira cemberut.
"Siapa?" tanya Anne dan Milla bersamaan.
"Dokter kandungan itulah, siapa lagi" jawab Zemira.
"Yaudahlah engga usah dibayangin, bayangin aja yang enak-enak. Bayangin kalau dokternya cakep banget kan itu enak" ucap Anne.
"Cakep mulu luh" jawab Milla.
"Aku engga mau nanti kamer aku bauh rumah sakit, uuuhhhhh" ucap Zemira.
__ADS_1
Mereka bertiga mengobrol dengan penuh canda dan tawa, selalu ada bahan yang dibicarakan namun tidak menghibahi orang lain. Setiap saling bertemu ada banyak cerita yang harus diceritakan bahkan sampai tidak tahu waktu, itulah mereka selalu saling bertukar cerita memberikan kasih dan sayang satu sama lain.