
Keesokan harinya setelah selesai subuhan Nizam pergi untuk lari pagi, lalu Zemira membantu mama Hana dirumah.
Sekitar jam delapan siang Zemira membantu mama Hana untuk masak makan siang.
"Kenapa kamu engga ikut Nizam lari pagi sayang?" tanya mama Hana.
"Zemira engga biasa olahraga ma, mending bantuin mama masak kan" jawab Zemira tersenyum.
"Anak baik" ucap Mama.
"Seberapa cinta dan sayang kamu sama Nizam?" tanya oma tiba-tiba.
"Kalau soal seberapa sayang dan cinta sih oma Zemira rasa engga bisa dihitung sama angka, tapi ketika pertanyaanya seberapa taat maka jawaban Zemira insyaallah setaat islam mengajarkan kepada wanita muslimah" jawab Zemira.
"Kenapa kamu masih tetap sebagai pelayan? Hal itu akan membuat malu keluarga Nizam" tanya oma lebih mendetail.
Zemira menatap oma lalu tersenyum.
"Oma, Zemira bekerja sebagai karyawati dirumah makan. Bukan mencuri apalagi membunuh kenapa harus malu, perkerjaan yang saat ini Zemira jalani adalah pekerjaan halal" jawab Zemira.
"Tapi itu akan membuat malu Nizam dengan teman-teman dokternya, oma juga mau tanya. Kenapa saat itu kamu menerima lamaran Nizam bukan laki-laki lain, bukannya saat itu yang melamar kamu ada satu lagi selain Nizam?" ucap Oma.
"Oh oma tau, pasti karena pekerjaan laki-laki itu tidak bagus seperti pekerjaan Nizam cucu oma ya" tambah oma.
"Mama" ucap Hana menghentikan oma.
"It's ok, ma" jawab Zemira tersenyum.
"Ucapan oma memang pedas, tapi jujur apa adanya" ucap oma.
"Zemira juga lebih suka omongan yang jujur sekalipun menyakitkan" jawab Zemira tersenyum menatap oma walaupun tidak dapat balasan senyum dari oma.
"Oh ya ma, Zemira jam sembilan pulang kerumah ya. Soalnya Zemira berangkat kerja jam sebelas" ucap Zemira.
"Engga tunggu Nizam pulang aja" jawab mama Hana.
"Engga usah ma, Zemira pulang sendiri aja" ucap Zemira.
"Yasudah nanti kamu bilang dulu sama Nizam" saran mama Hana.
"Siap ma" jawab Zemira.
Zemira kembali fokus pada pekerjaannya, setelah selesai dia mendekat kearah oma yang sedang duduk dikursi meja makan.
"Oma" panggil Zemira.
Oma tidak menyahut hanya memberikan tatapan biasa.
"Oma mau dengerin Zemira cerita engga, kayanya cukup beberapa menit sebelum Zemira pulang kerumah" ucap Zemira.
__ADS_1
Masih juga oma tidak menjawab, dan akhirnya Zemira menari kursi yang berada disebelah oma lalu kemudian duduk.
"Ok, aku tidak perduli oma mau dengar atau tidak. Tapi Zemira akan tetep bercerita sama oma" ucap Zemira.
"Oma tau, Zemira lulusan SMK. Oma tau engga kenapa alasan Zemira bisa bekerja ditempat itu selang waktu yang cukup lama. Padahal kerja disitu tidak memerlukan ijazah, tapi Zemira tetap kerja disitu"
"Dan oma tau engga? Alasan Zemira memilih pekerjaan itu?"
"Iyah, karena Zemira nyaman bekerja disitu. Padahal Zemira bisa aja cari pekerjaan yang lebih dari itu dan gaji yang lebih besar, tapi Zemira menolak. Karena Zemira ragu, soal kedepannya apakah Zemira bisa menemukan pekerjaan yang nyaman seperti itu atau tidak" lanjut Zemira yang masih bercerita.
"Padahal, Zemira udah disuruh berhenti dari perkerjaan itu sama kakak-kakak Zemira bahkan sampe kakak ipar ikut cari kerjaan yang lain buat Zemira. Tapi Zemira tetep kekeh pengen tetap kerja ditempat yang saat ini Zemira bekerja" tambah Zemira mengakhiri ceritanya dengan sedikit tertawa melihat oma yang tidak merespon ataupun berekpresi soal ceritanya.
"Heemm.. Ok Zemira sudah selesai" ucap Zemira sambil menghela nafas lalu bangkit dari duduknya.
Meraih tas miliknya dan mencium tangan mama Hana, lalu menyodorkan tangannya untuk mencium tangan oma.
"Oma Zemira pamit dulu" ucap Zemira yang masih menyodorkan tangannya.
"Eemm" jawab oma lalu memberikan balasan tangan Zemira.
"Assalamu'alaikum" salam Zemira.
"Wa'alaikumussalam" jawab mama dan oma.
"Aaaww.." ucap Zemira yang tidak sengaja menabrak.
"Lihat, cerobohnya wanita itu. Untung suaminya yang dia tabrak. Bagaimana kalau laki-laki lain" sahut oma ketus.
"It's ok, aku engga papa" jawab Zemira tersenyum sambil medonggokkan kepalannya melihat wajah suaminya yang penuh dengan keringat.
"Aku antar kamu pulang" ucap Nizam.
"Engg usah, aku kan bawa motor" jawab Zemira.
"Tunggu diluar aku ganti baju dulu" ucap Nizam.
"Ngapain pake acara ganti baju sih, udah pake itu aja" jawab Zemira.
"Basah kena keringat, nanti bau. Sebentar ko, kamu tunggu diluar dulu" ucap Nizam.
"Ok" jawab pasrah Zemira.
Lalu menurut melangkah keluar menunggu Nizam, tidak lama kemudian Nizam keluar sembari membawa tas gendong yang berisi beberapa pakaian.
"Loh ko katanya ganti baju ko masih sama bajunya, dan ngapain coba pake bawa tas segala" ucap Zemira.
"Udah jangan bawel, bawa nih tas aku" jawab Nizam sembari memberikan tas miliknya pada Zemira.
Nizam mulai menyetir motor Zemira hanya pasrah dan ikut saja keinginan Nizam.
__ADS_1
Setengah jalan, Zemira baru sadar kalau jalannya bukan kerah tokoh tapi melainkan kearah rumah.
"Ka, kakang lagi engga lupa kan. Zemira langi engga tinggal dirumah Abi" ucap Zemira.
"Engga baik marah terlalu lama sayang" jawab Nizam yang langsung menambah kecepatan laju motornya.
Motor memasuki halaman rumah, dengan ragu Zemira turun dan ditambah perasaan kesal ingin marah.
"Sayang" panggil manja Nizam menyentuh pipi Zemira.
"Aku tahu, ada luka dimasa lalu antara kamu dengan wanita itu. Tapi percaya sayang, abi kamu sangat menyayangi kamu" ucap Nizam.
"Aku capek lagi engga pengen debat apapun ka, kamu bawa aku kesini buat aku badmood tau engga" jawab Zemira.
"Aku mau pulang mandi, makan, dan berangkat kerja. Aku engga pengen ketemu mereka" tambah Zemira.
"Sayang, liat aku" ucap Nizam mulai menenangkan Zemira.
Nizam menempelkan keningnya dengan kening Zemira, hidung keduanya saling menempel.
"Kita hadapi sama-sama sayang" bisik Nizam merasakan hembusan nafas Zemira.
Nizam mulai meraih tangan Zemira, keduanya melangkah masuk kedalam rumah.
"Assalamu'alaikum" salam Nizam.
"Wa'alaikumussalam" jawab semua orang.
Semua orang sedang berkumpul diruang tamu termasuk ibu tiri Zemira juga berada disana.
"Yaa Allah adikku kemana saja kamu nak" sambutan dan pelukan hangat istri abang Hasan pada Zemira.
"Zemira capek mau bersih-bersih" jawab Zemira melepaskan pelukkannya.
"Duduk dulu de disini kita lagi ngomongin acara syukuran, abi mau ngadain syukuran kecil-kecilan sekaligus ngumumin pernikahan kamu sama dokter Nizam" ucap Hasan.
"Zemira udah telat bang, mau siap-siap berangkat kerja" jawab Zemira.
Zemira melangkah pergi kekamar sambil menarik Nizam karena keduanya yang masih bergandengan.
"Kamu engga seharusnya bersiap seperti tadi" ucap Nizam.
"Aku mau mandi" jawab Zemira mengalihkan pembicaraannya.
Zemira mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi, namun dengan sigap Nizam menahan pintu kamar mandi.
"Kaka" panggil Zemira terheran.
"Kita perlu mandi bukan?" tanya Nizam tersenyum genit.
__ADS_1
Keduanya masuk kedalam kamar mandi bersama.