Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-46 Kesalah Fahaman


__ADS_3

Saat itu juga Zemira pergi dari tempat kerjanya lalu pulang kerumah dan langsung masuk kedalam kamar.


"Coba aja kamu disini, aku pengen peluk kamu" ucap Zemira menangis diatas bantal miliknya.


Zemira akhirnya memutuskan untuk tidur, sekitar jam tiga sore Zemira bangun dari tidurnya lalu keluar dari kamar menuju dapur.


"Loh Zee ko ada dirumah? bukannya tadi kamu dianter mas Hasan ya" ucap istri Hasan yang sedang mencuci piring.


"Zemira engga enak badan ka" jawabnya.


"Zemira laper ka" lanjut Zemira.


"Masih ada lauk tuh dilemari atas" ucap istri Hasan.


Zemira akhirnya mengambil lauknya dan mengambil nasi juga.


"Eh tunggu Zee, ko pipi kamu merah gitu kaya ada bekas tangan gitu. Kamu ditampar ya?" tanya istri Hasan.


"Oh ini, tadinya ada nyamuk nembel terus ditepak deh pake tangan jadi gini deh. Engga papa ko ka" jawab Zemira bohong.


Zemira mulai memakan makanannya dengan cuek, walaupun sebenarnya Zemira merasa tidak nyaman karena berbohong. Kakak iparnya memberikan kompresan pada Zemira, seolah faham dan tahu kalau Zemira hanya tidak ingin dikhawatirkan.


"kalau bohong bisa buat kamu baik-baik saja maka tetap lakukan, jika butuh cerita maka katakan" pesan istri Hasan penuh kasih sayang.


Istri Hasan pun melangkah pergi meninggal Zemira sendiri, sehingga dengan sangat nyaman Zemira menikmati makanannya.


"Zemira!!"


"Zemira!!" panggil abi setengah teriak.


"Ada apa bi?" tanya istri Hasan.


"Abi kenapa sih ko teriak-teriak gitu" tambah Hasan.


Semua penghuni keluar, dan kebetulan dirumah hanya ada Hasan dan istrinya ditambah Zemira. Yang lainnya pergi melakukan aktivitas seperti biasanya, sehingga tidak berada dirumah.


Zemira yang tadinya makan, kini selera makannya hilang karena teriakan abinya karena Zemira sudah menebak alasan kenapa abinya terlihat marah pada dirinya.

__ADS_1


"Iya abi kenapa?" jawab Zemira pelan yang mendekat kearah abinya.


"Apa benar yang dikatakan Bayu, kamu merayu Fadil untuk membatalkan pernikahannya?" tanya abi yang terlihat marah.


"Zemira akui kalau benar Zemira mencintai ka Fadil, tapi soal untuk merayu agar pernikahannya batal itu sama sekali engga ada niatan seperti itu bi" jelas Zemira.


"Tadi pagi sebelum ka dokter pergi dengan dokter Kevin, ka Fadil dateng pas abi udah masuk kedalem. Ka Fadil minta buat ngomong berdua sama aku dan kita pun akhirnya ngobrol bi, ka Fadil ragu soal meneruskan pernikahannya atau tidak. Tapi Zemira minta agar ka Fadil tidak membatalkan pernikahannya" lanjut Zemira.


"Kita pergi kerumah Bayu ba'da isya, kamu bisa menjelaskannya disana" jawab abi lalu melangkah pergi.


Istri Hasan menghampiri Zemira dan memeluk adik iparnya, namun dengan tegarnya Zemira menahan untuk tidak menangis apalagi lemah begitu saja.


Ba'da isya sekitar jam delapan malam, Zemira dan abinya pergi kerumah Fadil. Hanya Abi dan Zemira.


tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikum" salam abi sembari mengetuk pintu.


"Wa'alaikumussalam" sahut seseorang dari dalam yang kebetulan bapaknya Fadil yang langsung membuka.


"Saya ingin menjelaskan agar tidak terjadi fitnah diantara pertemanan kita Bayu" jawab abi.


"Biarkan mereka masuk dulu pak" pinta ibunya Fadil.


Zemira dan abinya pun dipersilahkan masuk, mereka semua duduk diruang tamu.


"Ibu, bapak.. mungkin ada kesalah fahaman diantara keluarga ka Fadil dan Zemira, abi engga pernah ngajari ke anaknya untuk merusak ataupun mengambil kebahagian orang lain demi kebahagian Zemira" ucap Zemira mengawali permbicaraannya.


"Pagi tadi ka Fadil dateng nemuin Zemira, dia bilang ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada Zemira. Akhirnya kita ngobrol berdua ditempat lain, tapi masih deket dengan rumah abi. Ka Fadil bilang kalau dia ragu sama pernikahannya, dia juga bilang" jelas Zemira namun tiba-tiba terhenti karena melihat sosok Fadil berada dihadapannya.


Semua orang melihat kearah Fadil yang baru datang dari pintu utama, bahkan Fadil menatap Zemira.


"Aku bilang, bahwa aku mulai jatuh cinta dengan wanita itu. Zemira" ucap Fadil.


Abi Zemira bangkit dari duduknya dan langsung mendekat kearah Fadil.


Plakk..

__ADS_1


tamparan mendarat dipipi Zemira, semua orang melihatnya dengan terkejut. Zemira segera menghampiri abi dan Fadil, bahkan kedua orang tua Fadi juga merasa tidak terima.


"Kenapa kamu menampar putra saya?" teriak Bayu merasa marah ibu Fadil berusaha menenangkannya.


"Abi apa yang lakukan?" tanya Zemira heran.


"Lancang kamu mencintai putri saya, dia sudah menikah dengan laki-laki yang insyaallah cocok untuk dirinya" ucap Abi.


"Menikah?" tanya Fadil.


"Iya ka Fadil, Zemira udah menikah" jawab Zemira menujukan tangan kanannya yang terpasang cincin dijari manisnya.


"Mencintai itu bukan pilihan ka, jika benar mencintai itu bisa memilih. Maka aku ingin tidak mencintai siapapun, namun aku akui kamu adalah bintang yang cahayanya berbeda dari yang lain. Dan itu yang membuat Zemira jatuh cinta sama kamu" ucap Zemira.


"Zemira dan abi pamit, maaf karena membuat keributan. Dan Zemira harap pertemanan kalian tidak akan berhenti cuma hanya karena hal ini" pesan Zemira.


"Ka Fadil sebaiknya iskharah belum ada yang terlambat sebelum kakak menyesal nantinya, ka Indah adalah wanita yang baik. Insyaallah dia juga bisa jadi istri yang untuk kakak" lanjut Zemira.


"Assalamu'alaikum" salam Zemira lalu melangkah pergi menggandeng abinya.


Zemira yang menyetir mobilnya, karena abi masih terlihat marah dengan Fadil.


"Kenapa kamu tidak pernah bilang dengan abi, bahwa kamu mencintai Fadil cukup lama dan dalam?" tanya abi ditengah perjalan pulang.


Zemira hanya tertawa kecil, lalu tersenyum tipis menatap abinya sebentar.


"Semua sudah menjadi sekenerio Tuhan bi, Zemira hanya salah satu pemain" jawab Zemira singkat.


Mobil sampai dihalaman rumah, abi langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Zemira segera menyusulnya.


Zemirađź’Ś


I miss youu


(✔terkirim)


Zemira mengirim pesan kepada Nizam, lalu tersenyum tipis melihat layar ponselnya karena tidak kunjung juga mendapat balasan dari suaminya. Dan akhirnya Zemira tertidur.

__ADS_1


__ADS_2