
#Rumah Sakit
"Zahwa" panggil Kevin yang mengenali belakang punggung Zahwa.
Zahwa membalikkan badannya dan melihat kearah Kevin yang sedang bersama Shinta selepas makan siang bersama.
"Kamu apa kabar?" tanya Kevin girang.
Zahwa masih tetap diam dan sesekali melirik kearah Shinta dan Kevin. Menyadari lirikan Zahwa.
"Dia shinta staff disini" jelas Kevin.
"Dok, saya duluan" pamit Shinta memberikan senyumannya.
"Oh iya, makasih ya udah mau nemenin saya makan siang" ucap Kevin.
"Sama-sama dok, dengan senang hati" jawab Shinta lalu melangkah pergi.
"Abang ku kemana? Ko dia engga ada diruangannya" tanya Zahwa.
"Dia lagi pergi sama Bella" jawab Kevin.
"Tuh cewe engga tau diri ya, udah ninggalin abang aku tapi masih aja deketin" ucap kesal Zahwa.
"Ada yang perlu kita omongin, kita ngobrol diruangan aku aja" ajak Kevin.
"Apa yang mau diomongin?" tanya Zahwa acuh.
"Kita ngobrol diruangan aku aja" ajak lagi Kevin.
"Engga ada yang perlu diobrolin, kasih ini ke abang aku nanti" ucap Zahwa memberikan map coklat pada kevin.
Saat langkah Zahwa mulai melewati Kevin, lengan tangannya tertahan oleh tangan Kevin yang tidak ingin Zahwa pergi begitu saja.
"Perasaan aku tidak pernah berubah untuk kamu" ucap Kevin menatap dalam Zahwa.
"Dan begitu juga dengan perasaan aku ke kamu, engga pernah berubah dan tetap sama. Engga pernah punya rasa sama kamu" jawab tegas Zahwa.
"Kita perlu ngobrol sebentar, keruangan aku sekarang!!" ajak Kevin masih berusaha.
"Please!!" tambah Kevin memohon.
"Aku rasa jam istirahat kamu hanya tersisa lima menit, dan kamu hanya punya waktu lima menit" ucap Zahwa melepaskan tangan Kevin dari lengannya.
"Oke, hanya lima menit" jawab Kevin.
Akhirnya Zahwa memutuskan untuk ngobrol dengan Kevin diruangannya.
__ADS_1
"Apa yang pengen kamu obrolin?" tanya Zahwa to the point.
"Kenapa kamu engga pernah balas chatt aku, atau angkat telfon aku?" jawab Kevin.
"Aku sibuk" ucap Zahwa.
"Bohong, keliatan kamu kesel" jawab Kevin.
"Kenapa? Kamu cemburu tadi aku jalan sama Shinta" tanya Kevin.
"Engga" jawab Zahwa.
"Kamu tau kan Zaa, aku udah lama nunggu jawaban kamu. Nunggu kamu pulang, bisa ngeliat kamu, dan niatan aku tetap sama ingin menikahi kamu" jelas Kevin.
"Dan jawaban aku selalu sama ka" ucap Zahwa.
"Kalau bengitu, kamu bisa jelaskan! Kenapa kamu masih simpan cincin yang aku kasih ke kamu sebelum kamu memutuskan ke Aceh?" tanya Kevin.
"S-siapa yang bilang?" tanya Zahwa.
"Kita udah sama-sama dewasa, kamu juga bukan remaja yang baru lulus kemaren Zaa. Aku tahu kalau kamu juga punya perasaan yang sama kaya aku. Jadi berhenti membohongi diri sendiri" jelas Kevin.
"Waktu kamu habis kaa!!" jawab Zahwa lalu pergi.
#Didepan rumah sakit
Tok.. Tok.. Tok..
Zemira melihat kearah jendela mobil, dan ternyata Fadil yang menghampirinya. Zahwa membuka kaca mobilnya.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Fadil.
"Lagi nunggu adiknya ka Nizam, masuk ka aku sekalian lagi ngadem" jawab Zemira.
Fadil masuk dan duduk disebelah pengemudi.
"Kamu apa kabar? Engga kerasa ya kamu udah punya kehidupan kamu sendiri" tanya Fadil.
"Alhamdulillah baik ka, ka indah gimana kabarnya?" jawab Zemira.
"Alhamdulillah baik Ze, do'ain ya dia lagi hamil kamu orang kedua setelah keluarga besar aku yang tau karena aku udah nganggep kamu kaya keluarga" ucap Fadil.
"Masyaallah, alhamdulillah. Kakak mau jadi bapak muda nanti" jawab Zemira.
Tiba-tiba Zahwa datang dan membuka pintu mobil yang saat itu ada Fadil.
"Siapa kamu?" tanya Zahwa.
__ADS_1
"Dia ka Fadil Zaa, security dirumah sakit itu" jelas Zemira.
"Oh, kalian temenan?" tanya Zahwa lebih mendetail.
"Iya, bisa dibilang begitu tapi lebih tepatnya aku udah kaya abang buat Zemira. Jadi jangan salah faham" jelas Fadil lalu keluar dan pergi.
"Hati-hati ka" ucap Zemira.
"Eemm" jawab Fadil melempar senyum.
Zahwa masuk kedalam mobil, Zemira hanya melirik sebentar kearah Zahwa.
"Kamu kesel ya? Kenapa?" tanya Zemira.
"Engga papa ka" jawab Zahwa.
"Kita kelaut yuk?" ajak Zemira.
"Aku lagi males kemana-mana ka" ucap Zahwa.
"Yaudah kamu temenin kakak aja" jawab Zemira.
Tidak menunggu jawaban Zahwa, Zemira langsung gas mobilnya menuju laut yang biasa dia datangi.
#Laut
"Aahh indahnya" ucap Zemira menarik nafas lega.
"Ko tumben ka lautnya sepih, engga ada yang jaga lagi" tanya Zahwa.
"Laut disini emang sepih, karena bukan untuk dijadikan tempat pariwisata karena airnya tercemar oleh limbah dari pabrik disebelahnya jadi laut ini tidak dijadikan tempat pariwisata deh" jelas Zemira.
Zemira keluar dari mobil dan mendekat ke arah tepi pantai, Zahwa mengikuti.
"Kakak sering kesini?" tanya Zahwa.
"Sering sih engga, tapi setiap ada masalah aku selalu kesini teriak sekenceng-kencengnya dan bahkan menangis" jawab Zemira.
"Ternyata tempatnya cukup menenangkan" ucap Zahwa mulai menikmati sepoi-sepoinya angin.
"Sangat menenangkan" tambah Zemira.
Keduanya duduk bersebelahan menatap tepi laut yang jauh disana.
"Jika kita merasa tidak ada harapan dalam hidup, coba deh liat laut diujung sana. Mustahil ada daratan diujung sana. Namun semua tidak ada yang tidak mungkin untuk Tuhan"ucap Zemira tersenyum menatap lautan diujung sana.
Zahwa menatap tajam Zemira dari samping melihat kedua mata Zemira yang penuh dengan cerita. Keduanya masih menikmati bersama.
__ADS_1