
Keesokan harinya Zemira sudah bersiap untuk kembali ke rumah kakak pertamanya menunaikan tangung jawabnya, namun seketika Abi memanggil saat Zemira keluar dari rumahnya.
"Zemira, Abi ingin ngobrol sama kamu" ucap Abi yang kemudian pergi menuju ruang tamu.
Zemira langsung ta'at dan menyusul Abinya ke ruang tamu memenuhi panggilan sang Abi.
"Duduklah nak" pinta Abi yang sudah duduk terlebih dahulu.
"Zemira bisa telat buka warung kakak bi" alasan Zemira karena perasaannya sudah tidak enak.
"Duduk dulu sebentar, abi ingin menyampaikan maksud paman Ahmed semalem datang berkunjung" ucap Abi.
"Kamu tahu kan Abi dan paman Ahmed sangat dekat bahkan kalau Abi dan paman Ahmed bisa mengikat dengan perjodohan Abi pasti sudah melakukannya sudah lama. Sayang sekali anaknya paman Ahmed semua perempuan dan akhirnya harapan Abi dan Bunda dulu masih belum tercapai" lanjut Abi.
"Lalu sekarang tujuan Abi apa?" tanya Zemira penasaran.
"Belum ada sayang, kamu boleh pergi sekarang" jawab Abi lalu bangkit dari duduknya dan pergi.
"Apa yang sebenarnya ingin Abi sampaikan" lirih suara Zemira hampir tidak terdengar oleh orang lain.
Zemira segera membuang fikiran negatifnya, karena saat ini yang harus dia lakukakan adalah menjalani apapun yang Tuhan berikan untuknya.
Zemira sampai dirumah kakak pertamanya dan mulai membuka warung seperti biasanya, setelah senggang Zemira membuka pesan chattingnya dari salah satu teman adiknya. Zemira mendapat info soal kuliah beasiswa, tidak lama kemudian panggilan masuk.
Kring.. kring.. kring..
Zemira langsung mengangkat telfonnya.
Zemir : Hallo, assalamu'alaikum
Mukhlis : Wa'alaikumussalam, teh gimana minat
__ADS_1
engga?
Zemira : Aduh gimana ya, aku bukan siswa pinter
kaya yang lain yang berhak dapet
beasiswa gitu
Mukhlis : Yaelah, beasiswa bukan buat orang pinter
aja teh dan beasiswa juga bukan buat
orang engga mampu aja. Sekarang udah
bisa dipake buat siapa aja yang emang
dia mau kuliah dan mempunyai keinginan
besar karakter teteh cocok untuk diajuin
beasiswa
Mukhlis : Yaudah teh, itu mah haknya teteh.
Semoga pilihan teteh tidak akan
menyesal dikemudian hari ya, take care.
Assalamu'alaikum
Zemira : Aamiin.. wa'alaikumussalam
__ADS_1
Tut.. tut.. tut..
Panggilan berakhir kini Zemira dihadapkan oleh pilihan, untuk masa depannya.
Kring.. kring.. kring..
Ponsel Zemira kembali berbunyi dan panggilan itu dari Helena, temen patner kerjanya dulu.
Zemira : Iya hallo Hel, knp?
Helena : Sorry nih ya ganggu, kamu bisa engga
kerja lagi kita kurang orang nih warung lagi
rameh terus. Tau sendiri kan warung kalau
kurang orang kaya gimana capeknya
Zemira : Iya Hel aku ngerti ko nanti deh aku
omongin lagi sama kakak aku ya,
kebetulan besok kakak ipar aku lahiran dan
aku ngurus ponakan sambil jualan
Helena : Yaudah, nanti kabarin aja yaa
Tut.. tut.. tut..
Panggilan berakhir, kini Zemira semakin dilema dengan pilihan ini. Ada niatan hatu untuk kembali dengan alasan Fadil namun Zemira juga berfikir kalau dia tidak ingin menyakiti hatinya lebih lama lagi karena dengan terus mencintai laki-laki itu Zemira akan terus lagi dan lagi menemukan kekecewaan.
__ADS_1
"Apakah ini saatnya aku menghadapinya, tidak lari dari perasaanku seperti pengecut seperti ini? dan aku akan buktikan bahwa didunia ini laki-laki bukan hanya dia. Aku harus berubah dan berusaha mengubah warna dalam hidupku menata masa depan, membuktikan padanya bahwa kamu baik-baik saja Zee" Zemira berusaha memberikan motivasi untuk dirinya sendiri dan dengan semangat dia akan mengatakan pada kakaknya.
Bahwa setiap pilihan, jangan pernah meraguinya. Pilih dan yakin sekalipun itu salah, karena kita punya Allah yang senantiasa menuntun.