Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-19 Kuliah


__ADS_3

Keesokan harinya Zemira sudah bersiap untuk kembali ke rumah kakak pertamanya menunaikan tangung jawabnya, namun seketika Abi memanggil saat Zemira keluar dari rumahnya.


"Zemira, Abi ingin ngobrol sama kamu" ucap Abi yang kemudian pergi menuju ruang tamu.


Zemira langsung ta'at dan menyusul Abinya ke ruang tamu memenuhi panggilan sang Abi.


"Duduklah nak" pinta Abi yang sudah duduk terlebih dahulu.


"Zemira bisa telat buka warung kakak bi" alasan Zemira karena perasaannya sudah tidak enak.


"Duduk dulu sebentar, abi ingin menyampaikan maksud paman Ahmed semalem datang berkunjung" ucap Abi.


"Kamu tahu kan Abi dan paman Ahmed sangat dekat bahkan kalau Abi dan paman Ahmed bisa mengikat dengan perjodohan Abi pasti sudah melakukannya sudah lama. Sayang sekali anaknya paman Ahmed semua perempuan dan akhirnya harapan Abi dan Bunda dulu masih belum tercapai" lanjut Abi.


"Lalu sekarang tujuan Abi apa?" tanya Zemira penasaran.


"Belum ada sayang, kamu boleh pergi sekarang" jawab Abi lalu bangkit dari duduknya dan pergi.


"Apa yang sebenarnya ingin Abi sampaikan" lirih suara Zemira hampir tidak terdengar oleh orang lain.


Zemira segera membuang fikiran negatifnya, karena saat ini yang harus dia lakukakan adalah menjalani apapun yang Tuhan berikan untuknya.


Zemira sampai dirumah kakak pertamanya dan mulai membuka warung seperti biasanya, setelah senggang Zemira membuka pesan chattingnya dari salah satu teman adiknya. Zemira mendapat info soal kuliah beasiswa, tidak lama kemudian panggilan masuk.


Kring.. kring.. kring..


Zemira langsung mengangkat telfonnya.


Zemir : Hallo, assalamu'alaikum


Mukhlis : Wa'alaikumussalam, teh gimana minat

__ADS_1


engga?


Zemira : Aduh gimana ya, aku bukan siswa pinter


kaya yang lain yang berhak dapet


beasiswa gitu


Mukhlis : Yaelah, beasiswa bukan buat orang pinter


aja teh dan beasiswa juga bukan buat


orang engga mampu aja. Sekarang udah


bisa dipake buat siapa aja yang emang


dia mau kuliah dan mempunyai keinginan


besar karakter teteh cocok untuk diajuin


beasiswa


Mukhlis : Yaudah teh, itu mah haknya teteh.


Semoga pilihan teteh tidak akan


menyesal dikemudian hari ya, take care.


Assalamu'alaikum


Zemira : Aamiin.. wa'alaikumussalam

__ADS_1


Tut.. tut.. tut..


Panggilan berakhir kini Zemira dihadapkan oleh pilihan, untuk masa depannya.


Kring.. kring.. kring..


Ponsel Zemira kembali berbunyi dan panggilan itu dari Helena, temen patner kerjanya dulu.


Zemira : Iya hallo Hel, knp?


Helena : Sorry nih ya ganggu, kamu bisa engga


kerja lagi kita kurang orang nih warung lagi


rameh terus. Tau sendiri kan warung kalau


kurang orang kaya gimana capeknya


Zemira : Iya Hel aku ngerti ko nanti deh aku


omongin lagi sama kakak aku ya,


kebetulan besok kakak ipar aku lahiran dan


aku ngurus ponakan sambil jualan


Helena : Yaudah, nanti kabarin aja yaa


Tut.. tut.. tut..


Panggilan berakhir, kini Zemira semakin dilema dengan pilihan ini. Ada niatan hatu untuk kembali dengan alasan Fadil namun Zemira juga berfikir kalau dia tidak ingin menyakiti hatinya lebih lama lagi karena dengan terus mencintai laki-laki itu Zemira akan terus lagi dan lagi menemukan kekecewaan.

__ADS_1


"Apakah ini saatnya aku menghadapinya, tidak lari dari perasaanku seperti pengecut seperti ini? dan aku akan buktikan bahwa didunia ini laki-laki bukan hanya dia. Aku harus berubah dan berusaha mengubah warna dalam hidupku menata masa depan, membuktikan padanya bahwa kamu baik-baik saja Zee" Zemira berusaha memberikan motivasi untuk dirinya sendiri dan dengan semangat dia akan mengatakan pada kakaknya.


Bahwa setiap pilihan, jangan pernah meraguinya. Pilih dan yakin sekalipun itu salah, karena kita punya Allah yang senantiasa menuntun.


__ADS_2