Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-6 Pilihan


__ADS_3

Bagai bunga yang mekar dimusimnya hati Zemira yang saat ini dirasakan, yang sedang berbunga-bunga bahkan setiap harinya selalu bersemangat karena akan bertemu laki-laki itu meski berhalang oleh jalan raya namun pandanganya tajam terarah tepat pada posisi laki-laki itu.


Berlalu beberapa hari pandangannya yang terus bertahan pada sosok laki-laki itu, bahkan Zemira sangat menikmati gerak-gerik laki-laki itu dari jauh entah karena apa dia bertahan sejauh ini, Zemira sendiri tidak punya jawabanya.


Pada suatu hari Zemira dihadapkan oleh pilihan yang sangat sulit dia pilih, kakak pertamanya meminta bantuan Zemira untuk menjaga salah satu warung miliknya karena kakak ipar Zemira istri dari kakak pertama Zemira sedang hamil.


Kakaknya meminta agar Zemira berhenti bekerja dan menjaga warung milik kakaknya, Zemira benar-benar tidak memiliki pilihan lain selain memenuhi permintaan kakaknya dan itu juga dengan izin dan ridho dari abinya.


Namun bos Zemira tidak langsung mengiyakan Zemira berhenti, bosnya meminta agar Zemira bisa menuntaskan beberapa hari lagi sambil mencari pengganti dirinya dan akhirnya kakak Zemira memakluminya.


Saat itu Zemira hanya memiliki waktu tiga hari kedepan, setelah itu Zemira akan ikut tinggal dengan kakak pertamanya jauh dari tempat kelahirannya.


Zemira benar-benar bingung akan perasaannya yang masih ingin tetap tinggal disini namun keadaanya memaksa dirinya untuk pergi.


Dan akhirnya Zemira memutuskan untuk menceritakannya pada salah satu patnernya, yang memang kebetulan dia adalah teman masa kecilnya dia adalah Helena.

__ADS_1


"Hel sebenernya aku suka sama seseorang" ucap Zemira to the do point.


"Siapa Zee?" Helena excited mendengar pernyataan Zemira karena dia sendiri yang jomblo diantara patner-patnernya yang lain.


"Itu tuuhh" Zemira berbelit karena bingung harus memulainya dari mana.


"Siapa sih Zee, itu yang mana?" tanya Helena bingung maksud Zemira.


"Aku suka sama laki-laki itu" jawab Zemira tidak pada pointnya.


"Banyak kali Zee laki-laki disini, laki-laki yang mana yang kamu maksud" Helena mulai kesal dengan perbincangannya dengan Zemira karena terus berbelit.


"Yang mana Zee" tanya Helena penasaran.


"Nanti deh aku kasih unjuk, tapi kamu bantuin aku cari tahu namanya ya. Cukup tahu namanya aja ko, sehingga aku bisa berhenti dari sini dengan happy" jawab Zemira.

__ADS_1


Tujuan awalnya menceritakan perasaannya pada Helena adalah agar dia mengetahui nama laki-laki itu dan tidak lebih, Zemira penuh dengan harapan karena hanya beberapa hari lagi dia bisa melihat laki-laki itu hatinya sedih namun ada harap yang tak pernah berakhir.


Keesokan harinya, Helena bercerita pada teman patner yang lain. Jumlah patnernya sekitar lima orang saat itu, dan akhirnya semua patner Zemira ikut mencari tahu akan sosok laki-laki itu dilakukan untuk Zemira agar temannya yang jomblo ini menadapatkan cintanya.


Beberapa hari akhirnya Zemira mengetahui nama laki-laki itu dari salah satu asisten dokter yang memang sudah berlangganan ditempatnya bekerja, bahkan keisengan dan keresean teman-teman Zemira pun dimulai.


"Om nanti nitip salam buat dia yaa" sambil menunjukkan laki-laki itu yang sedang mencuci tangan diwastafel dekat IGD.


"Dari siapa, suka ya nanti disalamin deh" jawab asisten dokter itu sambil tertawa kecil.


"Dari Zemira om nanti salamin, ada yang suka gitu" ucap Windah patner Zemira.


"Beres tenang aja" jawab asisten dokter itu.


"Jangan dengerin om, dia bercanda emang suka gitu" Zemira menyangkal.

__ADS_1


Nemun hatinya tidak bisa dibohongi, bahagia yang saat ini Zemira rasakan karena akhirnya dia mengetahui nama laki-laki itu.


Fadil, nama laki-laki itu dan akhirnya Zemira bisa pergi dari tempat itu dengan perasaan bahagia. Bahkan Zemira berharap ketika dirinya sekarang tidak berada didalam kehidupan Fadil, dia berharap Zemira akan berada dikehidupan Fadil dimasa yang akan datang.


__ADS_2