
"Zee suamimu pulang jam berapa?" tanya abi saat selesai makan malam.
"Engga tau bi" jawab Zemira memang tidak tahu.
"Ko suami sendiri pulang jam berapa engga tau sih Zee gimana ceritanya" sahut abang Hasan.
"Soalnya suka engga nentu bang" jawabnya.
"Kamu perhatian sendikit tanyain dia pulang jam berapa" ucap abang Hasan.
"Belajar kamu Zee sama istrinya abang kamu, selalu ideal kalau jadi istri" tambah abi.
"Abi namanya juga penganti baru bi, apalagi mereka kan belum terlalu kenal awalnya jadi masih cangung buat ngasih perhatian lebih apalagi Zemira lama banget engga kenal laki-laki selain Fadil" bela istri abang Hasan.
"Udah ya aku mau istirahat" ucap Zemira langsung bergegas masuk kedalam kamarnya.
Zemira mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Nizam, namun belum juga mendapat balasan. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur.
Sekitar jam empat pagi Nizam pulang karena pintu rumah dikunci dia menelfon Zemira.
kriingg....
bunyi keras diponselnya membuat Zemira terkejut lalu terbangun, melihat disebelahnya yang ternyata Nizam belum pulang.
"Ka Nizam belum pulang?" tanyanya pada diri sendiri.
"Siapa sih yang nelfon sepagi ini" tambahnya setengah sadar mengambil ponsel miliknya.
"Ka Nizam"
Zemira langsung mengangkat telfonnya dengan mata yang langsung melek.
Nizam : Sayang, bukain pintu dong
Zemira : Pintu? aku engga kunci ko pintunya
Nizam : Pintu depan sayang, bukan kamar
Zemira : Oh itu
Tut..tuttt...
Zemira mematikan telfonnya langsung bergegas menghampiri pintu lalu membukanya.
"Jam segini baru pulang? Kamu dokter apa sih" tanya Zemira setengah mengantuk.
"Husstt.. Kita ngobrolnya dikamar aja, nanti orang pada bangun" jawab Nizam merangkul Zemira.
Setelah keduanya dikamar Zemira mencuci mukanya agar tidak mengantuk, saat keluar Nizam juga ingin memakai kamar mandi setelah Zemira.
"Eh kamu mau ngapai?" tanya Zemira dengan siggap menghalangi.
"Mau mandi sayang, badan aku bau obat aku engga sempet mandi tadi dirumah sakit" jawab Nizam.
"Engga usah ka, kamu ganti baju aja ya terus pake parfum sedikit udah engga bau lagi ko" saran Zemira.
"Nanti kamu engga mau peluk aku lagi" ucap Nizam merayu.
__ADS_1
"Apaan sihh, aku mau ko peluk kamu" jawab Zemira menyenderkan dagunya didada Nizam sambil sedikit mendongokkan kepalanya menghadap kewajah Nizam.
"I love you sayang" ucap Nizam mencium kening Zemira.
Zemira hanya membalas dengan senyum, Nizam tidur dipelukan Zemira lalu Zemira tetap terjaga karena sebentar lagi sholat subuh.
Zemira memandangi wajah Nizam, teduh rasa hati melihat suaminya terlelap tidur pulas seperti itu.
"Sebenernya kamu itu kerjaannya ngapain sih?" ucap lirih Zemira mengelus pipinya.
"Aku khawatir kamu kecapean"
"setahu aku banyak tuh dokter yang engga sibuk kaya kamu"
Muaachh..
Zemira mencium pipi Nizam sesekali menghela nafas karena khawatir sekaligus kasihan melihat suaminya.
Beberapa menit kemudian adzan subuh, Zemira bergegas untuk mandi dan berdandan untuk suaminya agar ketika Nizam bangun Zemira sudah wangi dan juga rapih.
"Kaa!!" panggil lembut Zemira mengelus pipi Nizam yang bertabir ujung mukenah yang ia kenakan.
"Heemmm" sahut Nizam mengganti posisinya.
"Bangun ka sholat dulu, nanti tidurnya lanjut lagi" ucap Zemira.
"Udah adzan ya sayang?" tanya Nizam.
"Udah tadi, aku udah bilang sama abi kita sholatnya dikamar aja berdua engga dimushola jadi sekarang kamu ambil wudhu yaa" jelas Zemira.
"Jangan mandi, kamu baru tidur beberapa menit nanti kamu sakit cuci muka aja terus wudhu" jawab Zemira.
"Ok sayang, Kiss!!" ucap Nizam.
"Aku udah wudhu" jawab Zemira.
"Pahala loh sayang" ucap Nizam.
Muachh..
Ciuman mendarat dipipi Nizam, namun Nizam tidak puas lalu jarinya menunjuk kearah bibinya.
"Kaaa!!" panggil Zemira menolak.
"Engga mau nih beneran" ledek Nizam membuat Zemira malu.
"Apaan sih" ucap Zemira.
Muach..
Ciuman Nizam mendarat dibibir Zemira dengan sangat cepat Zemira langsung menutupi bibirnya dengan kedua tangannya lalu Nizam tersenyum.
"Kamu tuh gemes" ucap Nizam lalu masuk kekamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Nizam keluar dari kamar mandi lalu disusul Zemira yang mengambil wudhu. Keduanya sholat subuh berjama'ah.
Sekitar jam tuju pagi setelah mengaji, Zemira merapihkan kamar dan Nizam pergi keperpustakaan untuk mengikuti zoom meeting dengan dosennya.
__ADS_1
"Zee hari ini kamu engga kerja?" tanya istri abang Hasan
"Kerja mba" jawabnya mengambil satu biji bakwan yang sedang digoreng.
"Cuci tangan dulu!!" perintah abang.
"Apaan sih bang aku baru aja selesai ngaji" ucap Zemira.
"Bohong!! Bukannya tadi kamu habis nyapu kamer orang tadi abang liat pas Nizam keluar" jawab abang.
"Iya-iya deh, nanggung tinggal dikit" ucap Zemira langsung memasukan bakwan yang ia pegang ke mulutnya.
"Kamu engga ambil libur aja Zee sebentar lagi kan resepsi pernikahan kamu" jawab istri abang.
"Nanggung mba aku izin hari sabtu aja, bareng ka Nizam juga ambil hari sabtu" ucap Zemira.
"Mepet banget sih" jawab abang.
"Iya Zee, kasian nanti cape. Apalagi katanya bakal ada banyak temen-temen Nizam juga dari bandung temen kualiahnya, ada juga temen seprofesinya, pokonya pasti banyak de Zee kasian suami kamu nanti" ucap istri abang.
"Keputusannya udah engga bisa diganggu gugat mba, do'ain aja ya biar ka Nizam bisa sehat-sehat aja" jawab Zemira lalu pergi masuk kedalam kamar.
Zemira kembali ke kamar lalu membuka laptop miliknya yang berada dimeja yang biasa dia pakai, Nizam masuk kedalam kamar. Melihat Zemira yang berada didepan laptop, ia menghpiri dengan Zemira lalu setengah duduk dipangkuan Zemira.
"Ka kamu apaan sih, kamu berat tau" ucap Zemira
Tok.. Tok.. Tok..
"Zee, ada temen kamu tuh didepan" ucap istri abang Hasan dari balik pintu luar.
"Oh iya mba" sahut Zemira dari dalam kamar.
Beberapa menit setelah rapih-rapih sambil mengenakan hijab, Zemira keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.
"Kholid?" panggil Zemira.
"Kamu ngapain disini?" tanyanya.
"Segitu engga pentingnya gue dimata loh ya Zee" jawab Khalid.
"Maksud kamu?" tanya Zemira tidak mengerti.
"Soal pernikahan loh, kenapa loh ngga kasih tau gue" jawabnya.
"Ok fine, gue emang bukan siapa-siapa. Tapi seengganya loh ngomong sama kakak ipar loh" tambahnya.
"Kholid, semuanya berjalan begitu aja dan engga pernah ada rencana apapun. ok, aku minta maaf" jawab Zemira.
"Kenapa baru ngasih kabar pas resepsi?" tanya Kholid semakin mengakar.
"Karena penikahan aku cukup mendadak dan sederhana, lagian ngapain sih kamu segitunya soal pernikahan aku" jawab Zemira.
" Gue akui gue suka sama loh, tapi sekalipun loh engga sama gue. Tetep gue pengen yang terbaik buat loh karena gue sayang sama loh" ucap Kholid.
"Siapa sayang?" tanya Nizam.
Tiba-tiba Nizam keluar dari kamar dan menghampiri Zemira dan Kholid.
__ADS_1