
Nizam mengantar Zemira ketempat kerjanya, banyak mata yang memandang kearah keduanya.
"Nanti malam kita tidak bertemu dulu ya" ucap Nizam yang masih memegang lengan tangan Zemira.
"Eemm" jawab Zemira tidak nyaman dan sesekali menoleh kekanan kekirinya melihat beberapa orang yang mulai menatapnya secara bergantian.
"Kamu kenapa sih? dari tadi nengok-nengok kaya gitu" tanya Nizam mulai aneh dengan sikap Zemira.
"Kamu engga liat apa, mata mereka lagi ngeliat kearah kita tau. Udah kamu sana pergi!" jawab Zemira melepaskan pegangan Nizam dilengan tangannya.
"Oke, oke" ucap Nizam.
"Oh ya, besok hari minggu kita kumpul untuk menentukan tanggal resepsi kita" lanjut Nizam.
"Kenapa secepat itu?" tanya Zemira.
"loh kenapa emangnya? Bukannya kamu mau malam pertama" jawab Nizam meledek.
"Hussttt... Kamu suka ngomong sembarangan ya ditempat umum" ucap Zemira panik.
"Ok aku pergi" jawab Nizam tersenyum.
"Hati-hati" ucap Zemira.
Nizam pergi menaiki motor milik abang Hasan, lalu Zemira masuk kedalam tempat kerjanya.
"Cielah akhirnya dianter juga sama suami" ledek Windah pada Zemira yang baru masuk.
"Apaan sih mba" sahut Zemira.
"Beruntung banget sih jadi mba Zemira, Fadil engga dapet eh mala dapet yang lebih prefect dari Fadil. Dokter lagi" ucap Selina.
"Masyaallah, alhamdulillah. Berlebihan tau engga, semua udah ada pasangannya masing-masing ko tinggal waktu aja yang belum tepat" jawab Zemira.
"Zee denger-denger gosip dokter sama kamu mau resepsi ya biar semua temen dokter dari bandung pada tau" tanya Helena.
"Iya insyaallah, do'ain aja ya yang baik" jawab Zemira.
__ADS_1
"Gimana sih rasanya jadi kamu Zee sekarang?" tanya Windah lebih lanjut.
"Secara kan kamu istri seorang dokter keren nih banyak tuh yang ngantri jadi istrinya suami kamu sekarang, bahkan kalau jadiin selir sekaligus juga pasti pada mau tuhh" tambah Helena.
Zemira menghela nafas dalam-dalam perlahan ia keluarkan, melirik kerah patner kerjanya yang kebetulan sedang tidak ada pembeli.
"Entahlah" jawab Zemira mengabaikan begitu saja.
Percakapan berakhir karena setelah Zemira menjawab pembeli satu persatu berdatangan.
Andai kalian jadi aku, rasanya diceritakan saja tidak cukup. Ada rasa bangga, beruntung, senang, bahagia, gelisa dan masih banyak lagi rasanya kata saja tidak cukup untuk mengartikan rasa yang saat ini aku rasakan. Ucap Zemira dalam hatinya.
Jam kerja berakhir, Zemira meminta salah satu karyawati tokoh untuk menjemput dirinya. Karena Zemira tidak akan pulang kerumah, justru dia akan tidur ditokoh malam ini.
Setelah selesai bersih-bersih, Zemira berbaring dikasur yang hanya cukup satu orang sambil memainkan handphone miliknya.
Kring..
Pesan masuk dari Nizam diponselnya.
π Adiyaksa Nizqam Ishara
π Zemira
Dibutik ka
Setelah itu tidak ada balasan lagi dari Nizam, Zemira sedikit kecewa namun dia juga mengerti dan faham kalau Nizam seorang dokter tentu akan sangat sibuk.
"Aahh sudahlah, aku tidur aja" ucap Zemira menatap layar hpnya.
Kring..
π Adiyaksa Nizam Ishara
Maaf ya sayang, aku akan sibuk. Ada banyak jadwal lahiran hari ini, ditambah jam dua pagi aku akan operasi seorang wanita yang melahirkan cesar. Besok setelah aku selesai dirumah sakit aku jemput kamu ya kita ngobrol sama oma dan mama.
"Seharusnya aku suport kamu ka, bukannya mala bergulat dengan fikiranku tentang ketidak pantasan aku bersanding denganmu. Mulai sekarang mari kita hadapi bersama" ucap Zemira tersenyum melihat balasan pesan dari Nizam.
__ADS_1
π Zemira
Aku dong yang minta maaf, pokonya kamu engga usah khawatir aku baik-baik aja. Kamu jagan capek-capek ya, love youu sayangkuπ
Zemira tersipu malu setelah mengirimkan setiker cium pada Nizam, namun perasaannya bahagia karena merasa cinta yang dimiliki keduanya sempurna.
Keesokan harinya..
Rasanya hari begitu cepat berganti, hari minggu Zemira libur dari beban tangung jawabnya bekerja. Setelah sholat seperti biasa dan mengaji, Zemira membantu karyawati yang lain mempersiapkan untuk membuka butiknya bahakan kali ini Zemira yang masak untuk yang lainnya.
Setelah sarapan selesai, sekitar jam delapan pagi. Mobil terparkir didepan butik, keluarlah Nizam dari dalam mobil dan melihat kearah Zemira yang sedang menyiram beberapa tanaman didepan butik.
Pandangan keduanya bertemu dengan penuh cinta, dengan sangat pdnya Nizam merentangkan tangannya memberikan kode kepada Zemira agar mendekat lalu memeluknya.
"Apaan sih ka Nizam kaya anak kecil tau engga" ucap Zemira.
Nizam hanya tertawa kecil mendengar ucapan Zemira lalu melangkah mendekat, kemudian memeluk Zemira. Namun Zemira sedikit berontak untuk terlepas dari pelukan Nizam, tetapi pelukan Nizam justru semakin erat.
"Biarkan aku mencarger tenagaku sebentar" ucap lirih Nizam.
Zemira tersenyum lalu membalas pelukan Nizam dengan hagat.
"Pelukan kamu tuh persis kaya pelukan papa" ucap Nizam.
"Emang papa kamu kemana ka?" tanya Zemira.
"Dia lagi dines ke papua udah empat tahun" jawab Nizam.
"Dia tentara atau polisi" tanya Zemira.
"Polisi" jawab Nizam semakin nyaman peluk Zemira.
"Ko kamu engga pernah cerita sebelumnya sama aku" tambah Zemira.
"Aku lapar" ucap manja Nizam pada Zemira.
"Yaudah aku temenin kamu sarapan dulu, kebetulan tadi aku masak" jawab Zemira.
__ADS_1
Keduanya pun masuk kedalam butik untuk sarapan menemani Nizam yang lapar.