Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-18 Paman Ahmed


__ADS_3

"Aku rasa kita sudah selesai, silahkan kang Faisal bisa pergi sekarang" ucap Zemira bangkit dari duduknya.


Faisal mulai bangkit dari duduknya dan mulai melangkah mendekat kearah Zemira.


"Aku janji Zee, akan memperjuangkan kamu samapi dapat" pesan Faisal yang berada dihadapan Zemira.


"Berhenti kang, aku tidak ingin diperjuangkan oleh laki-laki seperti kamu kang. Aku do'akan semoga kamu bisa menemukan wanita yang lebih baik dari aku" jawab Zemira tegas dan mantap.


Faisal melangkah keluar dari rumah Zemira bahkan tidak sempat berpamitan dengan abi, setelah Faisal pergi Abi datang mendekati Zemira yang tengah duduk disoffa.


"Zemira kemana Faisal nak?" tanya abi.


"Dia pulang bi" jawab Zemira.


"Dia yang pulang atau kamu yang usir dia" tanya lagi abi mulai mendetail.


"Dua-duanya bi, udah ya Zemira balik lagi kerumah kakak" jawab Zemira sekaligus berpamitan.


"Jangan dulu sayang, besok aja pulangnya. Malam ini tidur disini, nanti ada teman abi sama bunda dari zamannya sekolah mau dateng berkunjung kesini jadi abi mau kenalin kamu sama mereka" ucap Abi menahan Zemira untuk tetap tinggal.


"Harus ya bi Zemira dikenalin ke mereka" tanya Zemira.

__ADS_1


"Harus dong sayang, udah sana kamu bantuin calon kakak ipar kamu" jawab Abi.


"Hah? calon kakak ipar? ka Uswati ada disini?" tanya Zemira dengan gembira.


"Iya udah sana bantui, Hasan dan Dullah lagi dipondok cuma ada Uswati sama kakak kamu Zelina" jawab Abi.


"Yaa Allah kenapa abi engga bilang dari tadi sihh berarti ada ponakan-ponakan aku dong, yaudah deh Zemira ke dapur dulu" ucap Zemira happy dan segera melangkah kearah dapur.


Segera Zemira memeluk kakaknya karena sudah lama tidak bertemu samapai kakaknya sudah memiliki tiga anak dirinya baru sempat bertemu sekarang.


"Yaa ampun Zee kakak kaget dikira tuh siapa, udah besar tetep aja masih manja" keluh Zelina yang baru saja mendapat pelukan hangat dari Zemira.


"Biarin aja manja, nanti kalau Zemira udah punya suami baru deh engga manja lagi" jawab Zemira.


"Apaan sih kakak ipar, aku kan cuma bercanda" jawab Zemira melepaskan pelukannya.


"Udah-udah sana kamu bantuin buat sambel" perintah Zelina pada Zemira.


"Okedeh" jawab Zemira.


Selepas sholat isya Zemira membantu kakak dan calon kakak iparnya, setelah usai menyelesaikan tugasnya Zemira kembali ke kamarnya untuk istirahat sejenak.

__ADS_1


tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikum" ucap salam seseorang dari balik pintu yang terbuka luas.


Tamunya sudah datang, fikir Zemira yang mendengar salam tadi.


"Wa'alaikumussalam, ahlan Ahmed" jawab Abi Zemira segera memeluk dan berjabat tangan dengan sosok laki-laki itu.


"Zemira kemari nak" panggil Abi.


Zemira segera keluar dari kamarnya dan menghampiri Abi dan tamu yang ditunggu.


"Ahmed kenalkan dia putriku Zemira" ucap Abi memperkenalkan Zemira.


"Ini yang namanya Zemira, sudah tumbuh besar dan cantik ya kamu nak" sahut Ahmed tamu Abinya.


Zemira segera mengulurkan tangannya hendak mencium punggung tangan paman Ahmed sebagai bentuk menghormati yang lebih tua, segera paman Ahmed meraih tangan Zemira dan bahkan memeluk Zemira dengan hangat dan sempat terasa aneh dan juga bingung untuk Zemira.


"Zemira ini paman Ahmed dia teman Abi dan Bunda kamu dulu, bahkan dulu saat kamu kecil paman Ahmed ini sering sekali menggendog dan memeluk kamu udah dianggap anak sendiri" jelas Abi menjelaskan pada Zemira agar tidak merasa cangung pada paman Ahmed.


"Maaf Abi Zemira engga inget" jawab Zemira pelan dengan malu-malu.

__ADS_1


"Tidak papa putriku, mulai saat ini jangan sungkan dan canggung panggil paman ya sayang" ucap paman Ahmed dengan akrab.


Zemira membalas dengan senyuman, paman Ahmed memang benar-benar sahabat baik dengan Abi Zemira hingga ketika keduanya saling bertemu tidak ada cangkung sekalipun tidak bertemu bertahun-tahun lamanya.


__ADS_2