Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Setelah larut malam, Renata dan Liam pun pamit kembali ke kosannya bersama Renata. Karena Liam belum membereskan barang-barangnya, jadi dia masih tinggal di kosan untuk sementara. Sepanjang perjalanan pulang mereka, Liam terus menggenggam tangan Renata kekasih yang sangat ia cintai itu.


"Kalo kita nikah, kamu nggak usah kerja lagi, ya. Kamu cukup ngelayanin kebutuhan aku aja," ucap Liam. Renata hanya tertawa seraya mengangguk.


Tanpa terasa mereka sampai di kosan, mereka turun dan Liam masih menggandeng tangan Renata hingga mereka berpisah di depan kamar Renata. Lusi dan Miko yang menyaksikannya hanya bisa jadi penonton tanpa banyak kata.


"Gitu ya kalo lagi jatuh cinta seolah-olah kita di sini tuh nggak dianggap," ucap Miko dengan setoples cemilannya yang tengah ia peluk. Lusi yang di sampingnya hanya bisa tersenyum.


...***...


Sesampainya di kamarnya Renata segera mengabarkan perihal rencana pernikahan nya dengan Liam.


"Kamu yakin, ndok?" tanya neneknya meyakinkan.


"Iya, nek. Liam dari keluarga yang baik, dia juga udah kerja dan yang pasti keluarganya Liam baik semau sama Rere," terang Renata pada neneknya melalui sambungan telfon.

__ADS_1


"Yaudah, kalo mereka memang serius, biar mereka datang sama nemuin nenek buat lamar kamu," ucap neneknya. Setelah berbicara beberapa saat Renata Pun segera mengakhiri sambungan telfonnya bersama neneknya. Renata menghempaskan tubuhnya di ranjang seraya tersenyum mengingat kejadian di rumah Liam tadi. Renata menyentuh bibirnya, wajahnya pun terasa panas karena malu, dia tersenyum lalu mendekap kan wajahnya ke bantal karena tidak tahan malu mengingat kejadian tadi.


***


Di sisi lain nenek Renata baru saja selesai menerima telfon Renata, dia menyerahkan telfonnya pada Tita anak tante Ayu.


"Mbak Rere mau nikah, nek? Sama siapa? Bukannya mbak Rere mau nikah sama mas Arman?" tanya Tita penasaran pada neneknya.


"Itu kerjaan ibukmu jodohin mbak Rere, kalo dia suka sama Arman biar kamu saja yang nikah nya sama Arman. Mbak Rere sudah punya calon sendiri," ucap neneknya seraya bersusah payah untuk berdiri karena memang usianya yang sudah uzur.


"Buk, Renata mau nikah sama siapa?" tanya Ayu penasaran dan segera menyusul langkah ibunya.


"Sama arsitek katanya, keluarganya baik sama Renata. Kamu jangan gangguin hubungan Renata," ingat neneknya sambil terus melangkah ke kamarnya dengan langkah tertatih.


"Nggak bisa gitu donk, Buk. Aku udah janji sama keluarga Arman, Rere kok bisa seenaknya gitu, sih," rutuk Ayu kesal sekaligus panik.

__ADS_1


"Nikahin saja Tita, kan kamu yang suka sama Arman. Biar proyek suami kamu juga bisa tetap lancar, jadi kamu ndak usah manfaatin Rere lagi," ucap nenek agak kesal dengan tingkah Ayu yang agak egois itu.


Dia memanfaatkan Renata agar proyek suaminya lancar dari keluarga Arman. Memang, paman Arman adik ibu Arman adalah seorang kepala dinas PU, sehingga suami Ayu seringkali menang tender proyek berkat paman Arman itu, karena dia memanfaatkan Renata sebagai umpannya.


"Kalau Renata nikah sama orang lain gimana, nih?" gumamnya mulai panik. "Nggak, Renata nggak bisa nikah sama orang lain," gumamnya lagi. 'Aduuuh, mana udah terlanjur terima banyak hadiah lagi dari ibuk Arman, kalo sampe Renata nikah sama orang lain, semua bisa kacau' batin ayu. Dia segera ke kamarnya menemui suaminya. Dan menceritakan semuanya.


"Ya udah lah, lagian kamu nggak tau malu juga. Manfaatin Renata tapi sering kamu marahin dia," ucap suaminya cuek masih sibuk dengan handphone nya. Ayu menjadi kesal sendiri dengan reaksi suaminya itu.


"Kamu enak ngomong gitu ya Mas. Kamu pikir proyek kamu bisa lancar itu karna apa, HAH? Itu semua berkat lobi dari Herman paman Arman, Mas. Kalo mereka sampe tau Renata nikah sama orang lain, otomatis kamu juga nggak akan dapat proyek lagi dari pamannya Arman. Kamu mikir nggak sih?" hasut Ayu.


"Terus kamu mau nya apa? Maksain Renata? Mikir, Yu. Apa kontribusi kamu di hidup nya dia? yang ada selama ini kamu jadiin dia kayak babu mulu sampe dia kabur ke Jakarta cari kerja. Kalo kita paksa dia nikah sama Arman buat kepentingan kita, Ibuk kamu bakalan bunuh kamu," ingat suami Ayu.


"Aku nggak rela, Mas. Rencananya kan Kalo proyek kamu lancar kita mau ganti mobil baru sama beliin Tita mobil juga. Kalo proyek kamu di gagalin, ya abis lah kita, Mas," rengek Ayu.


"Bodo' ah. Kamu kalo mau cari masalah silahkan, jangan bawak-bawak aku. Aku udah mumet sama kerjaan aku. Nggak ada tenaga dan waktu lagi aku buat cari masalah lagi," ucap suami Ayu seraya tidur, meletakkan handphone nya di meja samping tempat tidur dan menarik selimut. Sedangkan Ayu masih tampak berpikir.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2