Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Memulai Lembaran Baru


__ADS_3

Sudah 1 bulan Renata pulang ke tempat neneknya bersama ibunya. Walau mereka pada awalnya di sambut sinis oleh keluarga karena keberadaan Lidya bersama Renata. Sekarang berlahan Lidya bisa di terima kembali di tengah keluarganya. Walau belum begitu di terima, dia masih di pandang sinis oleh Ayu. Tapi Lidya mencoba bertahan dan bersabar.


Sesaat terdengar suara pintu terbuka.


Kreeekkk...


Terdengar suara pintu tua itu di buka oleh seseorang. Suaranya cukup berisik jika ada seseorang yang membukanya, karena sudah mulai rusak termakan usia.


Itulah Ayu tante Renata.


Dia masuk dan duduk di pinggir ranjang di samping Renata.


"Ana telpon nenek tadi, Tante Liam juga marah dengan kamu yang pergi ndak pamit. Kamu kenapa, Re? Apa ibu kamu bikin ulah lagi? Jangan seperti itu sama suamimu. Kurang baik apa dia sama kamu? Semua mau kamu di ikutinya, sabar iya, baik iya, mapan juga. Jangan sampai kamu besar kepala hanya karena dia baik lalu kamu jadi seenaknya gini sama dia. Kalau dia ninggalin kamu, kamu yang akan nyesal," nasehat tante Ayu, walau terdengar ketus tapi apa yang di katakan tante Ayu itu benar.


"Pulang lah, sebelum kamu benar-benar di talak sama Liam. Jangan sampai rumah tangga kamu berantakan gara-gara ngikutin ibu kamu yang ndak jelas itu. Biang kerok dia,"


"Mama lagi sakit, Tante. Mama Anin nggak suka sama Mama. Dia minta Rere buat ninggalin Mama. Bahkan Rere di tamparnya waktu Rere nolak buat ninggalin Mama. Dia bahkan minta Rere cerai sama Liam," adu Renata sedih.

__ADS_1


"Ya jelaslah kamu di tamparnya. Liam bayar hutang ibu kamu sebanyak itu. Kamu juga aneh, kayak orang ndak tau malu. Ngikut aja sama mau mamamu," ucap Ayu masih ketus.


"Telpon itu suamimu, tanya kabarnya," ucap Ayu sebelum hilang di balik pintu kamar Renata.


Renata hanya diam terpaku.


Ayu memang tidak pernah tahu tentang permasalahan Lidya bersama ayah Liam di masa lampau. Renata sengaja tidak menceritakan itu karena tau betul dengan watak tantenya yang ketus dan provokatif. Sehingga Renata hanya memendam perasaan sendiri tanpa tahu harus bicara pada siapa lagi.



Aiden Adlar



(Renata Auristela)


Melihat Aiden kecil tertidur membuat Renata mulai berpikir. Mana mungkin dia bisa bohongi perasaannya. Bahwa Liam terlalu kuat di dalam hatinya, lalu apa yang sedang ia lakukan sekarang? Mempermainkan Liam? Atau mempermainkan perasaannya sendiri.

__ADS_1


Renata kembali menangis, dia mulai lelah dengan keadaannya. Dia merasa jiwanya tersesat di lautan lepas, tak tahu kemana arah yang akan ia tuju. Kapal yang membawanya karam di lautan dan hilang di samudera hatinya.



(Liam Adlar)


Di sisi lain, Liam yang sudah sembuh mulai kembali dengan rutinitasnya. Dia mulai pergi kerja lagi sejak hari itu.


"Kalo belum sembuh mending istirahat dulu, Li!" ucap Bimo saat melihat Liam yang baru sampai.


"Udah. Di rumah tidur bikin kepala gue pusing," ucap Liam seraya tersenyum tipis.


Setelah itu dia mulai melanjutkan pekerjaannya yang banyak terbengkalai karena paska sakitnya tempo hari.


Saat membuka laptopnya terdapat foto Renata, Aiden dan dia. Liam pun menarik nafas panjang dan mengganti background di layar laptopnya itu dengan gambar pemandangan.


Sekarang adalah dua orang yang saling mencintai tapi terjebak di posisi yang sulit.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2