Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Liam dan Renata pun tiba. Semua orang tampak bahagia menyambut hari bahagia Liam dan Renata itu. Semua orang tampak datang, Angel pun menepati janjinya untuk datang, begitu pula Laura dan Gio. Mereka juga tampak datang.


Acara pernikahan itu berjalan lancar. Semua pihak memberi restunya. Nenek dan keluarga besar nya datang semua. Termasuk tante Ayu adik kandung ibu Renata, walaupun Ayu masih terlihat kesal.



(Renata Auristela)


Ijabkabul Renata di Walikan oleh paman dari kakak almarhum ayahnya. Liam menarik nafas panjang sebelum mengucapkan ijab kabulnya. Liam mengucapkan ijabkabul dengan lancar dalam 1 tarikan nafas di satu kali ucapannya.


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya pak penghulu.


"Sah!" jawab para saksi serentak.


Di sambut seruan riuh gembira para tamu undangan begitu pula Liam dan Renata. Liam bisa bernafas lega sekarang. Renata menitikkan air mata harunya. Liam menatap Renata yang tengah menangis haru, lalu menyandarkan pelan kepalanya di bahu Liam. Liam tersenyum dan mengusap lembut kepala istri yang baru saja di nikahinya itu.


Mereka berdua pun tersenyum lebar saat pernikahan mereka telah di sahkan dalam ikatan yang suci pernikahan.


"Alhamdulillah!" gumam Liam bersukur seraya mengusap wajahnya seperti selesai berdoa.


Liam tersenyum lebar pada Renata, begitu pun Renata. Ia segera mencium punggung tangan suaminya itu. Liam tersenyum dan menyentuh pelan kepala istrinya. Selanjutnya mereka pun bertukar cincin pernikahan dan penyerahan mahar Liam pada Renata. Semua bersorak gembira melihat sepasang kekasih yang saling mencintai itu bisa bersama di ikatan pernikahan.


Setelah selesai dengan ijabkabul yang diadakan di masjid itu mereka segera menuju gedung hotel tempat acara resepsi pernikahan mereka diadakan, di buka dengan acara penyambutan adat itu membuat suasana sakralnya semakin terasa.


Di tengah acara pesta pernikahan mereka, mereka di kejutkan dengan kedatangan Arman dan teman-temannya. Renata dan pihak keluarga langsung terdiam dan was-was takut mereka akan mengacau jalan acar.


"Selamat, Re," ucap Arman dengan mata berkaca-kaca Renata menatapnya dengan kagok, sedangkan Liam sigap berdiri di samping Renata dengan tatapan tajam pada Arman, begitu pula saudara mereka yang berada di bawah panggung, semua tampak tegang. Untungnya Arman segera pergi setelah memberi ucapan selamatnya pada Renata dan Liam. Itu membuat mereka bisa bernafas lega.

__ADS_1


Belum juga begitu lama mereka kembali di kagetkan ke hadiran Laura dan Gio. Laura ikut kaget melihat reaksi kaget Liam dan Renata. Lalu ia pun terkekeh sendirian menyadari yang membuat Liam dan Renata kaget adalah ke hadiran Arman barusan.


Laura yang memang usil langsung mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada Gio.


"Fotoin!" serunya Gio dengan lugunya mengikuti permintaan iseng Laura dan segera memotret Laura yang tengah memeluk paksa Liam dengan tatapan tajam Liam ke arah Laura, sedangkan Renata hanya bisa geleng-geleng kepala. 'Mungkin aku harus terbiasa dengan tingkah Laura mulai sekarang!' batin Renata lalu tersenyum geli.


Setelah memotret kemesraan kekasihnya dan mantan kekasihnya itu, Gio pun menyerahkan handphone itu kepada Laura. Laura langsung mengambilnya dan meng-uploadnya di Instagram miliknya.


@Lagi di nikahan mantan, sakit ati gue. Moga mereka punya anak. Ntar kalo gue nikah punya anak, mau gue jodohin biar gue bisa jadi mertua jahat nantinya... Tulis Laura di caption fotonya. Dia memperlihatkan hasil potret nya pada Liam dan Renata , potret dimana dia tengah di peluk erat oleh Laura dengan Renata di sampingnya yang tampak kaget dan speechless.


Liam hanya bisa terdiam dengan tingkah mantan kekasihnya yang aneh itu. Sedangkan yang sudah mengenal Laura hanya tertawa melihatnya.


"Udah, yuk," ajak Laura pada Gio, ia pun berlalu seraya menggandeng tangan Gio bersamanya.


"Abaikan," gumam Renata pada dirinya sendiri, ia mencoba untuk tenang dan kembali di posisinya semula dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, itu membuat Liam terkekeh melihat apa yang terjadi. Liam menyadari menyentuh lembut bahu istrinya itu.


Lalu mereka kembali fokus pada acara resepsi mereka menyambut ucapan selamat dari para tamu dan permintaan untuk foto bersama pasangan pengantin yang rupawan itu.


Setelah acara selesai tepat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lewat, baru Renata dan Liam bisa bernafas lega. Mereka bisa beristirahat di kamar pengantin mereka di hotel tersebut. Sedangkan keluarga masih ruweh dengan kesibukan mereka masing-masing, sekedar mengobrol, makan-makan dan membereskan segala printilan setelah acara usai.


Liam langsung melemparkan tubuhnya diatas ranjang yang bertaburan bunga mawar merah itu. Dia sudah tidak perduli apa-apa lagi, dia hanya ingin tidur sekarang.



Belum juga dia sempat memejamkan mata, dia sudah di kagetkan dengan Renata yang kesulitan membuka kancing belakang gaunnya.


"Li, tolongin, donk," seru Renata meminta suaminya membuka kancing belakang gaunnya. Liam bangkit dan menarik turun resleting gaun itu hingga terbuka memperlihatkan punggung mulus Renata.

__ADS_1


Renata segera membuka pakaiannya yang tanpa ia sadari Liam masih terpaku di belakangnya dengan senyuman penuh arti. Liam mengelus punggung mulus milik Renata, membuat Renata sontak kaget. Ia melihat kearah Liam yang malah di sambut Liam dengan ciuman hangat di bibirnya. Renata kaget mendapat ciuman dadakan seperti itu.


Berlahan dia sadar dan mengikuti apa yang menjadi mau Liam. Mungkin inilah saat nya dia memenuhi tugasnya sebagai seorang istri.


"Li, aku belum hapus make up ku!" gumam Renata di sela aktifitas mereka.


"Nggak usah di hapus, nanti aja," bisik Liam .Ia pun mengangkat tubuh Renata ke atas ranjang. Renata tidak berani membuka matanya. Dia memejamkan matanya. Dia terlalu takut untuk menyaksikan semua. Dia hanya membiarkan Liam melakukannya tanpa berani menatapnya.


Sedangkan Liam berlahan mulai membuka pakaiannya hingga mereka berdua benar-benar menjadi polos. Sebelum sampai pada inti dari permainan mereka, Liam mencium lembut kening istrinya seolah meminta persetujuan istrinya. Renata hanya membalasnya dengan seulas senyuman, itu sebuah kode untuk Liam bahwa isrtinya bersedia menyerahkan nya padanya.


Dan tidak begitu lama, Liam sudah rebah di samping Renata. Renata yang tadinya mengira ini akan berlangsung lama merasa bingung dan membuka matanya. Dia tidak merasakan apapun, ini di luar ekspektasi nya, yang mana orang katakan sangat menyakitkan, tapi...


Dia melihat Liam yang tengah terbaring dengan menyamping membelakangi nya. Renata menarik bahu Liam, tapi Liam tetap bertahan di posisinya tidak bergeming. Renata menarik dengan keras sekali lagi. Tapi tetap di tahannya.


"Kamu kenapa?" tanya Renata bingung.


"Nggak ada! udah tidur aja, udah malam," seru Liam tanpa mau menoleh ke arah Renata.


Saat Renata bergerak dari posisi tidurnya. Tiba-tiba dia merasakan sesuatu. Dia pun paham dan langsung tertawa. Liam menoleh pada Renata yang tengah tertawa, dia mengernyitkan keningnya dan duduk seraya menarik selimut hingga ke dadanya.


"Kenapa ketawa?" tanya Liam kesal plus malu.


Renata semakin keras tawanya, itu membuat Liam khawatir akan di dengar anggota keluarga lain, yang mana kamar mereka bersebelahan dengan kamar mereka. Liam pun mendekap Renata dengan pelukannya. Hingga Renata menyerah dan memeluk manja suaminya itu.


"Iya, sayang. Ampun, aku diem," ucap Renata seraya menatap suaminya. Liam pun menghentikan aksinya dan merenggang kan pelukannya, kini ia hanya memeluk pelan istrinya itu yang kini juga duduk bersandar di kepala ranjang bersamanya dengan tubuh polos mereka yang hanya berbalut seutas selimut tebal.


"Aku senang, ternyata aku perempuan pertama buat kamu," gumam Renata seraya memeluk suaminya. Liam pun membalasnya dengan senyuman gigitan gemas di bahu polos Renata yang membuat Renata sedikit terpekik dan segera tersadar menutup mulutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Dah Ah, selanjutnya biar mereka saja yang tau 😂🤣😂🤣😂


__ADS_2