
Sesampainya di kontrakkan, Liam di sambut dengan Aiden yang langsung merangkak ke arahnya saat melihat Liam datang.
"Waahhh... Adek dah tau ayah ya sekarang," seru Renata yang melihat Aiden yang langsung keluar saat mendengar suara ayahnya mengucapkan salam.
Liam langsung menggendong anaknya itu dan menciumnya dengan gemas. Sedangkan Aiden langsung melingkarkan tangannya di leher Liam seakan tidak ingin melepasnya. Seolah ia ingin mengajak Liam bermain seperti biasa saat Liam datang mengunjunginya.
"Dji ... Dji ... Dji ...," celoteh Aiden seraya memukul wajah ayahnya. Liam mengernyitkan keningnya dengan expresi kaget yang lucu mendengar celoteh anaknya yang terdengar menggemaskan itu.
"Ngomong apa? Dedek ngomong apa sih?" ucap Liam lembut dengan tatapan dan senyuman yang hangat pada putranya yang tengah tertawa itu.
"Itu maksudnya, Li, alias Liam, hahaha... Gue yang ajarin tadi," sahut Lusi yang baru keluar dari kamarnya dengan tawa usilnya. Itu membuat Liam mengernyitkan keningnya.
"Kok panggil ayah pakek namanya, sayang?" seru Renata seraya mencubit gemas pipi gembul Aiden. "Ini kerjaan lo, Si?" tuding Renata dengan tatapan menghunus pada Lusi.
"Yeee... Dia yang nyariin bapaknya terus, gue mah cuman ngasih tau, anak kalian aja yang pinter, di kasih tau langsung paham," kilah Lusi seraya terkekeh lalu menghampiri Aiden yang tengah bermain bersama Liam.
Setelah mengobrol sebentar mereka pun berangkat. Lidya yang sedari tadi diam di dapur, keluar saat Renata dan Liam akan pergi. Dia membawa sebuah tempat makanan.
__ADS_1
"Lauk untuk Aiden makan besok, baru Mama masak tadi," ucap Lidya menyerahkan tempat makan itu kepada Renata. "Jaga mereka baik-baik," ucap Lidya lagi, kali ini dia menatap Liam, Liam tersenyum dengan expresi sungkan dan kaku.
Setelah itu merekapun pergi. Mereka menikmati jalan-jalan malam mereka dengan sangat bahagia.
Mereka tengah mencari jajanan yang enak buat mereka makan malam ini sebelum mereka ke hotel. Mereka berjalan mencarinya di sepanjang jalan trotoar taman kota. Di sana banyak pedagang kaki lima yang menyajikan makanan camilan malam, dari bakso, mie ayam, sate dan banyak lagi. Suasana malam ikut membuat mereka sangat menikmati perjalanan mereka.
Liam menggendong Aiden dengan gendongan kangguru dengan posisi Aiden menghadap ke arah Liam. Ini tampak semakin sweet di mata semua orang. Paras Liam yang rupawan terlihat tampak menggemaskan saat sedang menggendong anaknya seperti itu. Apalagi Aiden juga terlihat sangat menggemaskan dengan pipi tembemnya, dia terlihat gemuk dan sehat.
Hanya Renata yang menyadari jika suami dan anaknya menjadi pusat perhatian sepanjang jalan. Sedangkan Liam tampak cuek seolah-olah tidak tau apa-apa. Renata berjalan di samping Liam, menggandeng tangan suaminya. Yang di sambut dengan cengkraman hangat hangat Liam pada tangan Renata. Mereka saling pandang dan tersenyum sambil terus melanjutkan perjalanan mereka.
Hingga mereka berhenti di salah satu angkringan nasi goreng. Mereka memesan nasi goreng seafood, berhubung di rumah tadi Liam hanya makan sedikit karena kurang berselera dengan masakan ibunya yang terasa aneh tadi di rumah. Hingga membuat dia kembali merasa lapar.
"Waaahhh... Anaknya tampan sekali, ya," sapa si wanita yang tampak sangat antusias dengan Aiden. "Umur berapa bulan ini, mas" tanya nya lagi.
"10 bulan," jawab Liam singkat dengan seutas senyuman ramah.
"Kami sudah 7 tahun menikah dan belum di karuniai seorang anak. Sempat angkat anak tapi dia meninggal beberapa bulan lalu," terang si wanita yang tampak masih sangat berduka. Liam tercekat mendengarnya. "Kalian beruntung bisa punya anak setelah menikah, jadi jangan sia-siakan anak ini, tidak semua orang bisa memilikinya," ucap si wanita yang tampak masih sedih. Suaminya yang berada di sampingnya segera memeluknya yang tampak mulai tidak bisa menahan diri. Liam dan Renata saling pandang.
__ADS_1
"Di doakan saja, buk. Agar anaknya tenang di sana," ucap Renata yang mencoba menghiburnya.
Mereka pun terus mengobrol dengan Sepasang suami-istri itu hingga mereka selesai dengan makan mereka.
Selesai jalan-jalan mereka pun langsung menuju hotel tempat mereka menginap malam ini. Aiden tampak sudah tidur, mungkin karena sudah larut hingga dia mengantuk.
Liam sedang duduk di balkon hotel, Renata yang baru selesai meniduri Aiden pun menyusul suaminya ke balkon. Dia memeluk suaminya dari belakang, ia yang tengah bertopang pada besi pengaman balkon seraya menikmati pemandangan malam, saat menyadari istrinya memeluknya ia segera berbalik dan menatap istrinya dengan tatapan hangat, seutas senyum terlihat di wajahnya. Ia memeluk istrinya itu seraya menikmati view pemandangan kota dari lantai hotel itu.
"Keluarga kita bahagia walaupun tidak mendapatkan pengakuan semua orang," gumam Liam. Renata menatap suaminya itu.
"Aku hanya butuh kamu, Li. Jangan tinggalin aku. Aku nggak peduli akan jadi simpan kayak gini," ucap Renata menatap suaminya itu. Liam menangkup wajah istrinya itu dengan ke dua tangannya.
Dan ia beralih memegang dagu istrinya itu dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir merah istrinya itu, Renata menyambutnya dengan hangat. Mereka memejamkan mata mereka seakan menikmati hasrat cinta mereka yang tak terbendung. Liam mengangkat istrinya itu ala bridesmaid menuju ranjang.
Malam itu mereka lalui dengan penuh cinta. Hingga mereka lelah dan terbawa dengan hasrat mereka. Hingga malam semakin larut dan menghanyutkan mereka dengan malam yang panas dan penuh cinta kasih.
Selesai dengan malam indah mereka. Liam memeluk istrinya itu sampai ia tertidur dan hanya dengan seutas selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
__ADS_1
Sedangkan Aiden tetap dengan tidur nyenyak malam itu tanpa terganggu oleh ayah dan ibunya. Begitu lah malam itu berlalu bagi mereka berdua.
BERSAMBUNG...