
Liam berjalan menuju gang sempit itu. Jalanan yang basah karena habis hujan membuat Liam harus berhati-hati agar tidak terkena genangan air hujan. Saat sampai dari kejauhan Renata melihat kedatangan Liam. Sosok laki-laki tinggi putih itu terlihat mencolok dimata semua orang. Tak jarang saat ia melangkah banyak mata yang mengekorinya. Hingga Liam hanya tersenyum canggung pada mata yang menatapnya, karena memang sikap ramah Liam sering menyapa mereka yang tidak di kenalnya.
Ada debaran di hati Renata saat melihat sosok suaminya itu. Tapi logikanya kembali menyadarkannya. Dia segera memasang expresi tak bersahabat dalam menyambut Liam. Liam pun melihat expresi itu. Tapi dia tidak merasa gentar, ada perasaan ingin menggodanya. Itu terlihat dari sebuah senyuman yang tersungging dari wajah Liam.
"Mau apa kamu datang lagi? Apa pantas kamu datang seenaknya kayak gini?" hunus Renata pada Liam yang baru sampai di depan kontrakannya itu.
"Mau lihat anakku lah jelas. Aku nggak mau lihat kamu. Awas kamu," ucap Liam menepis Renata yang membuat Renata beraksi.
"Enak aja. Setelah kamu bersikap nggak peduli, terus kamu sekarang bersikap seolah-olah nggak ada apa-apa?" sudut Renata pada sikap Liam. Liam tersenyum menatap Renata.
"Seharusnya yang marah itu aku. Kamu pergi nggak izin. Aku sekarat di rumah sakit aja kamu nggak tanyain kabarnya. Lagian ngapain aku jemput orang yang mau pergi. Jadi aku nggak peduli sama kamu, aku peduli sama anak aku yang kamu bawak kabur," tukas Liam. Renata terdiam. Entah apa yang di pikirkan Liam, dia bisa bersikap santai dengan apa yang terjadi.
Untung di gang itu tengah sepi, jadi pertengkaran kecil mereka tidak mengundang perhatian banyak orang.
Liam langsung mendongak ke dalam rumah tanpa berani Renata cegah lagi. Tapi di rumah terlihat sepi. Liam menatap Renata.
__ADS_1
"Eh cewek gendut. Kamu sembunyiin di mana anak aku?" tanya Liam pada Renata. Renata langsung membelalakkan matanya atas ucapan Liam barusan.
"Gendut? Eh Liam Adlar. Bukan aku yang kegendutan, tapi kamu yang terlalu kurus," tukas Renata yang masih menjemur pakaian itu. Dan sekarang berkacak pinggang karena kesal dia panggil gendut oleh Liam.
"Iya, aku kurus gara-gara nggak ada yang urus, kamu gendut karena beban dosa ninggalin suami tanpa izin," sindir Liam yang masih berdiri di depan pintu seraya melipatkan kedua tangannya di depan dadanya dengan bergelut dada.
"Nih setan kayaknya sengaja cari ribut," rutuk Renata. Liam hanya tersenyum.
"Yaudah, jawab aja. Anak aku kamu sembunyiin dimana?" tanya Liam lagi.
"Awas, aku mau masuk," ucap Renata dengan mata melotot. Liam pun memberi Renata jalan masuk.
Liam tanpa perintah pun segera mengekori langkah Renata yang tampak masih kesal padanya.
"Ngapain kamu masuk? Ini bukan rumah kamu, ya," ucap Renata lagi pada Liam yang mengekori langkahnya.
__ADS_1
"Ini rumah aku lah, di sini ada anak dan istri aku. Walau istrinya durhaka," ucap Liam yang membuat Renata membulat kan matanya lagi. Ingin rasanya dia membanting ember hitam yang di pegangnya pada Liam, tapi ia masih berusaha menahan diri. "Udah, nggak usah di lama-lamain deh, kasih tau aja, anak aku kamu kemanain? Jangan sengaja muter-muter jawabnya. Apa sengaja biar aku nggak pergi dari sini?" ucap Liam percaya diri menyudutkan Renata.
"Di bilang nggak tau masih juga. Di bawa Mama tadi keluar. Lagian siapa yang ngarapin kamu ada di sini. Yang ada aku pengen usir kamu dari sini," tukas Renata. Langsung ke kamarnya setelah meletakkan embernya di tempatnya di dapur.
Sesampainya di kamar Renata segera membanting pintu kamarnya. Liam hanya menatapnya dan duduk di luar di sebuah kursi usang di teras kontrakkan Renata. Gang sempit itu masih tampak sepi sekarang. Mungkin karena masih pukul 1 siang sehingga orang masih sedang sibuk bekerja.
Sedangkan Renata di kamar tengah mengganti pakaiannya bersiap akan pergi kerja. Dia tengah mencerminkan dirinya di sebuah cermin yang cukup besar. Ucapan Liam yang mengatakannya gendut barusan membuat dia kepikiran. Dia melihat bentuk tubuhnya di depan cermin besar itu. Dia berputar di depan cermin itu memantaskan dirinya.
"Nggak gendut-gendut amat," ucap Renata seakan ingin membantah ucapan Liam barusan. Dia tampak kesal ingat ucapan Liam barusan yang mengatakan dia gendut.
Sedangkan Liam di luar masih celingak-celinguk mencari sosok anaknya yang belum pulang dari tadi.
BERSAMBUNG...
.
__ADS_1