
Renata sedang mengobrol dengan teman masa kecilnya Putri. Putri merupakan sahabat sekaligus tetangganya juga sepupu dekatnya anak kakak laki-laki ibu Renata, yang juga merupakan kakak sulung ibunya. Putri lah yang selama ini menjadi teman cerita Renata semenjak di kampungnya.
"Aku mau selesein kuliah aku , Put. Setelah itu aku mau cari kerja. Nanti kalo aku sama Liam benar-benar cerai, aku sudah punya kerjaan buat jaminan hidup aku sama Aiden," cerita Renata yang tengah memangku Aiden.
"Ayo lah, Re. Jangan kayak gini. Kalian itu suami istri. Toh kalau memang Liam mau cerai, pasti sudah jauh-jauh hari dia lakukan. Tapi sejauh ini dia yang mati-matian bertahan, mungkin kamu sekarang cuman lagi baby blues aja. Jangan buru-buru ambil keputusan, nanti kamu nyesal lo!" terang Putri, membuat Renata mulai berpikir. Dia melihat Aiden. "Hubungan itu di pertahankan oleh 2 orang, kalau salah satunya lemah kasian yang lain, Re, berjuang sendirian. Jangan lepaskan laki-laki sebaik Liam. Ayo Re, berjuang bersama dia mempertahankan hubungan kalian, yakinin Mama Liam kalo kamu pantas buat Liam," Renata terdiam sesaat.
"Kalo memang Liam serius sama hubungan kita seharusnya sudah lama dia jemput aku sama Aiden, Put. Liam itu sama aja kayak Mamanya, mereka berubah semenjak tau tentang Mama aku," tukas Renata pada Putri.
"Kan kamu sendiri yang cerita, Re. Buat lunasin hutang Mama kamu Liam ambil banyak kerjaan. Mungkin kan kalo dia lagi sibuk sekarang. Jadi ndak bisa jemput kamu. Jangan sampai kamu nyesel nanti lihat Liam di gaet perempuan lain. Liam itu ganteng lo. Hari ini kamu lepas dia, besok mungkin udah banyak yang antri buat dia," ucap Putri menakuti Renata. Renata kembali berpikir. Dia meremas tangannya berusaha menguasai diri untuk berpikir tenang.
"Sesibuk apapun dia. Dia pasti punya waktu juga buat jemput kita, Put. Nelpon aja baru kemaren. Itu pun yang di tanyain cuman Aiden. Aku sama sekali nggak di tanya," pungkas Renata.
Putri tau apapun yang ia katakan, Renata akan terus membantahnya. Renata sudah di kuasai oleh emosi dan prasangkanya sendiri saat ini.
__ADS_1
Putri pun menyerah untuk menasehati Renata yang keras kepala ini.
Tapi jauh di dalam hati Renata memang tidak bisa di pungkiri, perasaannya pada Liam itu nyata. Hanya keras kepalanya yang membuat dia merasa bisa tanpa Liam, pada kenyataannya tidak satu detik pun dia lewati tanpa mengingat Liam.
Tiba-tiba tangis Renata pecah. Dia mulai merasa bingung dan bimbang lagi. Dia merasa sangat tersiksa dengan keadaannya bersama Liam. Dia mencintai Liam tapi untuk bersama seperti hal yang mustahil untuk nya bersama Liam.
Putri yang bingung hanya bisa memeluk saudara sepupunya itu. Dia ikut merasa miris dengan keadaan Renata dan Liam
Renata hanya tertawa mendengarnya dengan Aiden yang terkekeh di pangkuannya.
...***...
Di sisi lain Liam sebelum pulang mampir ke butik ibunya sebentar. Dia tidak turun, dia menunggu di dalam mobilnya. Sementara Anin terlihat baru keluar dari butiknya.
__ADS_1
Saat Anin keluar dia tampak di cegat seorang pria. Liam hanya memperhatikan dari kejauhkan. Dia tampak penasaran dengan laki-laki yang datang menghampiri ibunya itu. Liam terus memperhatikannya dari dalam mobil.
Tapi saat ibunya datang Liam mengurungkan niatnya untuk bertanya. Dia lebih memilih untuk diam dan tidak mau terlibat.
...***...
Di lain sisi ada Gio yang baru sampai bandara. Setelah menerima foto yang di kirim Laura saat dia bersama Liam di hotel, Gio segera bersiap pulang. Api amarahnya berkobar sekarang. Laura benar-benar sudah keterlaluan. Dia menginap dengan mantan kekasihnya Liam di hotel dan menghabiskan waktu bersama semalaman. Gio sudah membatalkan semua meetingnya bersama kliennya khusus untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Dia menelpon Laura, Laura tidak mengangkatnya. Laura hanya menatap layar ponsel itu dengan senyuman.
"Aku tidak suka di jadikan istri muda mu, Gio. Kamu lihat saja, aku bisa senekat apa nanti," gumam Laura sendirian di kamarnya masih dengan menatap layar ponselnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1