
Sedetik kemudian Liam tidak sadarkan diri di ruang tamu. Dia ambruk karena keadaannya sudah lemah dan di tambah lagi dia harus menghadapi kenyataan bahwa Lidya membawa serta anak dan istrinya pergi.
Ya, sekali lagi Lidya menghancurkan kebahagiaannya. Lidya kembali menjadi momok di kehidupan keluarga Liam. Setelah itu Liam tidak tau apa yang terjadi padanya.
Dia larut di mimpi dalamnya. Liam di bawa kembali pada masa lalu. Pertengkaran kedua orang tua, kini kembali menghantui Liam. Makian mereka satu sama lain terdengar sangat menyakitkan dan menakutkan. Liam berusaha menutup telinganya untuk tidak mendengarnya, tapi malah semakin jelas terdengar.
Liam semakin ketakutan mendengarnya. Liam menutup kedua telinganya dengan lebih keras. Liam semakin tidak tahan dengan keadaan ini. Liam lari dari sana Liam melewati sebuah pintu, dia malah menemukan Tera yang histeris karena skizofrenia nya. Liam bingung dengan apa yang tengah ia lihat.
Sedetik kemudian Tera tergantung bunuh diri dengan tubuh kaku itu kembali Liam lihat. Tubuh kaku dengan lidah yang terjulur menandakan kesakitan yang luar biasa Tera rasakan di saat ajalnya. Liam seperti terpaku di hadapan jasad Tera yang tergantung. Liam menangis sesak di hadapan jasat kaku itu. Kenapa yang menakutkan ini kembali ia lihat.
Mata Liam kembali liar menatap mencari jalan keluar dari ketakutan yang luar biasa baginya. Liam menemukan sebuah pintu, ia pun buru-buru keluar dari ruangan menakutkan itu. Setelah berusaha keras membukanya, akhirnya Liam bisa membukanya.
Liam kembali menemukan sebuah ruangan. Di ruangan yang baru terbuka itu Liam menemukan sebuah jasad dia atas brankar dorong. Dengan tatapan yang ketakutan Liam mendekati brankar itu.
Liam merasa semakin ketakutan, tapi dia tetap melangkah mendekati brankar itu. Dia pelan-pelan membuka penutup kain putih yang terdapat bercak-bercak merah seperti darah. Liam tidak ingin membukanya tapi alam bawah sadarnya malah menggerakkan tangannya untuk membukanya.
Liam melihat sebuah jasad tidak berbentuk, hancur dengan warnah merah darah yang melumuri jasad itu. Liam langsung terjatuh ketakutan melihat jasad itu.
"CUKUUUUPPPP.... CUKUP, CUKUP, AKU TIDAK MAU LIHAT ... Cukup ...," isak Liam berteriak histeris di ruangan itu dengan linangan air mata dan keringat yang bercucuran karena ketakutan luar biasa yang ia rasakan.
Liam bangkit dan kembali buru-buru lari keluar dari ruangan itu. Pintu terbuka, sebuah cahaya terang menyilaukan mata Liam, Liam mengangkat tangannya melindungi matanya dari silauan cahaya itu. Setelah beberapa saat Liam dapat melihatnya.
Di sana ada Lidya yang tengah menggendong Aiden dan Renata yang menggandeng tangan Lidya. Dengan senyuman dia menatap Liam seakan mengejek ketakutan Liam.
__ADS_1
"Sayang, jangan pergi. Jangan pergi bersamanya, jangan, jangan tinggalin aku, aku mohon" isak Liam memohon.
Tapi Renata hanya tersenyum dan membalik badan bersama Lidya dan Aiden, mereka pun melangkah pergi. Lidya membawa anak dan istrinya pergi dan tenggelam di antara kabut putih yang berlahan menghilang diantara kabut itu. Liam histeris dan berteriak keras memohon agar Lidya mengembalikan anak dan istrinya itu kembali.
Tapi saat Liam akan berlari mengejar Lidya dia malah di tahan oleh seseorang, Liam menoleh melihat sosok yang menahan tangannya. Ternyata itu adalah ibunya, dengan seutas senyuman yang menakutkan. Dia menggenggam erat tangan Liam sehingga Liam tidak bisa pergi mengejar anak istrinya itu.
"Mah, lepas. Lepas, Mah," seru Liam tapi Anin tetap memegang erat tangan Liam. Liam berteriak histeris dan merasakan ketakutan yang luar biasa. Seiring dengan itu Lidya sudah menghilang di antara kabut putih itu.
"NGGAAAAKKKKK, JANGAAAANNNNN.... JANGAN AMBIL ANAKKU. KAU TIDAK BOLEH MEMBAWA MERAKA MAUREN. KEMBALI....," teriak Liam ketakutan.
"Li, Liam... Bangun, nak! Ini Mama sayang, Li, sadar nak," seru seseorang. Karena ternyata itu adalah mimpi buruk Liam.
Berlahan mata Liam terbuka, tapi dia masih belum dapat melihat dengan jelas. Pelan-pelan mulai terlihat ada bayangan putih lalu berlahan mulai terlihat jelas bahwa itu sebuah ruangan. Surga? bukan. Sesaat Liam sadar bahwa sekarang ia sedang berada di sebuah ruangan asing. Rumah sakit! ya, Itu adalah rumah sakit.
"Renata ... Aiden ...," seru Liam yang baru bangun dan panik. Itu kalimat yang Liam ingat pertamakali saat baru bangun. Ibunya mengusap lembut kepala putranya itu.
"Kamu sudah bangun?!" tanya Anin dengan sebuah senyuman yang beriringan dengan air matanya.
"Rere pergi, Aiden juga!" seru Liam lemah hampir tidak terdengar.
"Jangan pikirin itu dulu. Kamu masih sakit," ucap ibunya lembut. Tapi berlahan Liam mulai histeris dan meracau mengatakan semuanya.
"Tidak, Ma. Lidya membawa pergi anak dan istriku. Dia merebut semua dariku. Dia janji dia akan pergi kalau aku membayar hutangnya. Dia bohong, dia ingkar dengan janjinya, Ma" ucap Liam semakin histeris, tanpa ia sadari malah membuat Anin mengetahui semuanya. Anin tercekat mendengar pernyataan Liam.
__ADS_1
"Hutang? Hutang apa?" tanya Anin bingung.
"Lidya janji, kalo aku bayar hutangnya dia akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Tapi dia bohong. Ayo, Mah. Cari dimana Lidya. Liam harus ambil kembali Aiden dan Renata darinya, AYO MA, CEPAT MAAA...." teriak Liam tidak terkendali. Anin hanya terpaku mendengar pernyataan Liam barusan. Dia terus menatap putranya yang sudah seperti separuh gila saat sadar. Beriringan dengan air matanya.
'Mauren jahanam ternyata kau memperalat putraku' rutuk batin Anin yang masih terpaku.
Sikap agresif Liam itu membahayakan nya karena alat medis yang masih terpasang di tubuh Liam. Semua orang yang ada di ruangan itu mencoba menenangkan Liam. Tapi tidak bisa. Sampai akhirnya seorang dokter datang dan buru-buru mengambil tindakan menyuntikkan obat penenang pada Liam. Yang membuat Liam kembali lemah dan kehilangan kesadarannya.
Anin hancur melihat keadaan Liam. Liam sangat terpukul dengan kepergian Renata bersama Aiden.
"Ini gimana, mbak?!" Ana ikut takut dengan keadaan yang ada.
Anin tidak menjawab, dia masih diam kaget dengan pernyataan Liam barusan. Ternyata melihat kehadiran Lidya belum cukup membuat dia kaget, sekarang dia mendapati fakta baru, bahwa Liam di peras oleh Lidya untuk membayar hutangnya.
BERSAMBUNG...
________________________________________________
PENGUMUMAN
Saya sedang ada sedikit kendala di dunia nyata. Jadi saya selaku Author dari novel ini mohon izin untuk hiatus selama 1 minggu. Hari Senin satu minggu lagi, saya berjanji akan grazy up, Dan akan up seperti biasa lagi setiap harinya. πβΊοΈ
Saya mohon pengertiannya untuk semuanya...ππ Hanya 1 minggu kok πππβΊοΈ
__ADS_1