Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Cinta diantara mereka


__ADS_3

Liam meminta Renata menemuinya untuk mengambil ATM yang di janjikan Liam kemaren padanya. Dia melihat laki-laki tampan itu yang baru keluar dari kantornya. Renata sengaja dandan cantik hari ini karena ada perasaan ia ingin di lihat Liam cantik, setelah Liam meledeknya gendut. Selain itu dia memang baru pulang mengurus skripsinya dan selesai dengan urusan itu ia langsung menemui Liam di dekat kantor Liam.


Liam meminta Renata untuk tidak ketahuan dengan pak Budi pamannya untuk menghindari agar jangan sampai ketahuan ibunya. Liam tidak ingin ada masalah lagi nantinya. Dan bisa saja itu akan mempersulit ia untuk kembali bertemu Renata dan Aiden.


Renata menatap kedatangan Liam dengan senyuman simpul seraya bergelut dada.


"Nih, pinnya masih yang lama. Jangan di ilangin lagi. Ngurus nya ribet, buang-buang waktu seharian cuman buat antri ngurus ginian di bank," ucap Liam seraya menyerahkan kartu pipih itu, belum juga Renata sampai mengambil nya, Liam sudah menariknya kembali. "Kapan kamu mau menuhin kewajiban kamu sebagai istri?" goda Liam membuat Renata membulatkan matanya.


"Punya satu anak kamu aja itu udah beban berat buat aku. Lagian jangan gila deh kamu. Sampai kapanpun Mama kamu nggak akan pernah restuin kita," tukas Renata yang membuat Liam tertunduk. Renata menjadi ikut bersedih. "Jangan banyak berharap lagi sama hubungan kita bisa kayak dulu lagi. Li ... Ayo kita coba hidup masing-masing aja sekarang," ucap Renata kembali.

__ADS_1


"Nggak. Aku nggak bisa sama wanita lain. Kalo kita pisah aku akan lajang selamanya. Sampai aku mati. Cukup Aiden seorang anak aku. Aku mau punya anak lagi kalo itu sama kamu," ucap Liam dengan menatap mata Renata. Renata terdiam tercekat, setelah apa yang terjadi Liam masih ingin mempertahan kan hubungan mereka.


"Kita nggak bisa sama-sama. Apa ibu kamu bisa terima aku, Li? Apa kamu dan Mama kamu bisa terima Ibu aku? Sampai saat ini pun aku masih nggak pernah dengan kamu manggil Mama aku, Li? Kamu masih menghindari Mama aku. Mana mungkin kita bersama dengan hubungan kita yang kayak gini. Lebih baik kamu mulai saja hubungan dengan orang lain, yang jauh lebih bisa di terima keluarga kamu dan nyaman juga keluarganya untuk kamu. Aku merasa jadi beban untuk kamu selama ini," terang Renata.


"Apa kita tidak bisa menjalani hubungan antara kita saja, dimana orang lain tidak perlu tahu. Hanya kita saja yang tahu tentang hubungan kita. Dimana biarkan orang lain menganggap kita sendirian. Tapi pada kenyataannya kita saling memiliki. Sebuah hubungan yang tidak perlu pengakuan semua orang, cukup kita yang jalani dan tau bagaimana hubungan kita," ucap Liam. Renata tersenyum sinis.


"Apa kamu bisa kayak gitu, Re? Apa hanya aku yang jatuh cinta hingga bisa mati karena merindukan kalian? Kenapa hanya aku yang rindu untuk bisa bersama, Re? Perasaan aku sama kamu itu bukan perasaan sesaat. Aku nggak bisa lepasin kamu atau pun Aiden gitu aja dari hidup aku. Aku nggak bisa pura-pura kalau kalian tidak pernah ada dalam hidup aku," ucap Liam berkaca-kaca.


Betapa ingin Renata mengatakan bahwa Liam adalah laki-laki istimewa baginya, laki-laki terbaik yang pernah tuhan berikan untuknya. Tapi sangking sempurna nya dia untuknya, hingga tuhan meminta pengorbanan yang begitu besar darinya untuk bisa memiliki Liam. Pengorbanan yang tidak akan pernah bisa ia penuhi, yaitu meninggalkan ibunya. Sosok yang selalu menjadi momok bagi kehidupan keluarga Liam.

__ADS_1


"Kamu bisa datang temuin Aiden kapanpun, tapi kita tidak bisa hidup bersama, Li," ucap Renata lalu ia pun pergi meninggalkan Liam yang masih terpaku.


"Aku tidak akan menceraikan kamu, Re. Tidak akan pernah. Aku tidak akan melepaskan cincin ini dari jari aku," seru Liam yang membuat langkah Renata terhenti dan air matanya pun seketika menetes.


untungnya jalanan sepi sehingga mereka tidak jadi pusat perhatian orang-orang. Lalu Renata kembali melanjutkan perjalanannya meninggalkan Liam yang masih berdiri di posisinya.


'Terimakasih kau selalu mempertahan aku, sayang,' batin Renata di dalam angkot. Ada seulas senyum di wajahnya di balik matanya yang basah karena air mata.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2