Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Bayangan Yang Mengganggu


__ADS_3

Liam pulang tanpa mengucapkan apapun pada Laura. Laura penasaran tapi dia masih mengantuk. Akhirnya dia mengabaikan kepergian Liam.


Setelah mengganti pakaiannya dengan stelan kantornya Liam pun segera menuju kantornya. Liam langsung keruangan Pak Budi direkturnya sekaligus merupakan ayah kandung Bimo. Di ruangan sudah ada pak Budi bersama Bimo yang sudah menunggu Liam.


"Kamu awasin nggak sih, Li, ini proyek? Kenapa bisa melenceng jauh gini hasilnya, lihat ini," seru pak Budi seraya menunjukkan berkas-berkas desain Liam. "Kamu itu kenapa, Li? Kalo memang belum siap untuk kerja kamu bisa istirahat dulu. Kalo kayak gini kamu merugikan perusahaan namanya. Tidak biasanya kamu kayak gini. Kamu itu biasanya yang paling gigih mempertahankan desain kamu, nah ini melenceng sejauh ini gimana ceritanya kamu bisa tidak tau ...," omel Pak Budi pada Liam.


Liam hanya terdiam mendengarnya. Dia memang tidak konsentrasi saat ini. Permasalahannya bersama Renata benar-benar menguras hati dan pikirannya.


Keluar dari ruangan pak Budi Liam langsung terduduk lemas di depan meja kerjanya. Liam mendekap wajahnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di atas mejanya itu. Saat-saat lemahnya begini betapa dia ingin ada orang yang bisa mendengarkan dia. Sayangnya dia hanya sendirian Saat ini. Tidak ada tempat ia berkeluh kesah.


...***...


Semenjak Renata pergi dari hidup Liam, dia hanya makan di cafe atau restoran, ibunya Anin sibuk dengan pekerjaannya. Ini pula lah yang melatarbelakangi dia bisa maag, terkadang jika terlalu malas memesan makanan, dia akan menahan laparnya.

__ADS_1


Saat sedang asyik dengan makan malamnya sendirian di kafe, Liam di telfon ibunya.


"Li, besok Mama pulang. Jemput Mama jam 2 di bandara besok, ya" telfon ibunya. Liam tidak menjawab, dia malah lanjut dengan makannya.


Sesaat dia melirik ke handphonenya. Dia iseng menghubungi nomer Renata melalui vidio call. Sesaat matanya membulat melihat nomor ya sudah bisa terhubung dengan Renata, karena tempo hari nomornya di blok oleh Renata. Dan mujurnya lagi Renata mengangkat Vidio Call Liam itu.


Yang pertama Liam lihat adalah wajah putranya. Itu membuat Liam sumringah.


"Haiii.... Sayang! Apa kabar Aiden? Ayah kangen ...," ucap Liam berkaca-kaca. Renata mengintip expresi Liam itu. Wajah laki-laki lembut itu terlihat sangat bahagia bisa melihat anaknya lagi. Renata terus menatap wajah Liam di balik layar itu tanpa bisa Liam lihat wajah Renata balik. Hanya Aiden yang bisa Liam lihat.


Vidio Call barusan mampu menghibur hati Liam yang sedang kacau itu. Semangatnya kembali ada, seperti tanaman kering yang mendapat siraman hujan.


Liam masih menatap layar ponselnya dia mengusap potret Aiden yang ada di wallpaper layar handphonenya itu. Liam menarik nafas panjang dan tersenyum miris juga sedih.

__ADS_1


"Ayah kangen Aiden, haaahhh... Tidak apa-apa, nanti kita pasti bisa ketemu lagi," gumam Liam sendirian. Lalu ia pun menyimpan handphone kembali kesaku jasnya.


...***...


Keesokkan harinya, Liam menjemput ibunya ke bandara. Dia menunggu kedatangan ibunya dengan memainkan gawainya. Saat sedang asyik memainkan gawainya tiba-tiba terdengar panggilan kedatangan pesawat yang di naikin ibunya. Dia pun berdiri di pagar pembatas untuk menunggu kedatangan ibunya.



Setelah beberapa saat, Tampak Anin yang baru keluar, dia melambai pada Liam dengan senyuman sumringahnya. Liam pun melambaikan tangannya pada ibunya itu dengan seutas senyum tipis.


"Habis liburan, ya senang lah," gumam Liam sendirian yang seolah menyindir ibunya yang baru datang. Dia juga tidak menyadari gumaman Liam.


Sepanjang perjalanan Anin menceritakan perjalanan liburannya yang menyenangkan. Liam hanya bersikap sebagai pendengar yang baik. Hanya tersenyum dan mengangguk sebagai reaksinya.

__ADS_1


Liam agak kesal dengan tingkah ibunya ini, dia seakan-akan sedang menelantarkan anaknya sendirian di rumah. Semenjak kepergian Renata dan Aiden, Anin selalu sibuk traveling keliling bersama sahabatnya, ataupun dengan pegawainya. Liam selalu menolak tiap kali diajak.


BERSAMBUNG...


__ADS_2