Izinkan Aku Mencintainya Ibu

Izinkan Aku Mencintainya Ibu
Kenangan Buruk


__ADS_3

Siang itu Anin meminta Liam menemuinya di kafe dekat butiknya. Liam datang menemui ibunya itu disana.


Saat melihat kedatangan Liam, Anin segera melambaikan tangannya untuk memberi tahu posisinya pada Liam. Saat melihat ibunya itu, Liam segera menghampirinya. Ternyata Anin tidak sendirian, dia tengah bersama seseorang dan satu orang perempuan cantik di sampingnya. Liam mulai merasakan gelagat tidak enak.


"Ini dia Liam anakku, Mon!" ucap Anin pada Liam yang baru datang bahkan belum sempat untuk duduk. Liam hanya menyambut ucapan ibunya dengan senyuman canggung. Horor nih kayaknya, batin Liam.


"Wah, tampan sekali putramu, Nin. Cocok lah sama Bianca, nih," ucap si wanita paruh baya dengan dandanan ala sosialitanya yang mencolok. Si gadis di sampingnya yang tampaknya dia lah Bianca itu, ia tersenyum malu menatap Liam. Liam menelan salivanya yang terasa susah tertelan itu. Dia benar-benar merasa di jebak ibunya saat ini. Ibunya sama sekali tidak pernah membicarakan hal ini padanya sebelumnya.


Mereka terus mengobrol sambil makan siang. Bianca tampak sangat tertarik pada Liam. Sedangkan Liam hanya diam dari tadi, makan pun dia jadi tidak berselera lagi. Di tambah lagi sikap Bianca yang seolah terus ingin menarik perhatian Liam. Itu membuat Liam semakin risih saja rasanya.


Selesai dengan makan siangnya, Liam buru-buru pergi bahkan sebelum sempat ia habiskan makanannya. Dia hanya sempat mengucapkan salam perpisahan sebentar, lalu buru-buru pergi. Liam tidak mau terjebak dalam obrolan yang akan menjebaknya dalam suatu perjodohan konyol nantinya. Anin yang melihat itu segera mengejar Liam keluar.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih, Li? Ninggalin orang yang masih makan dan kamu nggak habisin makanan kamu," ucap ibunya yang mengejar Liam hingga ke tempat parkir itu.


Liam menatap ibunya itu.


"Aku nggak suka di jodoh-jodohin kayak gini, Mah. Lagian kan aku juga belum urus perceraian aku sama sekali. Mama nggak takut nantinya akan timbul masalah kalo Mama kayak gini?! Apa kata orang-orang nantinya? Mama mau di cap mertua jahat, karena aku masih berstatus suami Renata," ucap Liam tajam menunjukkan ketidak setujuannya pada tindakan Anin.


"Terus kamu mau sampai kapan kayak gini? Sudah berbulan-bulan kamu pisah sama Renata. Sudah saat nya kamu mencari penggantinya. Ceraikan dia segera dan jangan pernah berharap sama dia lagi. Mama sampai mati pun nggak akan restui kamu dengan anak perempuan itu. Mama tidak akan pernah sudi menerimanya," tegas Anin.


"Bagaimana Mama bisa ngomong kayak gitu sama aku? Aku bahkan harus nemuin psikiater buat lupain kejadian itu, Mah. Sekarang Mama ungkit hal itu seolah-olah itu bukan masalah apa-apa buat aku," ucap Liam tampak sangat marah dengan pernyataannya. Anin terdiam melihat tatapan amarah Liam. Liam benar-benar terlihat marah sekarang.


Liam langsung masuk mobilnya dan membanting pintu mobilnya cukup keras di hadapan Anin yang membuat Anin terdiam kaget. Ia pun meninggalkan ibunya yang masih terpaku berdiri dan mulai menyadari ucapannya barusan memang sudah agak keterlaluan.

__ADS_1


Saat itu bahkan Liam berjuang keras untuk melupakan kejadian kelam itu, tapi sekarang ibunya malah menggunakan itu untuk mengancamnya, Liam benar-benar tidak bisa terima ucapan ibunya itu.


Itu membuat Liam kembali membayangkan kejadian itu lagi. Dia juga mulai di hantui mimpi buruknya saat di rumah sakit saat itu lagi. Mimpi buruk Liam saat Lidya datang dan membawa pergi anak dan istrinya. Liam menyibak rambutan dengan kasar dengan tangan kanan yang tetap memegang kendali stir mobilnya.


...***...


Itu adalah ketakutan terbesar Liam. Liam benar-benar takut jika kejadian itu akan terulang lagi di hidupnya. Dia tidak ingin melihat kejadian menakutkan itu lagi. Dimana dua orang yang di cintainya meninggal dengan cara yang sangat sadis di hadapannya.


Karena terlalu asyik larut dalam pikirannya, tanpa sadar lampu merah di depannya sudah berubah menjadi hijau. Sehingga mobil di belakangnya terus mengklaksonnya hingga membuat lamunannya buyar.


Liam kembali tersadar dan langsung melajukan mobilnya. Liam tidak tau akan kemana saat ini. Tiba-tiba dia ingat akan Aiden. Liam pun lantas menuju ke kontrakan Renata.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2