JAGAD RAYA

JAGAD RAYA
BAB 1


__ADS_3

Assalamualaikum semuaaa apa kabar?


Sehat ya...


Aku mau nulis nih, cerita Athan dan Fara. Tapi aku males banget bikin Novel baru jadinya aku nulis di Novel Jagad Raya aja ya wkkkk


Komen kalau suka ya...


×*********×****************************


..."Sebenarnya yang gila siapa sih?"...


Fara, begitu panggilannya.Terkenal punya kelakuan bak antagonis ibu tiri bawang putih, atau saudara tirinya Cinderella,yang maksain sepatu kaca biar muat dikakinya itu loh, tau kan. She is the evil queen. Obsesian dan selalu memaksakan diri untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Pun ketika dia menginginkan Ranathan Adyaksha, si jenius, tampan dan baik hati, lelaki yang mereka sebut- sebut sebagai jelmaan pangeran tampan berkuda putih. Si cewek itu langsung membodohkan harga dirinya agar bisa mendapatkan seorang Athan.


Kemudian, Fara akhirnya bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Meskipun Fara tau, diakhir cerita, pangeran tidak akan pernah berlabuh pada bawang merah ataupun saudara tiri Cinderella, sang pangeran akan kembali ke tempat dimana ia semestinya berada.


Tapi bukan Fara namanya kalau enggak bisa mengubah cerita, because she love him. Dia akan berjuang agar pangeran bisa belajar mencintai tokoh lain. Berjuang supaya pria itu membalas perasaannya dan menginginkan akhir yang berbeda dari dongeng yang ia tulis sendiri.


Enggak selamanya pangeran jadian sama bawang putih, pangeran bisa aja tertambat sama bawang merah, apa sih yang enggak, itu motto Fara.


******************************


"Sayang... Sibuk gak?"


^^^"Iya"^^^


"Entar malem?"


^^^"Bikin tugas."^^^


"Kalau besok gimana? Mau ngajakin nonton doctor strangers, yang lain udah pada nonton."


^^^"Besok ujian."^^^


"Kalau minggu? Udah kelar kan ujiannya? nonton bareng Yuk."


^^^"Minggu udah janji main futsal sama anak kelas."^^^


"YAELAAAH, KAPAN LO PUNYA WAKTU BUAT GUE NYET!!!"


Gadis berambut sepunggung itu berdecak kesal. Uring- uringan sendiri lantaran sang kekasih. Dia bahkan sudah menulis kata- kata kasar di chat wa namun urung dikirim, demi menghindari perang tak seimbang karena lawannya tak pernah kalah.


"Udah balesnya lama, ada aja alasan buat nolak. Niat gak sih punya cewek! "omelnya pada handphone." Lebih mentingin main futsal ketimbang jalan sama gue. Emang bener-bener ya nih orang!"

__ADS_1


"Athan ya Ra?" Ucap gadis berponi dora yang duduk disamping Fara.


Siapa lagi coba yang bisa bikin mood Fara berantakan kalau bukan Athan, cowok yang dipacarinya dari kelas X itu.


"Makanya kalau pacaran itu sama manusia, jangan boneka salju." Rumi menimpal.


Tidak mau diam saja, Ve yang sedang mengecat kukunya ikut menimbrung, "Athan emang cakep, cool, jago basket, anggota paskribra, anak OSN pula,, dengar dengar abis kelulusan, mau masuk akpol atau poltekip apa gitu,, kek sekolah kedinasan yang kayanya punya masa depan cerah." Dia menjeda kalimatnya sebentar. "Masalahnya lo sama Athan, dilihat dari segi manapun, enggak ada cocok cocoknya Ra, Athan air suci, lo comberan."


Sontak mereka semua tertawa, kecuali Fara tentu saja. Sampai kutek yang sedang dipakai Ve meleber kemana- mana mengotori karpet kamar Fara." Lagian gue juga bingung, kok bisa sih lo sama Athan? jangan- jangan lo pake guna- guna ya?" Sarah terkikik.


Memangnya setidak pantas itukah Fara bersanding dengan Athan, sampe teman- temannya membully sedemikian rupa. Emang sih, Athan itu baik- baik, pinter, alim. Sedangkan Fara itu dimata orang- orang dikenal judes, nakal, dan agak gila. Tapi menurut Fara, dia sama Athan saling sayang.


Atau dia doang kali ya yang sayang Athan?


"Monyet."


"Didengar Athan lo ngomong kayak gitu, entar didiamin lagi loh." Ve menegur.


Fara menghembuskan nafas kasar, yap, dia pernah didiamin Athan selama dua hari dua malam gara- gara keceplosan ngomong An to the jinx.


"Kalian tuh ya, temen lagi frustasi, di hibur kek, malah di bully." Fara berdecak sambil melirik ponselnya.


"Hibur diri sendiri aja Ra, selingkuh kek sekali kali. Masa pacaran hampir dua tahun gak pernah diajak jalan ke mall." Kali ini Sarah yang ngomong, tuh anak emang gak pernah bener kalau ngasih solusi.


Fara sudah berkali- kali menyarankan Athan agar mengikuti gaya hidupnya yang santai, enggak ada beban. Tau apa respon Athan, cuma decakan singkat, tanpa respon lain. Padahal kalau giliran Athan yang ngomong didengerin sama Fara, dengerin dengan baik, iya dengerin doang, tapi enggak dilaksanakan.


"Ah... Udah ah, pusing gue. Biar besok gue nonton sendiri aja." Fara melangkah keluar kamar sambil mengetik pesan balasan untuk Athan yang sempat dia hapus tadi.


"Ya udah sayang, kamu fokus belajar buat ujian aja ya. Biar aku nonton sendiri. Ntar pas futsal hari minggu aku ikut, nonton kamu."


Tidak lama dari itu muncul pesan dari Athan.


"Ok..ht2."


What? sesingkat dan sepelit itu buat ngetik.


Fara berdecak keras sambil membanting ponselnya ke sofa, iya ke sofa, mana berani Fara melempar ponselnya ke lantai. Bisa pecah seribu ponsel keluaran terbaru yang setengah mati ia dapatkan sambil nangis darah minta ke papa minggu lalu itu.


Setelah Athan lebih memilih ngerjain tugas ketimbang nemenin Fara nonton, akhirnya Fara memutuskan untuk nonton sendiri, sen-di-ri alias alone.


Dengan memakai outfit jeans belel dan kaus biru bertuliskan senggol bacok, serta rambut dikuncir tinggi, Fara nonton sendiri di bioskop. Garing sih sejujurnya, ditambah beberapa pria tampak secara terang-terangan ingin menggoda Fara disana.


Fara menempati bangku agak ditengah, dengan kiri kanan nyaris kosong. Hanya ada beberapa kumpulan anak SMP dibaris ujung. Film baru saja dimulai saat ponsel Fara bergetar pelan, tanda notifikasi pesan masuk. Pesan wa dari Sarah.

__ADS_1


Sarah: Lo pasti kaget dengar berita dari gue.


Dengan kecepatan cahaya Fara membalas.


Fara : Apaan?


Sarah : Pacar manusia es lo ternyata... Gak nyangka gue. ( 😢 😢 😢)


Fara: Langsung ke inti bisa gak nyet... Athan kenapa?


Fara nyaris berteriak saat sebuah foto dikirimkan Sarah beberapa menit kemudian. Giginya bergemeletuk menahan emosi jiwa setara bon cabe level 20.


Athan brengsek... Fara langsung mengirimkan pesan ke Athan.


Fara : Brengsek lo!!!!!!


Fara: Dasar gak tau diri!!!!


Fara: Gue benci sama lo!!!!!!!!!


Fara: monyet!!!! Buaya darat!!! Buaya kali ciliwung!!!


Dan, semua pesan Fara hanya centang biru, artinya sudah dibaca namun tidak dibalas.


Fara memakan popcorn yang tadi dia beli dengan cepat, hampir saja tersedak kalau enggak cepat- cepat meraih minum. Matanya mengarah ke layar bioskop sambil memikirkan rencana jahat untuk memutilasi Athan dan gadis itu, jangan Athan, Fara menggeleng singkat, tentu dia masih cinta Athan. Gadis itu saja yang baiknya disiram air comberan.


Tak lama ponsel Fara berdering, itu Athan. Athan enggak membalas pesan Fara melainkan langsung menelponnya. Masih dengan jantung bergemuruh, Fara mengangkat telpon sang kekasih.


"Dimana?"


"Bukan urusan lo, buaya!" Fara mencicit.


"Kamu dimana? Kita bicara."


"Gak ada yang perlu dibicarakan, semuanya udah jelas."


"Maksud kamu apa sih?"


Fara memejam sebentar, pantas aja Athan bingung, dia belum mengirimkan foto barang bukti perselingkuhan Athan ke ponsel cowok itu, saking emosinya tadi, Fara langsung main caci aja di wa. "Kamu selingkuh, semua udah jelas. Kamu bohong! Kamu bilang mau belajar untuk ujian, nyatanya kamu berduaan sama kutu kupret di toko buku, kamu enggak mau nemenin aku nonton, tapi kamu pergi sama Dira!!!!


Hening, Athan enggak langsung menjawab, membuat Fara ketar- ketir. Cowok itu pasti mau memutuskannya, iya, Athan pasti mau minta putus setelah ini. Harga diri Fara anjlok kedasar bumi kalau sampai Athan memutuskannya duluan. Lebih baik Fara yang minta putus, iya kan.


"Okay, kita putus...!!!!" Fara setengah berteriak di tengah- tengah deretan kursi bioskop. Membuat beberapa anak SMP yang duduk di baris ujung menatap iba sambil berbisik- bisik ke arah Fara.

__ADS_1


__ADS_2