
Fara mematut dirinya dicermin hampir dua jam. Sudah lima kali ganti baju dan tiga kali ganti gaya rambut. Ayolah, ini hanya untuk menonton Athan main futsal, bukan mau ke istana negara bertemu presiden.
"Kak, ada teman kakak tuh." Itu suara mama Fara yang sedang bersiap berangkat ke RS.
"Iya ma, suruh tunggu di depan." Fara berteriak dari dalam kamar, dia tahu teman yang dimaksud mama pasti Athan, Athan sudah menghubunginya beberapa menit yang lalu.
Mama Fara seorang dokter spesialis bedah yang sekarang merangkap sebagai direktur RS menggantikan kakek yang terkena stroke tahun kemarin. Keluarga mereka memang punya sebuah Rumah Sakit yang dibangun oleh kakek Fara dulunya. Sedangkan papa Fara adalah seorang pilot penerbangan domestik di maskapai Garuda Indonesia. Fara selalu bangga jika sudah mulai melihat papanya berpose didalam pesawat mengenakan seragam pilot. Waktu Fara kecil, papa sering bercerita pengalaman beliau saat masih bekerja di flight internasional, papa bisa keliling dunia dalam satu bulan, keren gak tuh.
"Kak, mama pergi ya, itu temen kakak lagi ngobrol sama papa di depan." kepala mama muncul dari balik daun pintu kamar.
OMG, ngapain Athan pake acara ngobrol ke papa sih, Fara langsung bergegas keluar kamar. Dan benar, dilihatnya kedua pria beda generasi itu tengah mengobrol, entah apa yang mereka obrolkan.
"Pa, Fara ke sekolah dulu ya." Serentak papa dan Athan menoleh ke Fara yang sudah muncul dari pintu depan." Fara mau kerja kelompok di sekolah, iya kan Than, yok cabut."
"Loh, kata Athan tadi mau nonton futsal?" Papa bertanya bingung.
Hoho pemirsa, Fara lupa kalau pacar tergantengnya ini manusia baik-baik yang enggak akan pernah bisa bohong ke orang tua, Fara menyengir lebar menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi, "iya, habis kerja kelompok langsung nonton Athan main futsal, ada liga antar kelas gitu Pa, Fara jadi officialnya tim futsal."
"Kenapa mesti bohong sih?" Athan bersuara saat mereka sudah masuk ke mobil dan Athan menyalakan mesin.
"Aku belum boleh pacar-pacaran sebelum tamat sekolah. Masa iya aku ngomong ke papa mau nonton pacar aku main futsal. Eh, tadi kamu ngobrol apa ke papa?" Fara menyampingkan tubuhnya, takut- takut kalau Athan ngaku pacar dihadapan papa.
"Enggak ada." Athan mengedikkan bahu singkat sambil menjalankan mobil.
Mobil Athan jenis mobil mungil honda jazz berwarna hitam, dengan sedikit modifikasi, interior dalamnya rapi dan wangi, membuat Fara kadang betah berlama- lama didalam sini. Ada boneka kucing kecil yang Fara tempelkan di dashboard mobil yang akan bergerak lucu kalau mobil berjalan, dulu Athan protes saat Fara menempelkan boneka itu dimobilnya, kebayangkan mobil Athan yang macho mendadak dangdut saat boneka kucing itu menari, tapi sampai saat ini Athan enggak melepasnya.
"Eh, jepit rambut aku mana?"
__ADS_1
"Di kantong kursi belakang."
Fara meraih jepit rambutnya yang sengaja ia tinggalkan di mobil Athan. Selain jepit rambut, ada juga sandal dan Cardigan yang ia tinggalkan sembarang di mobil ini, macam mobil ini punya nya saja. Selama Athan enggak protes ya enggak apa, Athan protes pun Fara akan tetap melakukan sesuka nya. Tapi barang- barang Fara tetap dijaga Athan dengan baik. Berbeda dengan Fara yang enggak bisa menjaga barang. Terakhir Athan meminjamkan flasdisk padanya, malah hilang.
"Hidupin musik dong, garing banget."
"Hidupin sendiri." Athan masih fokus menyetir tanpa menoleh ke Fara yang grasak grusuk sejak tadi.
Fara menghidupkan music setelah bersenandung pelan, berusaha memindah- mindahkan lagu sesuka hati, "Eh eh ini lagu kamu Than."
Katakanlah sekarang
Bahwa kau tak bahagia
Aku punya ragamu
Kau tak perlu berbohong
Kau masih menginginkannya
Ku rela kau dengannya
Asalkan kau bahagia
"Cckk... " Athan berdecak melirik sekilas ke arah Fara.
"Ngaku aja deh, ini liriknya pas banget sama kamu dan Dira."
__ADS_1
"Apaan."
Fara menyanyi kencang mengikuti lirik lagu Armada yang disetelnya itu sambil berimprovisasi menghentakkan tangan ke dashboard mobil. " Kau tak perlu berbohong, kau masih menginginkannya, aku punya ragamu tapi tidak hatimu... "
Fara tahu Athan menyukai Dira, Dira pun menyukai Athan, hati Athan cuma buat Dira seorang. Dari dulu kisah Athan-Dira seperti kisah dongeng pangeran dan Cinderella. Tapi seperti Fara bilang, dia berperan sebagai saudara tirinya Cinderella yang maksain sepatu kaca di kakinya, selama Athan berada di sisinya itu enggak masalah, yang penting dia memiliki raga Athan meski hati pria itu enggak tahu berlabuh dimana.
Fara tersenyum getir, melirik sekilas ke Athan yang datar tanpa ekspresi. Hati kecilnya berteriak, sampai kapan? Adakalanya nanti Fara menyadari kalau dia tetaplah figuran yang gak ada tempat sama sekali, pangeran akan kembali pada Cinderella. Sekuat apa ia bertahan, suatu saat pertahanan itu akan hancur. Dan jika hari itu tiba, mampukah Fara berdiri lagi?
Athan berdecak sambil geleng kepala melihat tingkah cewek disampingnya ini, yang sayangnya sampai sekarang Athan belum nemu obat yang tepat untuk mengatasi kelakuan absurd Fara yang tiba-tiba kumat. Jadi daripada ribut, Athan lebih memilih diam, membiarkan telinganya dipenuhi suara nyanyian Fara yang terkadang enak juga untuk didengar.
Mereka sampai lima belas menit kemudian. Bonny melambai ke arah mobil Athan terparkir, "Hai Bon!!" Fara berteriak sambil membuka pintu mobil.
"Wuihh si Athan bawa monyetnya." Faza yang sudah melakukan pemanasan di pinggir lapangan berteriak.
"Bukan monyet tapi anjing bulldog, takut banget Athan diculik orang." Tawa Bonny pecah, membuat Fara yang baru tiba langsung menimpuk Bonny dengan botol minum yang ia bawa. "Gue bawa brownies, awas aja kalau sampai lo nyicip brownies gue, haram lo makan bawaan gue." katanya geram.
"Yaelah, gitu aja ngambek, ntar hilang cantiknya dong."
Fara mendengus dan mengambil posisi duduk di tribun mengabaikan Bonny yang masih betah mengganggunya, dan sialnya lagi Athan malah ikutan tertawa, sama sekali enggak ada niat membela Fara.
Di Tribune yang sama, juga sudah ada beberapa cewek dari sekolah lain yang diduga Fara adalah kecengannya Gilang dan Faza. Mereka tersenyum dan mendekat ke arah Fara.
"Hai..."
"Hai juga, liatin siapa?" Fara berbasa- basi.
"Tuh, Gilang. Gebetannya Cia." Cewek berkacamata menyikut lengan temannya sambil terkikik.
__ADS_1
To be continue