
“Sekarang aku tanya. Kalau aku dan Dira masuk ke jurang yang sama, siapa yang lebih dulu kamu selamatkan?”
Athan terdiam, wajahnya mengeras. Fara yakin cowok itu tidak bisa menjawab. “Kamu berlebihan Fara.” Ucapnya kemudian.
“Kamu enggak bisa jawab kan? Mungkin sekaranglah saatnya kamu berfikir, yang kamu cinta itu bukan aku melainkan Dira, kamu hanya belum menyadarinya saja.” Ucap Fara pelan, kali ini pertahanannya runtuh, air mata sudah jatuh, dan Fara sangat membenci ini.
Fara tertawa bertepatan dengan airmatanya yang jatuh dengan sendirinya itu. Membasahi pipinya dengan membabi buta. Fara memaksakan tawanya agar airmatanya berhenti, sayangnya justru itu makin membuatnya terlihat menyedihkan.
“Kamu tau? Dari dulu aku iri, aku iri sama Dira yang mendapatkan seluruh perhatian kamu sedang aku enggak.... Terkadang aku juga ingin diperhatikan, tapi kamu enggak pernah tahu cara mencintai aku.” Isaknya ditengah usaha untuk berhenti menangis.
Athan meraih tubuh Fara, memberanikan diri untuk memeluk tubuh gadis itu. Dia tidak tahu momen apa saja yang dimaksud Fara dimana dia lebih memperhatikan Dira ketimbang Fara, tapi dia sadar kalau dia sudah sangat menyakiti perempuan ini. Fara benar, Athan sama sekali tidak tahu cara mencintai gadis ini. Dia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam hal memanjakan seorang wanita, dia pikir dengan saling membalas chat, menjemput atau mengantar Fara sudah termasuk dalam bagian dari memperhatikan.
__ADS_1
Athan melewatkan fakta kalau cinta itu perlu bukti konkrit sebagai penterjemahan dari sebuah perasaan dalam hati agar terbaca oleh pasangan. Yah, Athan telah melewatkan itu, melewatkan bahwa cinta itu perlu pembuktian. Pelukan nya makin erat pada tubuh Fara, sementara Fara menggeleng- gelengkan kepala, masih menangis dengan airmata yang bikin Athan juga ikut terluka. “I’am sorry.” Bisiknya untuk kesekian kali sambil mengecup puncak kepala Fara, itu sungguh dari hati. “I hate me.”
Fara mendongak, perlahan melerai pelukan mereka.”Please, leave me alone...” mohon perempuan itu dengan suara terisak.
***
Kata orang, cinta pertama di umur remaja, biasanya mati ketika tumbuh dewasa. Kebanyakan hanya akan menjadi sebuah kisah kasih disekolah yang akan dikenang nantinya, yang bisa diceritakan pada anak cucu di kemudian hari. Atau hanya menjadi bahan candaan ketika reuni bertahun- tahun yang akan datang saat mereka bertemu kembali. Fara percaya, cinta di usia remaja tidak selalu menjadi cinta sejati, ketika Fara menyukai Athan di kejauhan sesaat setelah cowok itu menyelamatkannya dari hantaman bola basket dulu saat mereka SMP, bisa jadi itu hanya bentuk kekaguman semata. Pun ketika Fara ingin memiliki Athan tanpa peduli resikonya, itu juga mungkin bukan cinta tapi obsesi.
Terkadang, hidup seperti lingkaran setan yang tiada habisnya. Fara melakukan perbuatan yang memalukan, kemudian dia malu sendiri. Lima hari sudah berlalu sejak kejadian dia mengamuk pada Athan di depan gudang peralatan olahraga, perempuan itu masih gemar merutuki dirinya. Jika ingat ucapannya pada Athan yang menyuruh cowok itu memilih menyelamatkan siapa, dirinya atau Dira, sungguh membuat Fara malu sendiri. Apa-apaan drama queen banget kan ya.
Sore harinya, Fara sempat menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang ternyata dari Athan, toh Fara masih memblokir nomor lama Athan. Cowok itu meminta maaf, menanyakan keadaannya. Namun tidak satupun pesan Athan yang Fara balas. Walau jujur saja, sebagian dari dirinya merasa bersalah pada mantan pacarnya itu. Dia harus mengakui kalau reaksinya terlalu berlebihan, makanya membuat Athan kebingungan. Jangankan Athan, Fara pun juga bingung dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kalaupun dia marah karena Athan meninggalkannya demi mengurusi Dira, seharusnya itu bisa dibicarakan baik- baik dengan mendengarkan penjelasan satu sama lain, toh faktanya juga Dira memang jauh lebih membutuhkan Athan ketimbang dirinya, setidaknya Fara tidak membutuhkan bantuan donor darah dari Athan.
Fara jadi tidak enak, tetapi juga yakin kalau keputusannya untuk menjauhi Athan itu tidak salah. Dia dan Athan itu butuh jarak, mereka tidak seharusnya bertemu secara intens, mereka tidak seharusnya jadi sedekat itu sampai berciuman segala disaat mereka sudah berstatus mantan.
***
Athan melirik ponselnya, menunggu balasan pesan dari Fara yang tak kunjung muncul di layar persegi panjang itu. Bosan menunggu, kemudian dia beralih ke laptopnya, berselancar mengetikkan sesuatu di kolom pencarian.
CARA MENJADI COWOK ROMANTIS
CARA MENYENANGKAN HATI PEREMPUAN
__ADS_1
TIPS MENGATASI CEWEK YANG MARAH
Athan membaca beberapa artikel di layar dengan serius, keningnya sampai berkerut dalam layaknya sedang membaca soal olimpiade tingkat internasional. Sesekali dia mencatat sesuatu yang dia anggap penting di selembar kertas, kemudian beralih mengetikkan sesuatu lagi di kolom pencarian, masih dengan topik yang sama, yaitu bagaimana menjadi seorang laki- laki yang layak untuk mencintai.