
Fara sih yakin kalau saat ini Athan sangat butuh bantuan ustad untuk dirukiyah, fix, Athan kesambet jin, dedemit, setan laut dan semacamnya. Jadi Fara enggak terlalu ambil hati soal omongan Athan pas mereka makan sore tadi.
Tapi rupanya setan laut yang menguasai Athan masih bercokol di tubuh cowok itu sampai saat ini, terbukti ketika sebuah panggilan masuk ke ponsel Fara tepat jam 00.00 WIB mengejutkan Fara, perempuan itu berjengit saat mengangkat telpon dari Athan,”Happy birthday...”
Itu suara Athan yang terdengar serak diujung telpon, Fara terpaksa harus menelan salivanya apalagi saat Athan bilang,”Bisa keluar sebentar gak, aku udah didepan pintu kamar kamu.”
What???!! Athan apaan sih, kalau ketahuan guru gimana, Fara berdiri melepas selimutnya, dia sempat melirik Ve yang sudah tertidur pulas. Pelan, Fara berjinjit ke arah pintu kemudian membuka dengan sangat pelan pintu kamar hotelnya.
Benar saja, Athan sudah berdiri disana mengenakan celana pendek dan kaos putih polos. Cowok itu tersenyum ketika Fara memilih keluar untuk menemuinya.
“Mau ngapain? Udah malam.”
“Cari angin, yuk.” Tanpa persetujuan perempuan itu, Athan meraih tangan Fara dan mengajaknya keluar area hotel. Mereka berjalan menyusuri pinggiran pantai yang masih terlihat ramai di jam jam seperti ini, dan berhenti di sebuah pagar pembatas yang mengarah ke pantai.
“Happy birthday...... Semua doa terbaik untuk kamu.” Athan mengulangi ucapannya saat di telpon tadi.
“Thanks.” jawab Fara pelan.
Athan tampak mengambil sesuatu dari dalam saku celananya, “Aku enggak tau kamu bakalan suka apa enggak, tapi aku ingat kamu pernah minta ini dulu.”
Mau tidak mau Fara melihat kearah benda yang saat ini tengah di genggam Athan, sebuah kalung berbandul love, cantik.
“Langsung aku pakein ya...”
“Hah...” Fara terkesiap dan mengalihkan pandangannya ke Athan.”Enggak usah, makasih.” Fara mengambil kalung itu gugup, dia melirik Athan sebentar sebelum membuka bandul.
Fara tertegun saat melihat isi didalamnya, ada foto dirinya dan juga Athan. Dia sampai kesusahan untuk bernafas, perasaannya campur aduk, antara goyah ingin membuka hatinya kembali untuk cowok ini, namun juga ada perasaan takut yang datang bersamaan, Fara takut terluka.
Setelah itu Fara sibuk memandangi langit, entah kenapa memandangi langit malam di tengah deburan ombak seperti ini membuat hatinya tidak membaik tapi justru bertambah mellow. Lengannya bersentuhan dengan lengan Athan karena jarak mereka yang tipis. “The moon is beutiful, isn’t it?” Ucapnya kemudian.
__ADS_1
“But the star is more beautiful.” Balas Athan.
Fara tersenyum kalem, matanya masih memandang langit. Kemudian ketika hening sesaat, dia mengambil kesempatan untuk memandangi Athan sebentar, disitulah dia sadar kalau cowok itu sedang memandang ke arah wajahnya.
“The star is more beautiful.” Ulang cowok itu, masih menatap lekat ke arah Fara.
Tatap- tatapan disertai debaran jantung tak beraturan dari keduanya membuat kepala Athan makin mendekati Fara, membuat bibir mereka nyaris bertemu, kemudian bersentuhan dan bertautan. Terasa lembut dan menghangatkan bibir Fara yang nyaris membeku.
Sedetik, dua detik..... Sepuluh detik. Tidak lama Athan memundurkan kepalanya. Hanya beberapa centi dari wajah Fara. Cowok itu menggerakkan tangannya, menyelipkan beberapa bagian rambut panjang perempuan itu ke balik telinga.
“Fara Adhisti Dayana, you are beautiful.” Bisiknya
Athan masih menatap Fara dengan instens. Dan Fara bisa merasakan kalau tatapan cowok itu kembali turun ke bibirnya, dia bertahan disana dalam waktu lama. Sementara itu Fara hanya bisa terpaku ditempat. Fara seharusnya mengurai kedekatan ini, tapi hatinya berkata lain.
Fara tetap bergeming ketika Athan mendekatkan wajahnya lagi, Athan akan menciumnya kembali, kira- kira seperti itulah yang ada di otak Fara saat ini. Tapi bibir Athan tidak pernah menyentuh bibir Fara, melainkan beralih ke pipinya. Athan mengecup pipi Fara sekilas,”Sudah malam, ayo aku antar ke kamar lagi.”
Fara tergagap kemudian memasrahkan tangannya digenggam Athan, mereka berdua berjalan kembali ke arah hotel.
Keesokan harinya, Ve yang lebih dulu bangun berteriak kencang ke telinga Fara,”Happy birthday sayaaaang?!” gadis itu tertawa renyah dan sangat energik.
Bukannya ketularan aura bersemangat dari Ve, Fara justru tampak lemas, lesu, dan klemer- klemer kayak orang kurang darah. Fara hanya mengucapkan terima kasih seadanya dengan suara tidak bertenaga. Padahal ini hari ulang tahunnya.
“Lo sakit?” Ve meletakkan punggung tangannya ke kening Fara.
Fara menggeleng, dan tersenyum tipis,”Ini kayaknya gue susah tidur tadi malam.” Jawabnya setengah jujur.
Karena kalau sejujur- jujurnya, jawaban yang lebih tepat adalah karena Athan dan segala sesuatu yang terjadi tadi malam. Mereka betulan berakhir dengan ciuman.
Tiap kali teringat perbuatan mereka tadi malam, Fara akan uring- uringan sendiri. Bisa- bisanya dia khilaf, dan bisa- bisanya dia khilaf untuk yang kedua kalinya, tapi sumpah, kali ini bukan Fara yang mencium duluan, itu Athan.
__ADS_1
Tapi salahnya Fara, dia tidak berusaha untuk mencegah, menghentikan, menyadarkan satu sama lain kalau perbuatannya tercela. Fara malah dengan suka rela menyerahkan diri, layaknya dia sudah lama menantikannya.
Jadi ketika cowok itu sudah kepalang menyentuhnya, terpikirkan untuk mencegah saja tidak ada.
“Setidaknya jual mahal dikit kek!” Setan didalam kepalanya menyindir, tertawa meremehkan.
Pantas ya ada larangan, laki-laki dan perempuan dilarang berduaan, karena bakalan ada setan yang jadi ketiga. Sekalinya kena sentuhan, in the right time and in the right place, mana ingat apa- apa lagi.
Semalam itu sudah jelas godaan setan yang terkutuk, iya kan?
Enak aja, lo yang berbuat kenapa setan yang salah?!!
Alhasil, fara bergidik ditengah lamunannya, membuat Ve menjentikkan jarinya di hadapan wajah pias Fara.
Setelah dipaksa Ve untuk mandi, akhirnya keduanya turun ke restoran hotel dan bergabung dengan siswa- siswi lain yang tengah sarapan. Tapi sepanjang pagi, Fara tidak menemukan sosok Athan. Netra Fara mencari di sekumpulan anak kelas Athan yang duduk di pojok, nihil, cowok itu tidak ada.
Sarah yang baru bergabung bersama mereka mengambil posisi duduk disebelah Fara,”Udah tau belum?” Sarah meletakkan piring nasi gorengnya diatas meja.
“Apa?”
“Dira sakit.”
“Udah tau, makanya dia batal ikut kan?” Ucap Ve sambil menguyah roti panggangnya.
“Kabarnya sih sampe mau dibawa ke Singapur lo. Itu si Athan kan pagi- pagi tadi izin balik ke Jakarta.”
Degg....
Jantung Fara mencelos.
__ADS_1
Jadi itu makanya Athan enggak terlihat sejak tadi, cowok itu sudah pulang ke Jakarta menemui Dira.
To be continue...