
Selama ini Fara berfikir kalau dunia settingan para entertainer itu tidak sepenuhnya benar. Masih banyak artist- artist yang murni mengandalkan keahlian mereka tanpa harus membuat berita sensasi sebagai pendukung untuk mendongkrak atau menaikkan rating. Bagi Fara, artist yang mencari sensasi demi meningkatkan rating adalah mereka yang tidak percaya diri. Yah, cuma orang yang tidak percaya diri pada karya mereka lah yang bisa menghalalkan segala cara demi kepopuleran.
"Apa korelasi antara kita pacaran pura-pura sama single lo ini?" Ucap Fara pelan namun tegas. Jujur saja, Fara tidak menemukan adanya hubungan mutualisme antara keduanya.
Dru mengedikkan bahu, "Kalau orang-orang melihat kita pacaran, dan gue bikin lagu untuk pacar gue, chemistry nya dapat banget, Fa. Otomatis bisa menaikkan jumlah viewers. Followers gue selama ini penasaran siapa pasangan gue, dan ini moment yang pas buat nunjukin ke orang-orang."
"Terus untungnya buat gue apa?"
Kali ini Dru terdiam mendengar jawaban Fara, dia agak tersentak tadi namun cepat-cepat ditutupinya dengan deheman. "Untungnya buat lo, lo juga bisa ikut terkenal, followers lo bakalan nambah, dan satu lagi, lo bisa minta apa aja ke gue, gue bakalan kabulkan semua permintaan lo."
"Tapi gue enggak mau terkenal, gue juga enggak perlu followers." Fara memberanikan diri menepuk pelan lengan Dru, "Cari yang lain aja ya Dru, jangan gue, gue enggak bisa jadi pacar pura-pura lo, lagian sebenarnya gue juga belum dibolehin pacaran sama mama. Dulu waktu gue pacaran sama Athan itu gue sembunyi- sembunyi, apa jadinya kalau dunia tahu gue pacaran,gue bisa digantung sama mama nanti, sorry ya."
Fara bisa melihat kecewa dari wajah Dru, tapi mau gimana lagi, Fara enggak bisa, perempuan itu enggak mau mengambil resiko dengan dimarah mama. Ini aja Fara udah baik banget lo mau jadi model video nya Dru, kurang apa coba, iya kan.
"Kayaknya kita udah kelamaan deh dikamar kamu, nanti yang lain curiga, keluar yuk." Gadis itu berdiri dan diikuti oleh Dru yang akhirnya juga berdiri.
Keduanya berjalan bersisian, tidak ada yang membahas masalah pacar pura-pura lagi sampai mereka menyelesaikan pengambilan gambar dan video. Walau Fara menangkap beberapa kali Dru menampakkan wajah kesal, tapi akhirnya mereka selesai juga. Silahkan kalau Dru mau kecewa, kesal atau marah, tapi Fara tetap enggak bisa. Fara enggak bisa sekalipun itu hanya pura-pura.
***
__ADS_1
Ini hari Senin, seharusnya Fara yang menjadi pengibar bendera upacara. Tapi karena Fara telat, jadinya gadis itu bukannya berdiri di deretan pengibar bendera, melainkan berdiri di luar pagar bersama para telaters. Dan Fara membelalakkan mata saat melihat batang hidung Athan. Cowok itu juga berdiri diantara siswa yang telat.
Dengan memaksa beberapa adik kelas yang ada di sisi kanannya untuk bertukar posisi barisan, Fara akhirnya bisa berdiri di samping Athan. "Kenapa sekolah? kan disuruh dokter istirahat dulu." Bisiknya.
"Udah sembuh kok." Athan masih berdiri dengan tatapan lurus kedepan dalam posisi siap.
Terus si Fara kembali mencondongkan tubuhnya, berbisik ke Athan lagi, "Wajah kamu masih pucat gitu, entar mimisan lagi gimana?"
"Bisa gak enggak usah bisik-bisik gini? geli... "
Fara memberengut saat mendapat jawaban ketus dari Athan, cowok ini berubah jadi patung es lagi, padahal kemarin- kemarin udah bagus berubah sifatnya lebih manusiawi, sampai-sampai minta dipeluk segala. Nah ini, melihat kearah wajah Fara pun cowok itu enggan.
"Eh, aku udah baik lo ini, mau mengkhawatirkan kamu." Balas Fara tak kalah ketus.
Fara tersentak, dia sampai lupa kalau lagi upacara bendera, dan lagi posisi siap. Fara berkacak pinggang menghadap sepenuhnya kearah Athan, wajahnya berapi-api, "Maksud kamu apa sih?"
Dan.... Plakkkkk....
Kepala Fara dilempari spidol, siapa lagi pelakunya kalau bukan guru BK yang berdiri dibelakang. Pak Ganesh melotot kearah Fara, membuat gadis itu menunduk dan kembali ke posisi semula. Sementara Athan masih berdiri siap tanpa ekspresi.
__ADS_1
Athan tidak mengucapkan apa-apa lagi, cowok itu langsung berjalan ke kelasnya tanpa menoleh ke Fara setelah upacara selesai. Fara juga terlalu bingung menanggapi perubahan sikap Athan itu, cowok baru, maksudnya apa sih. Kebingungan Fara bertambah saat dilihatnya beberapa adik kelas tersenyum- senyum padanya, kemudian berbisik satu sama lain.
"Yeeayy, akhirnya kalian... " Sarah mengejutkan Fara dari belakang ketika perempuan itu baru saja masuk kelas, yang lain juga begitu, semua bersorak sama seperti Sarah.
"Ini ada apa sih?"
"Selamat ya sayang, gue bilang juga apa, lo udah cocok banget sama Dru." Sarah menepuk-nepuk bahu Fara antusias.
Apa yang dimaksud Sarah soal video itu, video single nya Dru? tapi kan kata Haikal kemaren masih mau diedit dulu, kok udah di upload.
"Lo jadian sama Dru enggak cerita-cerita ke gue, jahat banget." Kali ini suara Ve yang terdengar sedikit kecewa.
Fara mengernyit, "Maksudnya apa? siapa yang jadian?"
"Yaelah, gak usah sok sok polos gitu deh, Fa. Lihat postingan Dru malam tadi, so sweet banget baru jadian udah pacaran dalam kamar, berduaan, kalian ngapain coba." Sarah terkikik, yang justru membuat muka Fara merah padam.
Perempuan itu langsung membuka laman instagram dan melihat postingan Dru, sebuah video pendek berdurasi tidak sampai satu menit, dengan editan lagu sebagai backgroundnya, menampakkan Dru yang menatap seorang gadis yang berhadapan dengannya, tatapan yang baru Fara sadari, seperti tatapan memuja. Beuuhhh, kapan video ini diambil, Fara sama sekali enggak menyadarinya. Tampak disana keduanya sedang berbincang-bincang, diedit sedemikian rupa, ada efek slow motion dan lagu yang mendukung hingga tampak seperti pasangan yang sedang pacaran. Sialnya wajah Fara terekspose jelas disana.
Fara menggeram, ini benar-benar definisi dari air susu dibalas dengan air tuba. Wajah perempuan itu mengeras, Dru benar-benar sudah melewati batas.
__ADS_1
to be continue
Hai semuaaaaa apa kabar,,, aku kena sindrom block writer kemaren itu, tetiba enggak semangat nulis, enggak tau mau nulis apa,heheheee,,, Sekarang kita lanjut Athan dan Fara ya,, InsyaAllah cepat update....