JAGAD RAYA

JAGAD RAYA
BAB XIV


__ADS_3

Okay, Fara hanya mampu bertahan di langkah ke sepuluh,sekuat apa dia ingin menjauh dari Athan, walau bagaimana pun dia masih sangat sangat sayang pada cowok yang sialnya masih betah mematung di pinggir jalan itu. Fara berbalik lagi dan berjalan mendekati Athan. Dia menghembuskan nafas panjang,” Ayo, aku obatin luka kamu.”


Athan menahan senyumnya, “Ada salep di mobil.” Cowok itu berkata kalem, kemudian mengajak Fara masuk kedalam mobilnya yang terparkir tidak sampai 20 meter dari mereka berdiri saat ini.


Selain bibir Athan yang luka, kedua sisi rahangnya juga memar. Dru betulan memukul balik Athan tadi, Fara jadi kasihan melihat cowok ini. Dia mengambil kotak obat yang ada di dalam dashboard mobil, melirik Athan sekilas,”Makanya jangan banyak gaya, sok mukulin anak orang.” Gerutu Fara sambil mulai membersihkan luka cowok itu.


Athan diam saja, sementara Fara sesekali masih mengomel di sela aktivitasnya membersihkan luka Athan.


Entah sejak kapan Fara akhirnya terdiam dan berhenti mengomel. Memperhatikan Athan sekali lagi, Fara baru sadar kalau sejak tadi mata cowok itu terpejam, sehingga Fara bisa leluasa memandangi wajah Athan. Memar dibeberapa bagian tidak membuat ketampanan seorang Athan berkurang, malah tetap memesona. Apalagi Athan sedang mengenakan kaos basket tanpa lengan, memamerkan otot bisepnya yang baru terbentuk. Satu kata,,,,,Sempurna.


Fara meneguk salivanya, dia seperti memiliki keinginan untuk menggerakkan jarinya menelusuri lekuk rahang tegas cowok itu. Alisnya yang tebal, bulu matanya yang lebat, hidungnya yang mancung, bibirnya yang ranum, seperti meminta Fara untuk bertindak gila dengan segera mengecupnya. Yah, Fara bahkan meninggalkan sumpahnya yang ia ikrarkan beberapa hari lalu untuk tidak lagi mencintai seorang Athan, dia lupa betapa kerasnya dia untuk melupakan laki- laki ini.


Fara berada di perbatasan antara halusinasi dan kenyataan, matanya terus memandangi pahatan indah sang maha pencipta yang luar biasa ini, sementara Athan masih betah terpejam. Entah siapa yang memulai duluan, saat mata indah itu terbuka, bibir mereka sudah menyatu sempurna. Ini salah satu tindakan paling  gila dalam hidup Fara.


It feels good...


Rasanya seperti melompat di tumpukan marsh mellow, di puncak pelangi terujung, perut Fara seperti menerbangkan banyak kupu- kupu indah.

__ADS_1


Fara mencengkeram erat kaos depan milik Athan dengan mata terpejam, namun kemudian seolah tertampar Fara menyudahi aksi gila ini. Gila, iya gila sebab Fara tersadar kalau sebenarnya dia yang mencium bibir Athan barusan, ya Tuhan sangat memalukan.


Kedua tangan Fara bahkan terkepal kuat saking malunya. Dia bisa bayangkan pipinya sudah berubah semerah apa. Rasanya, Fara ingin melebur jadi udara saja agar bisa menghilang sekalian.


Demi langit dan bumi, Fara tidak bermaksud kelihatan seperti perempuan yang haus belaian, tidak di hadapan mantan pacarnya!


Fara juga tidak paham, kenapa dari sekian banyaknya bakat terpendam yang bisa dimiliki manusia, bisa- bisanya dia diam- diam berbakat dalam mempermalukan diri sendiri?


Kebayang kan setersiksa apa Fara berada didalam mobil saat ini.


Athan berdehem kaku, membuat Fara melirik cowok itu cepat, “Bukan a---ku, siapa yang mulai duluan?” Fara bertanya bego. Jelas- jelas dia yang nyosor duluan tadi masih pake nanya.


Mobil akhirnya melaju dijalan raya, berjalan dengan kecepatan sedang. Kini tersisa Fara dan Athan yang belum juga berbicara antara satu sama lain. Mereka sempat setatap- tatapan sebentar sebelum saling buang muka.


Okay, yang tadi itu hanya halusinasi kan...


Enggak, Fara, itu semua hanya ilusi! Bukan kamu yang mencium Athan duluan, mungkin kalian begerak serentak hingga bibir kalian bertabrakan dan menyatu kemudian saling mengecup begitu. Okay, tarik napas dalam- dalam, keluarkan!

__ADS_1


Lupakan......Lupakan......Lupakan.....


Pura- pura gila saja Fara....


Fara berupaya mengembalikan kepercayaan dirinya yang nyaris lenyap. Mereka masih belum banyak bicara. Fara merasa bosan, ditambah handphone nya pun ikutan mati karena kehabisan batre. Satu- satunya yang bisa dia nikmati adalah lagu yang terputar pada audio mobil, namun lagupun tidak begitu membantu.


Tak terasa mereka sudah tiba di depan rumah Fara. Belum sempat Fara melepaskan safety belt-nya, tiba- tiba Athan menengok ke arah Fara. Dia menatap agak lama, membuat Fara kebingungan.


“Kenapa?” Tanya Fara. “Is there something wrong with my face?”


Athan menggeleng, dia masih menatap lurus ke mata Fara. Begini saja jantung Fara sudah berdetak tidak karuan.


“Ayo kita balikan lagi, so kamu bisa menciumku sepuas yang kamu mau. Tidak, kita bisa berciuman setiap hari.” Ucap Athan kalem.~~~~


DDDUUARRRRRRRRR........


Mamaaaaaa, bunuhlah  anakmu  ini!!!!!!!

__ADS_1


Demi apa, Fara ingin tenggelam saja kedasar bumi.


__ADS_2