JAGAD RAYA

JAGAD RAYA
BAB VIII


__ADS_3

Bolehkah seorang Fara melambung tinggi saat ini saat mendengar kalau Athan menceritakan hubungan mereka ke mamanya? Fara jadi memikirkan wajah datar Athan seperti apa, pasti menggemaskan. Jadi setelah pulang dari toko buku, malamnya Fara senyum- senyum sendiri sampai pipinya pegal.


"Kemarin aku ketemu Andien sama mama kamu?"


Athan yang baru saja selesai bermain basket, meneguk minumnya dan melirik Fara. "Ketemu ibun dimana?"


Oh jadi Athan memanggil mamanya ibun, "Di toko buku." Ucap Fara antusias.


"Eh, Fara pacarnya Athan ya, Athan cerita soalnya. Hihihi." Fara tergelak menirukan gaya bicara ibun Athan padanya kemarin. "btw, kamu cerita apa aja sih ke ibun kamu?"


Athan diam, dia bisa saja mempertahankan ekspresi datar dan dinginnya saat ini, tapi enggak telinganya, telinga Athan yang putih jelas berubah warna jadi kemerahan. Cowok itu membuang muka, menatap apa saja asal tidak ke wajah Fara. "Enggak ada." Jawab Athan acuh.


"Bohong." Fara memicingkan mata, "Ibun kamu tau nama aku."


Athan menghela nafas pendek dan menatap Fara,"Ibun ngeliat wallpaper laptop aku waktu itu, dia tanya siapa, ya aku jawab pacar aku."


"Jadi foto aku yang itu masih jadi wallpaper?" Fara melotot dengan mulut menganga. Sumpah dia kan cuma iseng dulu mengganti wallpaper laptop Athan dengan fotonya masih TK, disandingkan dengan foto Athan yang juga masih TK.


"Iya."


"Sampai sekarang gak kamu ganti?" Fara masih memandang takjub.


"Enggak."


"Kenapa?" Ini sumpah demi apa, Fara udah ge-er banget loh.


"Belum sempat aja." Athan membuang botol minumnya dengan cara ngeshoot, melemparnya cantik ke tong sampah dengan jarak lima meter dari mereka berdiri.


"Wow." Fara berdecak lalu kembali fokus ke Athan. "Terus ibun kamu ada tanya-tanya soal aku gak?"


"Enggak."

__ADS_1


Fara mencibir, ya kale, ibunnya enggak tanya- tanya siapa pacar anak sulungnya yang ganteng ini. "Masa sih? Emangnya ibun kamu enggak nanya gini, abang kan suka sama Dira kok bisa jadian sama gadis jelek macam Fara."


Athan yang tadinya sedang memasang resleting jaket langsung berhenti dari aktivitasnya,"Aku enggak suka kamu merendahkan diri sendiri." Ucapnya pelan.


"Enggak merendahkan kok, emang kenyataannya gitu, dibandingkan dengan seorang Dira yang anggun, pintar, multi talenta, seorang Fara jadi seperti remahan rempeyek dalam toples sisa lebaran. Makanya kamu dari dulu enggak bisa berhenti suka ke Dira, iya kan?"


"Gak usah sok tahu." Athan menekankan. Raut wajahnya sudah tidak sesantai sebelumnya. Suasana mendadak tenang, jelas hal ini membuat Fara tersinggung, dikatain sok tau dengan nada dingin khas Athan itu.


"Yah aku memang sok tau, tapi kamu enggak perlu segitunya juga. Sampai kapan kamu mau memperlakukan aku dingin kayak gini." Fara mendesis.


"Tuh kan mulai lagi."


"Kamu duluan yang cari gara-gara ya." Fara ngotot. "Kamu tau gak, satu-satunya hal yang bikin aku bertahan sampai hari ini karena aku pikir aku masih punya harapan, harapan suatu saat sikap kamu bisa berubah ke aku. Yah harapan itu emang masih ada, tapi aku capek Than, aku mau berhenti."


"Itu terus yang kamu bahas, dikit-dikit putus, ngambek dikit bilang mau pergi." Decak Athan.


"Aku belum ngomong kita putus." Balas Fara sengit. "Kita break aja sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Selama masa break, kamu bisa deketin Dira, siapa tau kalian bisa jadian. Gak usah pikirin aku, aku bakalan move on kalau kamu emang milih Dira. " Tanpa menunggu reaksi Athan, Fara berbalik dan berjalan menjauh.


Fara berjalan cepat sambil menahan air mata yang sebentar lagi jatuh disudut matanya. Bahkan saat ini airmata itu sudah jatuh dan dihapus Fara dengan punggung tangannya, benar-benar dramatis bukan? Fara paham betul kalau tingkahnya kekanak-kanakan sekali. Baru saja ia terbang tinggi lantaran Athan menceritakan hubungan mereka ke ibunnya, kemudian menjadi kesal dan marah hanya karena Athan menuduhnya sok tau.


Kejadiannya sudah lama, dulu sekali, saat mereka masih duduk di kelas X.


...Flash back...


"Fa, jangan bilang Prince Charming lo tuh yang itu!" Ve agak heboh setelah dia dan Fara dapat tempat duduk yang strategis di Tribune. Matanya melihat kearah sekumpulan anak laki-laki yang mengenakan baju basket, siap bertanding. "Yang lagi minum!"


Fara menggangguk dengan mulut agak terbuka, dia juga memandang kearah yang sama, mata bulatnya sampai berbinar. Fara memang suka bercerita pada Ve soal anak laki-laki yang disukainya itu, saking seringnya Fara bercerita sampai Ve penasaran seperti apa wujudnya.


"Fa, lo ngeliat dia jangan kayak nafsu gitu dong."


"Ya, gimana, masalahnya dia ganteng banget. Gue yakin lebih dari 40 persen cewek yang nonton pertandingan ini are rooting for him." Ucap Fara menggebu gebu.

__ADS_1


"Dia udah punya cewek belum sih? Kalau dilihat dari gerak- geriknya sih, pro player banget ya. Pasti ceweknya ada dimana mana." Tebak Ve.


"Belum." Jawab Fara yakin.


Ve melirik kearah Fara, "Tau dari mana lo?"


"Instagram nya. Status disana tertulis la- jang."


Ve memutar bola matanya malas, "Itu si Bonny status di Facebook nya lajang, tapi ceweknya ada lima."


"Athan beda, dia itu pelajar aktif, dia banyak ikut kegiatan. Yang renang lah, paskibra, futsal, dan sekarang lagi sibuk- sibuknya sama basket. Mana sempat dia ngecengin cewek."


" Tau darimana lo?"


"Dari IG temennya."


"Hadeehh," Ve menggeleng tidak paham lagi, "Dasar stalker."


Disaat yang sama, keduanya dapat mendengar tawa tertahan dari arah bangku belakang. Sontak Fara menoleh ke belakang, mendapati seorang gadis berkulit putih dengan rambut panjang tergerai tengah menutup mulutnya dengan tangan. Sumpah demi apa, dia cantik banget. Fara sampai gagal fokus melihat rambut hitam panjang nya yang terlihat halus dan lembut, macam model iklan shampoo lifebuoy.


Sadar sudah diperhatikan, gadis itu tersenyum manis ke arah Fara membuat Fara balas tersenyum kikuk, lalu membalikkan kepalanya ke depan lagi. Fara menyikut Ve, memberi kode kalau kehebohan mereka mengganggu orang lain. Maklum, duduk di Tribune dengan kondisi dempet- dempetan seperti ini, besar kemungkinan ada yang mengikuti pembicaraan mereka.


Pertandingan selanjutnya dimulai, kini tim Athan yang maju dan sudah masuk dilapangan. Membuat fokus Fara kearah Athan berada.


Fara terlalu lama memandangi Athan hingga cowok itu melihat kearahnya juga. Kali ini bukan sekedar eye contact tapi Athan tersenyum mengeluarkan lesung pipinya yang dalam, dan juga lambaian tangan yang ramah.


"Fa, demi apa, dia melihat kearah kita." Ve makin heboh, "Gila sih, ganteng banget itu lesung pipi."


Fara masih terperangah, dia sama sekali tidak bisa mengendalikan denyut jantungnya yang berpacu dengan kecepatan maksimum. Sampai - sampai Fara harus memegang dada sebelah kirinya.


Mencurigai sesuatu, Fara lantas menoleh ke belakang kearah gadis cantik yang tadi, dia juga ikut tersenyum dan menurunkan kembali tangannya ke atas rok. Sebagaimana dugaan Fara. Fara melihat name tag yang terpasang dibaju seragam gadis itu.

__ADS_1


INDIRA, namanya Dira.


Fara kembali melirik kearah lapangan, "Enggak, dia bukan senyum kearah kita." Bisiknya agak kecewa pada Ve.


__ADS_2