JAGAD RAYA

JAGAD RAYA
BAB II


__ADS_3

Okay, katakanlah Fara tolol dan ia memang sangat tolol. Fara kini mengamati lima cowok dilapangan yang tengah bermain basket, salah satunya ada Athan. Dipandanginya sekilas paper bag berisi brownies yang ia buat bareng oma malam tadi serta ditambah minuman kaleng yang ia beli dikantin.


Fara menghembuskan poninya sebelum berjalan ke arah lapangan, benar-benar merendahkan harga dirinya. Dia melambai semangat ke arah cowok-cowok yang sekarang sudah berhenti bermain dan menepi ke pinggir lapangan. Ada Gilang, Fazza, Deby, Bonny dan terakhir Athan yang wajahnya paling dingin dan datar saat melihat Fara mendekat. Namun Bonny, seperti biasa, tentu saja yang menyambut lambaian Fara sesemangat mungkin.


"Hai semua.... " Fara tersenyum lebar menghampiri mereka, seolah enggak ada kejadian saja.


"Ciee yang bawain bekal untuk pacar." Bonny menimpal dan ditanggapi Fara dengan senyum bertambah lebar sambil melirik sekilas ke Athan yang kini menunduk, jelas menghindari Fara.


"Gue bawain buat kalian juga kok, nih." Fara membuka paper bag nya dan memberikan minuman kaleng pada cowok-cowok itu satu persatu. "Gue juga bawa brownies, buatan sendiri."


" Waaa,, enaknya jadi Athan, punya cewek cantik, pintar bikin kue lagi." Kali ini Deby yang menyahut sambil mengedipkan mata, sementara yang bersangkutan, si Athan tetap kekeuh memasang wajar datar. Mungkin aneh melihat tingkah absurd Fara, kemarin aja minta putus sambil mengabsen seluruh nama di kebun binatang, sekarang sudah balik lagi ke mode kucing anggora, mood nya bisa berubah - ubah secepat lampu merah di perempatan jalan.


"Gue pinjem Athan bentar ya, boleh?" Fara mengapit lengan Athan sambil merapal doa dalam hati jangan sampai Athan menolaknya kali ini, seenggaknya tidak sekarang didepan teman-teman Athan. Yah sekesal apapun Athan padanya, cowok ini masih punya perasaan dan enggak akan mungkin Athan tega mempermalukan Fara kan.


Benar dugaan Fara, Athan menuruti Fara dan membiarkan tubuh jangkungnya setengah diseret Fara sampai ke taman di belakang sekolah. Fara melepaskan Athan setelah yakin mereka hanya berdua disana.


"Sayang, aku minta maaf yang kemarin ya, maafin ya, putusnya aku tarik lagi. Kita enggak jadi putus." Wajah Fara memelas, bukan tanpa alasan dia bersikap seperti ini. Pasalnya Fara memang salah, dia menuduh sembarangan dengan bukti yang salah.


Ternyata kemarin itu, setelah Fara pulang dari bioskop. Malamnya dia coba buka lagi foto kiriman Sarah, mencoba meneliti detail gambar cewek kutu kupret yang bersama Athan. Di foto itu tampak Athan yang mengenakan celana pendek dan kaos hitam sementara cewek memakai blus abu selutut dengan rambut sebahu yang dibiarkan tergerai. Mereka berjalan bersisian di sebuah koridor toko buku. Karena foto diambil dari posisi menyamping, jelas wajah sang cewek enggak begitu jelas terekspose. Fara memperbesar gambar dan hei, cewek itu bukan Dira, melainkan sepupu nya Athan dari Surabaya yang pernah dikenalkan Athan dulu ke Fara.


Dilihat sekilas dari samping benar- benar mirip Dira sih, gadis manis yang pintar dan anggun dari kelas bahasa. Bukan tanpa alasan Fara berubah jadi singa betina kalau itu menyangkut Dira, pasalnya Athan dan Dira dulu sempat dekat, dan nampak cocok juga, Dira yang ayu dan lembut sangat serasi bersanding dengan Athan yang baik dan pintar, kabarnya mereka hampir jadian kalau saja Fara enggak berani nembak Athan di tengah panggung saat pensi di akhir kelas X. Athan yang baik hati yang enggak mungkin tega mempermalukan seekor semut apalagi seekor Fara, eh seorang maksudnya, ya gak mungkin bisa nolak diantara kepungan geng Fara yang berteriak, "Terima... Terima... Terima."


Padahal tuh ya, mereka semua tuh yang berteriak "terima" itu udah disuap Fara pake amplop sebelumnya, macam serangan subuh saat pilkada. Kebayang berapa modal yang dikeluarin Fara demi mendapatkan anggukan singkat dari Athan. Dia sampai merelakan celengan ayam jagonya untuk dipecahkan lo...


Athan berdehem singkat setelah lama diam, sampai- sampai Fara mengira akan tumbuh lumut dari kakinya kalau Athan gak bersuara juga. "Kamu tahu apa kesalahan kamu?" tanpa menoleh sedikit pun ke Fara.

__ADS_1


"Iya aku tahu, aku salah, aku udah ngatain kamu monyet, buaya darat, buaya kali ciliwung."


"Bukan itu... " Potong Athan.


Fara mengernyit, mencoba mengingat daftar dosanya dihadapan Athan," Aku juga udah teriak- teriak ke kamu." tambahnya.


"Ada lagi... "


Busyet, Fara memejam sebentar, sumpah demi cat kukunya Ve, dia gergetan banget ke cowok ini," Aku juga udah marah- marah ke kamu." gumamnya.


Athan masih diam, menunggu.. Membuat Fara berpikir keras kemarin dia buat salah apa aja, ini lebih sulit dari PR kimia nya pak Husein, otak Fara benar- benar gak nyampe. "Aku juga udah nuduh kamu selingkuh."


" Terus...?"


"Aku juga udah ngatain Dira kutu kupret.. "


"Itu semua gak seberapa, kamu gak nyadar kesalahan terbesar kamu apa." Ucap Athan pelan.


"Ya apa dong!!" ini suara Fira jadi naik satu oktaf, namun saat melihat alis Athan mengangkat, dia cepat- cepat tersenyum lagi. "Ya apa dong sayang, coba sebutin, kok aku lupa." suaranya jadi turun drastis ke nada C.


Athan menghela nafas, dan untuk pertama kalinya ia menatap Fara setelah sekian lama mereka berada disana." Kamu minta putus, itu kesalahan kamu. Jangan ulangi lagi."


Fara menelan liur, matanya mengerjap sebelum mengangguk, "Iya aku salah, aku minta maaf, aku enggak akan ngulangi lagi kok. Jadi sekarang kita baikan kan sayang?"


"Hmm."

__ADS_1


"Peluk dulu dong."


"Ini sekolah."


"Jadi kalau bukan di sekolah, kamu mau peluk aku." Fira menyengir.


"Enggak."


"Sekali aja, tanda kita udah baikan." Fara masih ngotot.


Alih-alih memeluk Fara, Athan menjentikkan jarinya tepat di jidad Fara membuat gadis itu meringis sambil mengelus jidadnya, ini nih kalau pacaran sama cowok alim, setan Fara gak mempan menggoda.


Keduanya kembali ke kelas masing-masing setelah berpisah di koridor, "Minggu jadi futsal?" Toleh Fara sebelum benar-benar berbelok.


Athan mengangguk.


"Jemput aku ya, aku mau nonton pacar aku main bola."


Dan sekali lagi Athan mengangguk.


"Dadaaah sayang bye.... " Fara berjalan mundur sambil melambaikan tangan antusias dan" oucch." Dia menabrak tiang pembatas saat berbalik.


"Awww... "


Athan hampir ingin berlari menyusul Fara namun urung saat gadis itu malah tertawa sambil berteriak" it's okay, hahaaa."

__ADS_1


Athan menarik kedua bibirnya keatas sambil geleng kepala...


__ADS_2