JAGAD RAYA

JAGAD RAYA
BAB XIII


__ADS_3

Fara bisa bernafas lega saat konfontrasi Dru dan Athan sedikit mereda, mereka sudah keluar dari kedai soto. Namun jelas mata Athan masih menatap tajam ke arah Dru yang juga balik menantang.


“Udah, kalian gak usah aneh- aneh,” Ucap Fara kalut. “Lo mau latihan band kan katanya tadi.” Fara mengarah ke arah Dru, memohon agar Dru segera angkat kaki dari sana.


“Gue duluan ya, Dru.” Lanjut Fara, dan entah sejak kapan Athan juga ikut berjalan di sisinya.


“Dah, sayang, ntar malam kita telponan ya.” Dru masih sempat- sempatnya cari gara- gara. Terdengar ejekan pada suaranya.


Seketika, Athan malah membalikkan langkahnya ke belakang menuju Dru. Semuanya begitu cepat, karena ketika Fara membalikkan badan, Fara melihat Dru yang nyaris tersungkur karena ditonjok Athan.


Tentu saja tidak berhenti disitu, Dru juga membalasnya.


Fara merasa kesal, marah, kecewa bercampur aduk jadi satu. Alih- alih ikut melerai , Fara malah membalikkan badan dan berjalan menjauh dari sana.


Lokasi kejadian di pinggir jalan, ditengah keramaian orang hingga adegan pukul memukul itu bisa segera dihentikan, belum ada yang pingsan, dilarikan ke rumah sakit ataupun mati.


“Fa, marah?” Athan bertanya pelan ketika akhirnya entah bagaimana Athan bisa menyusul langkah Fara yang mengarah kembali ke sekolah.

__ADS_1


Sementara Fara menghentikan langkah, menghembuskan nafas frustasinya, dan berbalik menghadap Athan. “ Jadi, apa alasan kamu memukul Dru kayak gitu ketika dia gak punya salah apa- apa sama kamu?” makinya sambil mendongak, dia memelototi Athan. Walaupun sempat terintimidasi mendapati pembawaan Athan yang tidak biasa, Fara tetap memutuskan untuk cari gara- gara demi melampiaskan kekesalannya.


“I don’t like him,” balas Athan kalem.


“Oh, kalau gak suka seseorang, kamu merasa berhak buat mukul seenaknya, begitu?” Kenapa kamu jadi emosian begini sih? Kamu tau Dru itu siapa? Kamu juga lupa kamu siapa? Kalau video kamu ribut tadi kesebar, kebayang gak efeknya buat keluarga kamu?” Fara menjeda kalimatnya, mau ambil nafas dulu karena capek marah- marah.


“Aku juga dipukul.” bela Athan  memajukan wajahnya agar Fara bisa melihat bibirnya yang berdarah. “Dia juga punya salah sama aku.”


Fara mencibir, matanya masih memberi gambaran kesal. Kalau mendapati Athan digigit nyamuk saja biasanya Fara pusing, itu dulu, kini perempuan itu kelihatan tidak berperasaan.” Terus, apa salah dia sampai kamu mukul duluan?”


“He provoked me.” Ungkap Athan, suaranya mulai parau, cowok itu menegak salivanya kesusahan, tampak menahan luka, bahkan matanya mengabaikan tatapan Fara. “Dia juga berusaha buat memiliki kamu.”


“Maaf...” ucap Athan kemudian.


Fara membasahi bibirnya, setidaknya Athan mencoba mengalah.


“Minta maaf dulu sama Dru.”

__ADS_1


Hening beberapa saat.


“Kenapa kamu belain dia?”


“Aku enggak belain siapa- siapa.”


“Kamu enggak pernah belain aku.” Athan berucap pelan.” Dulu waktu aku mukulin Bonny, terus hari ini saat aku mukulin Dru, kamu enggak pernah belain aku. Kamu selalu menyuruh aku buat minta maaf duluan. Pernah kamu nyuruh mereka yang minta maaf?” suara Athan terlalu rendah, membuat fara nyaris menahan nafasnya.


“Athan, aku--..” Fara tidak bisa melanjutkan kata- katanya. Apapun yang dilakukan Fara beberapa hari terakhir ini, bukankah itu demi kebaikan Athan? Dia ingin membebaskan Athan, tapi mengapa Athan seperti ini.


“Kenapa?” Athan menunggu jawaban. “Kamu yang duluan datang kepadaku, sebelumnya aku bahkan enggak pernah kenal siapa kamu, kamu yang datang mengusikku, kamu yang bilang cinta ke aku. Sekarang, disaat aku mau memberikan kamu segalanya, kamu.....” Athan nyaris berbisik. “ Aku bisa memberikan kamu segalanya. But, why Fara, why is it so hard for you to choose me?”


“Athan......”


Athan menggeleng, “ Aku cuma kasih tahu kamu apa yang aku rasakan, aku merasa seperti mainan bagi kamu, dikejar saat kamu menginginkannya dan dibuang begitu saja saat kamu mulai bosan, iya kan? I am hurt.”


Bukannya mengikuti kata hati untuk memeluk tubuh tinggi laki- laki dihadapannya, Fara malah membalikkan badan dan beranjak dari sana tanpa melihat ke belakang sedikit pun, meninggalkan Athan yang mematung sendirian.

__ADS_1


Fara sungguh merasa tidak baik- baik saja. Aneh. Tidak masuk akal. Seluruh sel dalam tubuhnya mati- matian menyangkal informasi kalau seorang Athan terlihat begitu rapuh dan bertingkah layaknya membutuhkannya.


Itu tidak mungkin......


__ADS_2