Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Kehadiran yang menganggu


__ADS_3

"Riani?"


"Daniel?"


Luka terdalam dan paling sakit yang pernah dialami Riani 7 tahun lalu membuat jantung Riani bagaikan ditarik keluar dari tempatnya.


Daniel tersenyum, terlihat jelas di matanya kalau ia merindukan perempuan yang berdiri di hadapannya itu.


Sangat berbeda dengan Riani. Perempuan itu secara cepat langsung memasang tampang sangar. Tak ada senyum di bibirnya. Matanya bahkan menatap dingin ke arah Daniel.


"The toilet is over there, sir." kata Riani sambil menunjukan sebuah pintu yang berwarna putih yang ada tulisan toiletnya.


"Riani, apa yang kau lakukan di sini? Kamu bekerja di sini? Tapi sejak kapan? Bukankah kamu memiliki pekerjaan yang baik di Surabaya?"


Riani tak menanggapi perkataan Daniel. Ia langsung melangkah meninggalkan Daniel namun pria itu dengan cepat menghalangi Riani.


"Riani....!" Daniel menahan tangan Riani.


"Let me go!" Riani menarik tangannya dari genggaman Daniel.


Daniel tertegun melihat Riani yang begitu membencinya. Sangat berbeda dengan Riani yang dulu. Gadis kembang desa itu sangat manis, penyayang, lembut dan tak pernah berkata kasar sedikitpun.


Daniel menatap kepergian Riani yang menghilang di balik pintu dapur. Ia begitu penasaran mengapa Riani bisa ada di salah satu desa yang paling terkenal di Inggris ini.


"Riani, tolong bawakan 3 kopi di meja 6. Juga kue coklat dan roti panggang." kata John pada Riani yang terlihat melamun di dapur.


Dengan cepat Riani menghapus air matanya lalu ia mengangguk. Ia pun keluar dapur dan menuju ke pantry tempat menyiapkan pesanan


Elisa sudah menyiapkan pesanan yang akan dibawa oleh Riani.


Riani pun membawa pesanan itu di meja 6. Ada dua lelaki di sana. Mereka sepertinya para pengusaha. Saat ia sementara menyajikan kopi dan kue di atas meja, Daniel yang baru keluar dari toilet mendekati meja itu.


"Riani....!" Daniel kembali senang melihat Riani.


Dengan cepat Riani langsung pergi tanpa menoleh ke arah Daniel.


"Kamu mengenal gadis cantik itu?" tanya Leo, teman Daniel.


"Ya." jawab. Daniel sambil duduk. Ia terus memperhatikan Riani yang sedang melayani pelanggan yang lain.


"Kalian sama-sama dari Indonesia? Aku suka gadis Indonesia." kata Leo lagi. "Dia menarik dan penuh sejuta pesona. Tapi sepertinya ia tak suka denganmu, Daniel."


"Ya. Duku, aku dan dia pernah punya hubungan. Namun aku menyakitinya makanya ia sepertinya sangat membenciku. Aku tak menyangka kalau kami akan bertemu di sini. Entah mengapa dia harus bekerja sebagai pelayan di sini pada hal setahu aku di Indonesia, ia sudah memiliki pekerjaan yang bagus. " Daniel berkata lirih tanpa melepaskan pandangannya dari Riani.


Saat ia melihat kue coklat itu dan memakannya, hati Daniel bergetar dengan kenangan manis tentang kue ini. Kue yang selalu dibuatkan Riani saat datang ke apartemennya. Daniel baru menyadari bahwa pesona Riani belum pernah bilang dari hatinya. Sekalipun 7 tahun sudah berlalu namun getaran yang Daniel rasakan dalam hatinya masih sama.

__ADS_1


"Benar kata orang. Kopi dan kue di sini sangat enak." puji Mark, teman Daniel yang satu.


"Kue coklat yang sangat enak." Ujar Daniel.


Ketiga pria itu pun berdiri dan akan melanjutkan lagi pekerjaannya.


"Nyonya, salah satu pekerja mu itu namanya Riani kan?" tanya Daniel pada Nyonya Elisa saat ia membayar pesanan mereka.


"Ya. Tuan juga kelihatannya orang Asia kan? Riani Almond juga orang Asia."


"Riani Almond?" tanya Daniel terkejut.


"Ya. Dia sudah menikah dengan Jack Almond. Rumahnya tak jauh dari sini."


Entah mengapa hati Daniel merasa cemburu mendengar kalau Riani sudah menikah lagi. Mungkin karena Daniel telah menghabiskan waktunya selama 4 tahun di sini sehingga ia tak mengetahui kabar Riani secara pasti. Ia pun bertekad ingin mengetahui tentang Riani lagi.


**************


Tangis Riani pecah. Perlahan ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya lalu ia tidur menyamping, membelakangi Daniel yang nampak masih menikmati sisa-sisa puncak sorga dunia yang baru saja ia dapatkan dengan membobol kesucian Riani.


Hati Riani sedih karena ia dengan mudahnya jatuh dalam rayuan Daniel. Membiarkan dirinya larut dalam balutan gairah karena sentuhan Daniel. Riani lupa dengan kesan kedua orang tuanya yang mengingatkan dia untuk selalu menjaga dirinya.


"Sayang ..., kenapa menangis? Apakah masih sakit?" Daniel mendekatkan tubuhnya pada Riani lalu memeluk gadis itu dari belakang.


"Aku takut, kak. Aku sudah melanggar nasehat orang tuaku. Kita seharusnya tidak melakukan ini." kata Riani diantara Isak tangisnya.


Riani membalikan badannya lalu menatap Daniel. Pria tampan itu tersenyum sambil menghapus air mata Riani dengan ibu jarinya. "Aku sungguh mencintai kamu, sayang. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Jangan takut ya? Kamu adalah pacarku. Milikku dan aku tak mungkin akan meninggalkanmu."


"Kak...!" Riani langsung memeluk Daniel. Dia yang lugu, tak punya pengalaman percaya saja pada apa yang Daniel katakan.


"Dasar brengsek...! Mengapa juga aku harus menangis saat mengingat kejadian itu?" guman Riani saat ia kembali dari lamunan masa lalunya. Pertemuannya dengan Daniel hari ini membuatnya harus mengingat lelaki pertama dalam hidupnya itu.


Hari sudah subuh dan Riani terbangun dari tidurnya, meninggalkan kamar secara diam-diam dan duduk di ruang tamu.


Riani baru saja selesai Videocall dengan Arma. Anaknya itu bercerita bahwa beberapa hari lagi ia akan menerima hasil raport dan rindu dengan mamanya.


Untuk apa aku harus memikirkan lelaki pengkhianat dan tak bertanggungjawab itu? Lelaki yang bahkan tak pernah menanyakan anaknya sendiri. Tidak! Aku harus kuat! Tuhan sudah memberikan aku seorang Jack dan Cassie yang menganggap aku seperti ibunya sendiri.


"Mommy?"


Riani buru-buru menghapus air matanya. Ia menoleh ke arah Cassie yang datang menemui nya di ruang tamu. Gadis yang mulai tumbuh remaja itu duduk di samping Riani.


"Are you, ok?" tanya Cassie.


"Yes baby. " Riani tersenyum.

__ADS_1


"Lalu kenapa mommy menangis?"


"Hanya kangen dengan Arma saja."


Cassie memeluk Riani. "Aku akan membujuknya untuk segera datang ke sini."


"Semoga dia akan suka."


"Dia pasti akan suka karena aku akan menjadi kakak terbaik untuknya."


Riani mengusap kepala Cassie. "Mommy tahu sayang."


"Aku masih mengantuk. Tapi bolehkan aku tidur di pangkuanmu?" tanya Cassie.


"Boleh sayang. Ayo....!" Riani menepuk pahanya. Cassie nampak senang. Ia langsung membaringkan kepalanya di paha ibu sambungnya itu lalu tersenyum penuh rasa bahagia.


"Salju semakin tebal saja." ujar Riani sambil membelai kepala Cassie. Gadis itu sudah memejamkan matanya.


"Iya."


v


"Kalau musim panas, kita akan naik sepeda bersama."


"Aku suka."


Riani terus membelai rambut Cassie sampai akhirnya ia tertidur.


Jack tersenyum bahagia melihat istri dan anaknya susah tertidur di ruang tamu. Ia menambah kayu di dalam perapian yang hampir padam itu. Ia kemudian mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka.


Baru saja Jack akan pergi ke dapur, ia mendengar kalau ponsel Riani berbunyi.


Dia kemudian mengambil ponsel itu. Ada nomor yang tak dikenal masuk. Tapi panggilan itu sudah berakhir sebelum Jack menerimanya. Ia pun bermaksud meletakan ponsel Riani kembali ke meja namun ia mendengar bunyi pesan yang masuk. Jack melihat dari nomor yang tadi. Ia lalu membuka pesan itu dan sangat terkejut membaca isi pesan itu.


Riani, ini Daniel. Aku ingin sekali bertemu lagi denganmu. Aku masih mencintaimu.


Darah Jack langsung terasa panas. Daniel ada di sini? Mereka sudah bertemu? Kenapa Riani tak mengatakannya padaku?


Wajah Daniel yang pernah Jack lihat di sosial media kembali terbayang. Daniel yang tampan dan nampak memiliki sejuta pesona.


Jack menatap istrinya yang masih tertidur. Ia merasakan dadanya sesak. Apakah Riani masih mencintai Daniel?


***********


Happy Sunday

__ADS_1


selamat weekend


jangan lupa dukung emak terus ya guys


__ADS_2