Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Jack Yang Berbeda


__ADS_3

Wajah Riani menjadi tegang melihat wajah Jack yang marah. Ia tak mau kalau mereka bertengkar lagi.


"Sayang, aku sudah memblokir nomornya yang pertama. Ternyata ia mengubungi aku dengan nomor yang lain." kata Riani sambil berharap kalau suaminya itu akan mengerti.


"Aku tahu." Jack langsung memeluk istrinya sambil berusaha menyimpan amarahnya. Ia juga tak mau bertengkar lagi dengan istrinya itu. Mereka baru saja berbaikan dan Jack tak ingin merusak momen kebahagiaan mereka menjelang hari natal nanti.


"Lebih baik kamu ganti saja nomor mu itu, sayang. Nanti beritahu ayah, ibu dan Arma tentang nomor barumu."


Riani mengangguk walaupun sebenarnya semenjak ia datang ke sini hampir 3 bukan yang lalu, ia baru saja mengganti nomornya.


Namun demi keutuhan rumah tangganya, Riani akan melakukan apa saja.


**********


Walaupun sedih dengan keputusan Riani untuk berhenti, tuan John dan nyonya Elisa pun mengijinkan Riani untuk berhenti. Hanya saja, Riani diharapakan untuk terus membuat kue coklatnya dan tuan John yang akan menjemputnya setiap pagi di rumah. Riani pun setuju.


Sehari menjelang natal, Riani menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perayaan itu. Ada kue, makanan dan juga hiasan natal.


Secara diam-diam, perempuan itu menangis karena merindukan Arma dan kedua orang tuanya. Ini kali pertama dalam hidupnya merayakan natal tanpa mereka.


Sejak pagi, Jack dan Cassie sudah keluar. Katanya mereka mau ziarah ke makam mamanya Cassie dan mamanya Jack.


Riani memilih ada di rumah karena memang ia tak kuat berada di luar rumah karena suhu yang berada di bawah nol derajat.


Beberapa barang yang menurut Riani belum akan digunakan, dibawahnya ke gudang.


Ia juga membereskan gudang itu dan tanpa sengaja ia menemukan album foto. Saat Riani membukanya , ternyata itu foto pernikahan Jack dengan seorang perempuan yang mirip dengan Cecilia Smith.


Jack nampak tampan dengan tuksedo berwarna hitam dan perempuan itu sangat cantik dengan gaun putihnya.


Jika mau dilihat dari latar foto ini, nampaknya pernikahan mereka di lakukan di halaman belakang rumah ini. Riani mengenal pohon Cemara yang ada di sana.


Lalu Riani menemukan album foto yang lain. Foto Jack dengan papan selancar. Nampaknya ia memenangkan lomba karena ia memegang sebuah piala. Jack masih sangat muda. Ada juga beberapa foto Jack yang menunjukan dirinya sedang berada di pantai dengan papan selancar itu. Ada juga beberapa foto mesranya bersama perempuan yang mirip Cecilia Smith. Mereka nampak mesra dan berfoto dengan pose menantang karena perempuan itu hanya menggunakan bikini dan duduk di pangkuan Jack. Bahkan ada foto mereka yang sedang berciuman mesra.


Cemburu kah Riani melihatnya? Tentu saja ada rasa cemburu. Namun tak sampai membuat ia merasa sedih karena itu adalah masa lalu Jack. Hanya saja Riani merasa kalau Jack tak mau terbuka tentang masa lalunya.


Setelah menyimpan foto-foto itu di tempatnya semula, Riani naik ke atas dan bermaksud akan mandi, sampai akhirnya ia mendengar bel pintu yang berbunyi.


Seorang pria berdiri di depan Riani.

__ADS_1


"Hai, masih ingat aku? Aku adalah Sam Andrian. Sahabat Jack."


"Oh, aku ingat kamu. Yang datang di hari ulang tahun Jack kan? Mari masuk!"


Sam melangkah masuk. "Sepi? Kemana Jack?"


"Ke kubur untuk Ziarah. Aku nggak ikut karena tak tahan dingin." Riani tiba-tiba ingat. Wajah Sam ada di foto pernikahan Jack. Mungkin Sam yang menjadi saksinya.


"Aku akan menunggunya saja. Soalnya ada hal penting yang harus Jack tandatangani."


"Ok. Aku siapkan kopi untukmu."


"Boleh juga." Sam nampak senang.


Riani pun bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi bagi Sam. Tak lupa ia membawa kue kering.


"Kau betah tinggal di sini?" tanya Sam sambil menyesap kopi buatan Riani.


"Ya. Walaupun kadang aku merasa kesepian jika Cassie sudah kembali ke asrama dan Jack pergi bekerja."


Sam menggelengkan kepalanya. "Aku juga tak mengerti dengan Jack. Kenapa juga harus tinggal di sini sedangkan dia punya ista...." Sam menghentikan kalimatnya. Hampir saja ia keceplosan. Jack bisa membunuhnya jika ia mengatakan yang sebenarnya.


"Eh, rumah warisan papanya. Tapi rumah itu kan ada di London." Sam terlihat salah tingkah. "Wah, kue ini sangat enak." Sam langsung mengalihkan pembicaraan.


"Kamu suka? Itu kue buatan ku sendiri."


"Ya. Jack mengatakan kalau kamu sangat pintar membuat kue. Dia juga mengatakan kalau masakan mu juga enak."


"Sesekali datanglah makan malam di sini."


"Ingin sekali rasanya datang untuk makan malam namun Jack selalu memberikan aku pekerjaan yang banyak."


"Oh ya? Memangnya jabatan Jack di perusahaan sebagai apa?"


Sam ingin menepuk kepalanya sendiri karena ia lagi dan lagi hampir salah bicara. Untung saja Jack dan Cassie sudah datang.


Cassie segera mengajak Riani ke kamarnya dan Jack dan Sam ngobrol berdua di ruang tengah.


"Mommy, aku membeli gaun couple untuk kita pakai saat ke gereja di hari natal besok. Bagaimana menurut mommy?"

__ADS_1


Riani melihat gaun berwarna hijau lumut itu. Ia tersenyum sambil mengangguk. "Mommy suka."


"Baguslah. Aku sudah khawatir karena memikirkan kalau mommy nggak suka. Apalagi ini bukan warna favorit mommy kan? Aku melihat baju mommy kebanyakan berwarna cream atau coklat."


"Hijau lumut ini pasti kesukaan Cassie ya?"


"Iya."


"Sesekali ikut selera anak kan nggak apa-apa."


Cassie memeluk Riani dengan perasaan bahagia. "Aku tahu mommy orang baik. Makanya aku langsung suka sejak pertama melihat mommy. Selama ini daddy selalu membawa pacarnya. Namun tak ada satu pun yang ku suka. Bagiku, mereka semua hanya perempuan matre yang mengejar ketenaran dan kekayaan daddy."


Riani terkejut mendengarnya. Ketenaran dan kekayaan Jack? Bukankah Jack lelaki sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik? Namun sekolahnya Cassie juga adalah sekolah yang terlihat mewah. Adakah sesuatu yang Jack sembunyikan tentang dirinya?


"Mommy kenapa melamun?" tanya Cassie.


"Nggak sayang. Apakah kamu capek? Sebaiknya kamu istirahat dulu. Atau Cassie mau makan sesuatu?"


Cassie menggeleng. "Aku mau istirahat saja."


Riani mengecup pipi Cassie lalu keluar kamar sambil membawa gaun yang diberikan Cassie.


Saat ia akan menggantung gaun itu di dalam lemari, Riani terkejut melihat merk baju itu. The Aslon? Bukankah Merk pakaian ini sesuai dengan nama rumah mode tempat Cecilia Smith bergabung? Sudah pasti gaun ini sangat mahal. Sebenarnya apa pekerjaan Jack sampai ia bisa membelikan gaun dengan merk terkenal ini? Tadi juga Sam mengatakan kalau Jack punya rumah lain yang disebutnya istana. Walaupun Sam nampak tak mau meneruskan kalimatnya namun Riani yakin kalau Sam hendak menyebutkan kata istana. Haruskah ia bertanya pada Jack?


Ada rasa penasaran dalam hati Riani. Akhirnya ia mengambil ponselnya dan bermaksud akan mencari tahu diinternet tentang Jack.


Di kolom pencarian, Riani mengetik nama Jack Almond. Dan alangkah terkejutnya perempuan itu saat membaca profil tentang Jack. Ia langsung terduduk di atas ranjang dengan jantung yang berdebar kencang. Riani seakan tak percaya dengan apa yang dibacanya. Jack sangat berbeda seperti yang dikenalnya selama ini. Riani kembali membaca artikel itu. Kembali melihat beberapa foto tentang Jack dan aktifitas nya. Termasuk juga beberapa foto kedekatan Jack dengan perempuan-perempuan cantik. Salah satu diantara mereka sangat Riani kenal karena membintangi beberapa film yang sangat Riani sukai.


Ya Tuhan, siapa yang sebenarnya aku nikahi?


**********


Selamat pagi.....


selamat beraktifitas


Happy weekend


jangan lupa dukung emak ya guys...

__ADS_1


__ADS_2