
Setelah satu minggu dirawat di rumah sakit, walaupun sebenarnya dokter belum mengijinkan untuk pulang, Jack memutuskan hari ini kembali ke rumah.
Reo berulang tahun dan ia tak mau melewatkan hari special Reo begitu saja.
Cassie mengatakan kalau ulang tahun Reo akan dilaksanakan di halaman rumah mereka dan mengundang anak-anak yatim di panti asuhan tempat Jack biasa memberikan sumbangan.
Halaman samping rumah sudah dihiasi dengan berbagai pernak pernik ulang tahun dengan teman kelinci karena memang Reo sangat suka dengan kelinci.
"Daddy?" Cassie langsung berlari dan memeluk papanya saat melihat papanya datang diikuti oleh Sam. Jack masih menggunakan sebuah tongkat untuk membantunya berjalan.
"Kenapa sudah pulang? Bukankah kemarin daddy bilang kalau dokter tak mengijinkannya?"
"Daddy memaksakan diri untuk pulang. Masa sih ulang tahun pertama Reo Dan daddy tak ada di sini?"
Cassie tersenyum. Ia menggandeng papanya dan menemui Riani bersama Reo yang baru saja selesai ganti pakaian.
Saat Jack melihat Riani, hatinya bergetar oleh rasa rindu yang dimilikinya untuk mantan istrinya itu.
"Reo.....!" panggil Jack pada putranya itu. Reo tersenyum saat melihat Jack dan langsung muntah dipeluk oleh papanya.
"Ok. Sini daddy gendong." Jack berusaha menggendong Reo walaupun sebenarnya ia kesulitan dengan tongkatnya.
"Daddy, memangnya boleh? Kaki daddy kan?" Cassie menatap kaki papanya yang masih menggunakan penyangga.
"Boleh." Jack mencium pipi putranya dengan gemas membuat Reo tertawa geli karena jenggot dan kumis Jack yang mulai memanjang.
"Apa kabar, Jack?" tanya Riani agar tak terlihat kaku di hadapan Cassie dan Sam.
"Sudah mulai membaik."
"Baguslah."
Saat acara akan dimulai, Jack terbakar cemburu melihat Philip dan Clark yang datang juga di acara ulang tahun Reo. Jack dapat melihat bagaimana Philip menatap Riani dengan tatapan cinta dan mereka bahkan menggunakan baju dengan warna yang sama yaitu biru muda.
"Bagaimana keadaanmu, Jack?" tanya Philip saat acara untuk anak-anak selesai dan para orang dewasa sedang menikmati kopi dan kue.
"Baik." jawab Jack singkat.
"Mana Riani?" tanya Clark yang baru kembali dari toilet.
__ADS_1
"Baby Reo menangis minta susu. Jadi Riani memberikan dia susu di kamarnya." Jawab Philip membuat Jack semakin panas saat menyadari bahwa hanya pada Philip saja Riani berpamitan dan mengatakan dimana keberadaannya.
Tak lama kemudian Riani datang dan mengatakan bahwa Reo sudah tertidur. Ia kecapean karena memang tak tidur siang sebab sangat asyik bermain dengan Cassie dan teman-temannya yang membawa beberapa ekor kelinci.
"Riani, aku mau pulang dulu ya? Ada beberapa pekerjaan yang aku dan Clark akan kerjakan. Nanti malam aku jemput kamu lagi ke sini." pamit Philip membuat Riani hanya mengangguk.
Saat Clark dan Philip pergi, Riani bergegas ke kamar Reo kembali. Jujur saja ia juga lelah dan ingin beristirahat sebentar. Ia tak bisa pulang karena masih harus memberikan Reo makan malam dan menidurkannya.
Jack berpikir keras. Bagaimana caranya harus membuat Riani tinggal. Kan besok hari Minggu, jadi Riani tak masuk kerja. Ia tak ingin Riani menghabiskan waktu bersama Philip.
Saat Riani baru saja akan terlelap dalam tidurnya, ia merasakan kalau ada yang masuk ke kamar Reo. Ia dengan cepat membuka matanya dan terkejut melihat Jack.
"Ada apa, Jack?" tanya Riani.
"Besok kan hari minggu, kenapa kamu tak tidur di sini saja dan punya banyak waktu untuk bersama Reo dan Cassie?"
Riani mengerutkan dahinya. "Mengapa harus tinggal di sini? Besok pagi aku kan bisa kembali. Lagi pula aku tak membawa baju ganti."
"Semua pakaian mu masih ada di lemari. Aku tak pernah menyingkirkannya."
Riani memalingkan wajahnya menerima tatapan Jack yang penuh cinta itu. "Buang saja, Jack. Aku tak akan memakai sesuatu yang kau berikan."
"Jack, sudah ku katakan kalau aku ada di sini demi Reo. Aku tak mengharapakan apapun darimu! Hatiku sudah tertutup untukmu, Jack. Seperti Daniel dan aku yang sekarang berteman demi Arma begitu juga yang aku harapkan diantara kita. Kita akan berteman demi Cassie dan Reo."
Walaupun sakit mendengarkan pengakuan Riani, Jack tak ingin menyerah. Ia sudah bertekad untuk mendapatkan Riani lagi. "Aku tahu kalau aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar padamu. Namun aku akan menebus nya. Aku akan memenangkan kembali hatimu. Aku tak peduli jika kau sudah bersama Philip atau pun Clark. Aku akan tetap mendapatkan kembali cintamu, Ri." ujar Jack. Ia meraih tangan kanan Riani dan mencium punggung tangan itu dengan lembut. "Kau tahu betapa gilanya aku saat memperjuangkan cintamu dulu. Dan aku akan lebih gila lagi sekarang." lalu Jack meninggalkan kamar Reo.
Riani menatap punggung Jack yang menghilang diantara kamar pintu penghubung antara kamar Reo dan kamar Jack. Ia sungguh merasakan kalau hatinya juga perih. Namun ia tak mau jatuh dalam kesalahannya yang sama. Ia tak mau berada di samping Jack kemudian dihempaskan lagi oleh pria itu karena sikapnya yang egois dan sangat posesif.
*********
"Mommy, ayo makan malam!" ajak Cassie saat Riani sudah selesai memberikan makan malam bagi Reo dan mengganti pakaiannya.
"Makan malam?" Riani terkejut. Biasanya juga ia makan di kamar Reo atau di dapur bersama Leo dan Lissy.
"Daddy sudah menunggu di meja makan. Cassie juga kangen makan malam bersama." Cassie langsung melingkarkan tangannya di lengan Riani. "Biar suster Hanna yang akan menjaga Reo."
Riani tak bisa mengecewakan Cassie. Ia pun mengikuti langkah Cassie menuju ke ruang makan. Benar saja. Di sana sudah ada Jack yang menunggu.
Jack duduk di kepala meja sedangkan Riani di sisi kana dan Cassie di sisi kiri.
__ADS_1
Sementara makan, terlihat kalau Cassie berusaha menciptakan suasana makan yang penuh kekeluargaan.
"Mommy, bagaimana kalau setiap hari Jumat sampai minggu malam, mommy tidur di sini saja. Daddy nggak keberatan kan?" tanya Cassie membuat Jack menggeleng.
"Tentu saja boleh."
Riani melotot ke arah Jack. Namun pria itu pura-pura tak melihatnya.
"Tapi sayang, biasanya hari Sabtu pagi sebelum ke sini, itu kesempatan mommy untuk membereskan apartemen, mencuci pakaian." Riani berusaha menolak dengan keras.
"Ayolah, mommy! Nanti urusan apartemen dan baju kotor mommy akan dibereskan oleh Lissi. Saya akan meminta Lissi ke sana dan membereskan semuanya." ujar Cassie.
"Tapi Cassie, kamu tahu kalau mommy nggak mau merepotkan orang lain."
"Kok orang lain sih? Kita kan satu keluarga?" ujar Cassie sambil tersenyum manis. Bagaimana mungkin Riani tega membuat senyum di wajah gadis remaja itu memudar? Apalagi beberapa waktu yang lalu Cassie sempat stres dan nilainya jadi rusak karena ia tak menerima perceraian antara Riani dan Jack.
"Baiklah. Tapi mulai minggu depan ya? Mommy sudah terlanjur buat janji dengan paman Philip." kata Riani membuat hati Jack kembali merasa panas.
"Ok." Cassie nampak sangat bahagia.
Pukul setengah sepuluh malam, Philip datang menjemput Riani. Jack hanya bisa melihatnya dari jendela kaca ruang kerjanya. Rasa cemburu yang sangat dalam membuat Jack tersiksa saat melihat bagaimana Riani tersenyum manis pada Philip.
Apa yang akan mereka lakukan sekarang? Apakah Philip akan tidur di apartemen Riani? Oh Tuhan, mengapa rasa ini begitu menyiksa ku?
*********
"Kenapa kau belum kembali ke London? Apakah benar pemberitaan itu? Kau dekat dengan seorang gadis Asia di Manchester?"
"Apa hakmu melarang aku dekat dengan gadis manapun? Bukankah hubungan kita sudah selesai, Anastasya?"
"Kau salah mengerti, Philip."
"Aku tak salah mengerti. Terimalah! Hubungan kita sudah selesai !" Philip memutuskan sambungan telepon. Ia duduk di sofa sambil memandang jauh ke depan. Ada sosok Riani yang bermain di pelupuk matanya.
*********
Semangat Senin ya guys ...
semoga suka ...
__ADS_1
jangan lupa dukung emak