Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Maaf Aku Pergi Tanpa Ijin


__ADS_3

"Riani.....!" Panggil Clark sambil memijat tangan perempuan itu.


Perlahan Riani membuka matanya. "Arma.....Arma diculik, Clark."


"Iya. Kamu tenang dulu."


Riani yang dibaringkan di sofa ruang tamu perlahan bangun. Tangisnya langsung pecah. "Aku harus ke Indonesia, Clark. Ayahku koma, anakku hilang. Kasihan ibuku."


"Kamu tenang dulu. Tak mungkin langsung pergi ke Surabaya begitu saja. Bagaimana dengan baby Reo. Apakah kamu akan membawanya? Memangnya Reo sudah punya pasport?"


"Reo sudah punya pasport. Baru seminggu yang lalu dibuatkan oleh Jack. Soalnya kami berencana akan ke Indonesia saat liburan sekolah nanti."


Leo datang membawakan air putih untuk Riani. Perempuan itu meminumnya sampai setengah.


"Nyonya sebaiknya telepon tuan dulu. Nanti tuan marah" kata Leo


"Iya. Leo benar. Kau harus menelepon Jack." Clark mengingatkan.


"Jack akan memulai lombanya besok pagi. Selama 3 hari mereka akan bermain lalu setelah itu ia akan melakukan beberapa bisnis di sana. Aku tak mau menganggu konsentrasinya. Dan aku trak bisa menunggu Jack kembali baru bisa ke Indonesia. Aku yakin saat ini ibuku terbeban dengan semua masalah ini." kata Riani sambil menghapus air matanya.


Ponsel Riani kembali berbunyi. Kali ini yang menelpon adalah Dessy.


"Ada apa, Des?"


"Ri, ibumu saat ini dirawat juga di rumah sakit. Kata dokter tekanan darahnya naik. Sampai sekarang ibumu belum sadar. Maaf kalau aku menganggumu. Namun aku tak tahu harus mengadu pada siapa. Dokter juga mengatakan kalau ayahmu harus segera di operasi begitu keadaannya mulai stabil. Mereka membutuhkan tanda tangan keluarga untuk tindakan operasi ini. Juga biayanya...."


"Aku transfer sekarang uang ke kamu. Lakukan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Aku akan berusaha mencari jalan terbaik untuk segera ke sana. Apakah ada kabar dari Arma?"


"Belum. Namun dari CCTV di depan sekolah, mereka melihat bahwa sesaat setelah ayahmu mengantar Arma, ada sebuah mobil hitam yang berhenti. Mereka sepertinya tahu kalau di sana ada CCTV sehingga mobil itu tak ada pelatnya dan tak terlihat bagaimana akhirnya Arma bisa naik ke atas mobil itu."


"Itu Pasti tindakan Daniel."


"Daniel sekarang ada bersamaku di rumah sakit. Ia juga nampak tegang mendengar kalau Arma diculik."


"Baiklah. Terima kasih, Des. Tolong kirimkan nomor rekeningmu ya?"


"Ok."


Riani menatap Clark. "Clark, tolong aku satu kali lagi. Tolong bantu aku ke Indonesia. Seandainya bisa mendapatkan tiket hari ini, tolong siapkan, Clark."


Clark menatap Leo. "Tapi, Jack...."


"Nanti aku akan meneleponnya. Tapi tidak sekarang. Tunggulah sampai ia selesai mengikuti turnamen ini." kata Riani lalu menatap semua pelayan yang memang sedang berada di ruang tamu. "Tolong siapkan pakaian aku dan Reo."


Clark segera menghubungi asistenya untuk melihat apakah bisa Riani berangkat.


***********

__ADS_1


Jam 5 sore.......


Cassie yang bermain dengan adiknya di kereta, menatap ibu sambugnya yang tak hentinya menangis. Ia tahu kalau Riani sangat sedih dengan semua keadaan yang terjadi.


Ponsel Riani. Panggilan dari Clark. "Hallo Clark, bagaimana?"


"Pesawatnya nanti besok jam 8 pagi. Tapi pengasuh Reo kayaknya tak bisa pergi karena visa nya belum keluar. Aku yang akan menemanimu."


"Kok kamu bisa, Clark?"


"Aku punya orang dalam yang menolongku. Sayangnya ia hanya bisa menolong satu orang saja."


"Baiklah. Terima kasih, Clark."


"Persiapkan saja dirimu. Jangan terlalu tegang karena itu tak baik bagimu dan juga Reo."


"Ok."


Riani menatap Cassie. "Penerbangannya dapat."


"Syukurlah mommy. Nanti urusan daddy biar aku yang bantu jelaskan. Pokoknya mommy pergi saja, ya?"


Riani mengangguk. "Terima kasih, sayang."


***************


Ia tahu kalau Riani sudah terbang sejak kemarin pagi. Hari ini sahabatnya itu akan tiba di Surabaya.


Sulastri, ibunya Riani masih terbaring lemah di ruang perawatan. Kondisnya juga tak baik.


Untungnya, Daniel ada di sini menemani Dessy. Dialah yang sibuk ke sana kemari menyiapkan semua kebutuhan operasinya.


Pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Dokter dan perawat keluar.


"Nona, operasinya berjalan dengan baik. Bapak Arya juga keadaannya stabil."


Dessy bernapas lega. "Syukurlah, dokter. Terima kasih."


Danial yang baru tiba pun nampak lega saat Desy menyampaikan hasil operasi ayah Riani.


1 jam kemudian, tuan Arya dipindahkan ke ruangan perawatan khusus. Dessy bersyukur kalau semuanya boleh berjalan dengan baik.


Menjelang malam, Riani akhirnya tiba. Ia menengok ayahnya sebentar lalu menemui ibunya.


"Ibu yang kuat, ya? Jangan terlalu banyak pikiran. Kita sama-sama akan menemukan Arma. Ayah sudah melewati masa kritisnya. Jadi fokus kita sekarang adalah menemukan Arma. " ujar Riani.


"Kau ke sini dengan anakmu?"

__ADS_1


"Iya, bu. Mau bagaimana lagi. Baby Reo masih minum asi. Sekarang dia ada di hotel. Di temani Clark dan Dea, adiknya Dessy. Ibu kan tahu kalau Dea seorang pngasuh bayi juga. Jadi aku tenang meninggalkan anakku bersamanya."


Sulastri tersenyum. "Dan Jack?"


"Jack masih ada pekerjaan, bu. Nanti juga ia akan menyusul ke sini. Sekarang ibu istirahat, ya? Makan yang banyak."


"Baik, nak."


Riani merasa lega karena ayah dan ibunya sudah lebih baik. Sekarang ia akan fokus mencari Arma.


Setelah menemui polisi yang mengurus pencarian Arma, Riani harus kembali ke hotel karena Dea menelpon bahwa stok asi Reo yang ada di botol sudah habis dan Reo agak rewel sehingga tak mau meminum susu formula yang ada.


"Kamu sendiri harus makan, Ri. Jangan terlalu stres. Ayah dan ibumu kan keadaannya sudah membaik. Jangan lupa makan. Minum susu dan vitamin karea kamu juga sedang menyusui Reo." kata Clark.


"Terima kasih, Clark. Kau selalu ada saat aku membutuhkanmu."


Clark tersenyum. "Dulu, aku melukai Camila dengan mengatakan bahwa dia wanita murahan karena mau tidur dengan Jack. Aku tak mau mendengarkan penjelasannya. Dan saat ia sudah menerima lamaran Jack, aku justru baru menyadari kesalahanku. Aku memintanya agar jangan menikahi Jack. Namun semuanya sudah terlambat. Aku membiarkannya bersama Jack walaupun tahu kalau Cecilia bisa saja mencelakainya. Bahkan karena marahnya aku, aku kemudian mendekati Cecilia. Camila berpikir kalau aku tidur dengan Cecilia. Pada hal itu tak pernah terjadi." Kata Jack dengan wajah yang sedih.


"Apakah kau tahu kalau Cecilia yang menyebabkan kecelakaan yang dialami Camila?"


"Apa?'"


"Dia memang melakukannya secara tak sengaja namun Camila yang panik justru memutar stir mobilnya ke arah jurang sehingga ia akhirnya meninggal."


"Cecilia itu memang sudah gila."


"Ya. Dia gila karena tak mndapatkan Jack."


"Kesalahannya sendiri yang selalu menyakiti Jack. Dia terlalu percaya diri bahwa Jack tak akan pernah mendapatkan wanita lain. Sampai akhirnya Jack menemukanmu."


Riani tersenyum. "Aku juga dulu berpikir tak akan pernah move on dari Daniel. Ternyata aku bisa. Dan kamu Clark, apakah kamu selamanya akan ters menjadi jomblo?"


Clark tertawa. "Aku cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang ini."


Ponsel Riani berbunyi. Ia melihat ada pesan dari nomor yang tak dikenalnya.


Arma ada bersama kami. Jika ingin Arma selamat, jangan sama sekali menghubungi polisi, atau pria yang sekarang ada bersamamu. Tunggulah pria itu pergi dan kami akan menghubungimu


"Dari siapa?" tanya Clark.


"Dari Dessy. Oh, ya aku merasa capek. Baby Reo juga sudah tidur. Aku juga ingin istirahat. Dea sedang pulang ke rumah untuk mengambil bajunya. Dia akan tinggal bersama aku di hotel ini."


Clark mengangguk. "Sebelum tidur jangan lupa makan dulu." katanya sebelum meninggalkan kamar.


***********


Jangan lupa dukung kami ya......

__ADS_1


Salam kasih A M A N D A


__ADS_2