
Jack tak bisa tidur malam ini. Apa yang dikatakan Riani membuat hatinya gelisah. Ia sedih karena semua yang terjadi diantara mereka adalah kesalahannya sendiri.
Lelaki tampan itu hanya bisa duduk di depan perapian. Ia menatap kayu yang sementara terbakar itu. Seperti juga dengan perasaan hatinya yang saat ini terbakar dan hancur menjadi debu atas semua perasaan cintanya pada Riani.
Di samping Jack sudah ada gelas dan sebotol anggur merah yang baru saja diambilnya dari gudang menyimpan anggur.
Di ruangan keluarga ini, Jack memiliki kenangan yang manis bersama Riani. Boleh dikata ruangan ini adalah favorit Riani untuk memiliki waktu khusus saat mereka berdua. Mereka bahkan beberapa kali bercinta di sini.
Jack teringat dengan tawa Riani saat Jack menceritakan betapa kisah lucu.
"Ah.....Riani....aku memang sangat bodoh telah melepaskan mu." ujar Jack sambil meneguk lagi anggur yang ada di gelasnya.
Tak tahan dengan semua rasa yang ada di hatinya, Jack memutuskan untuk menemui Riani.
Ia mengambil kunci mobilnya dan segera menuju ke apartemen Riani yang hanya berjarak tak sampai 10 menit dari mansion miliknya.
Jack tahu apartemen ini karena ia memang pernah ke sini untuk bertemu dengan rekan bisnis Clark yang pernah juga menjalin kerja sama dengannya.
Saat melihat ada seseorang yang akan masuk, Jack pun ikutan masuk. Ia naik lift menuju ke lantai 3.
Riani juga sebenarnya belum tidur walaupun waktu sudah menunjukan pukul setengah dua dini hari. Entah mengapa ia gelisah karena percakapannya dengan Jack tadi.
Aku tak boleh seperti ini. Jack sudah menyakitiku sangat dalam. Tujuanku hanya satu. Mendapatkan Reo dan kembali ke Indonesia.
Riani yang masih berbaring di sofa ruang tamu terkejut saat mendengar bunyi bel pintu apartemennya. Ia segera bangun karena bel pintu itu tak juga berhenti.
Saat ia mengintip dari kaca kecil yang ada di depan pintu, ia terkejut melihat Jack yang berdiri di sana.
"Ada apa Jack? Terjadi sesuatu dengan Reo?" tanya Riani saat membuka pintu.
Jack melangkah masuk. Ia berdiri menunggu Riani selesai menutup pintu lalu keduanya kini saling berhadapan.
"Ada apa Jack?" tanya Riani saat melihat kalau pria itu diam saja.
"Ri, berikan aku kesempatan untuk bersamamu lagi. Aku janji akan mengubah semua sikap egois ku. Aku sangat tersiksa saat tahu kebenarannya."
"Maaf, Jack. Aku tak ingin kembali ke masa lalu."
Jack langsung meraih tangan Riani. "Ri, aku mohon padamu. Ayo kita perbaiki lagi hubungan diantara kita. Demi Cassie, Arma dan Reo."
Riani menarik tangannya dari genggaman Jack. "Demi Cassie, Arma dan Reo? Apakah kau memikirkan mereka saat mengajukan perceraian padaku? Apakah kau memikirkan mereka saat mencekal aku datang ke sini? Kenapa baru sekarang kamu ingin agar aku mempertimbangkan mereka?" teriak Riani menumpahkan semua kemarahannya pada Jack yang selama ini ditahannya.
"Aku tahu kalau aku terlalu bodoh sehingga tak mempercayaimu. Aku pria yang cemburu karena perasan cintaku padamu terlalu besar. Aku pria yang posesif sehingga tak rela saat melihat bagaimana Daniel menyentuhmu dan kau membalasnya dengan mesra. Begitu marah dan cemburunya aku sehingga akal sehatku tak bisa membuat aku berpikir jernih. Aku terlalu mencintai kamu, Ri." Kata Jack dengan mata yang berkaca-kaca.
Riani membalikan badannya. Ia tak mau melihat pancaran mata Jack. Ia tak mau kalah dan menyerah karena sesungguhnya ia juga masih mencintai pria yang sudah menyakitinya sangat dalam itu.
Jack mendekat dan langsung memeluknya Riani sangat erat. "Tak adakah rasa cintamu yang tersisa untuk diriku?" tanya Jack sambil berbisik di telinga Riani.
"Lepaskan, Jack!" Riani berusaha melepaskan tangan Jack yang ada dipinggangnya. Tentu saja sia-sia karena kekuatan Jack jauh di atas kekuatan Riani.
"Aku tak akan melepaskan mu!"
"Lepaskan !"
__ADS_1
"Aku mencintai kamu, Ri."
Riani yang terus berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Jack akhirnya menyerah. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
"Aku memang pernah mencintaimu. Pernah berjuang untuk mempertahankan cintaku. Namun sekarang semuanya berbeda. Aku sudah bersama dengan lelaki yang lain."
Tangan Jack yang ada di pinggang Riani perlahan terlepas.
Riani membalikan badannya dan menatap mata Jack secara dalam. "Aku sudah bersama dengan lelaki lain. Aku bahkan sudah tidur dengannya."
Air mata Jack jatuh. Sangat jelas terlihat kalau ia terluka mendengar pengakuan Riani. "Dengan pangeran Philip?" tanya Jack perlahan sambil menahan sakit di hatinya.
"Ya. Aku membuka hati untuknya. Dia baik, lembut dan juga menghargai aku sebagai seorang janda beranak dua. Aku tak tahu bagaimana hubungan kami ke depan. Apakah pihak kerajaan akan menerimaku atau tidak. Yang pasti, aku sudah bersamanya."
Jack menghapus air matanya secara kasar. "Tak bisakah kau tinggalkan Philip dan kembali bersama ku? Aku tak peduli jika kau sudah tidur dengannya."
"Maaf, Jack. Aku pikir kalau aku sudah jatuh cinta padanya."
"Dan perasaanmu padaku?"
"Hanya sebatas teman karena kita punya Reo."
Jack mengangguk. Ia segera melangkah pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Riani menangis ketika Jack menghilang dibalik pintu.
"Maafkan aku, Jack."
*********
Setelah mandi dan sarapan seadanya, Riani pun langsung memesan taxi untuk menuju ke mansion Jack.
Ia tiba di sana saat waktu sudah menunjukan pukul setengah sebelas siang.
Leo yang membukakan pintu.
"Selamat datang, nyonya."
"Terima kasih Leo. Apakah Cassie berada di rumah?"
"Tidak. Nona Cassie sedang ke rumah sakit."
"Siapa yang sakit?"
"Tuan Jack."
"Oh..." Riani hanya mengangguk dan bersiap ke lantai dua untuk menemui anaknya.
"Tuan Jack mengalami kecelakaan subuh tadi."
Langkah Riani terhenti. Ia kembali menatap Jack. "Kecelakaan?"
"Ya. Ia menabrak pembatas jalan dan mobilnya terbalik. Kepalanya terluka dan tangannya patah. Tadi malam sudah dioperasi. Sampai aku pulang tadi, keadaannya masih belum sadar pasca operasi."
__ADS_1
"Apa kata dokter?"
"Ia sudah melewati masa kritis. Hanya pengaruh obat saja sampai dia belum sadar."
Riani tahu pasti karena percakapan mereka semalam sampai Jack menjadi seperti itu.
"Ma....ma....!"
Perhatian Riani teralihkan oleh suara Reo yang ternyata sedang berjalan sambil dituntun oleh Lissy.
"Hallo anak mommy!"
Reo tertawa senang saat melihat Riani.
"Ayo ke sini!" Riani akhirnya meneruskan langkahnya menaiki tangga. Dan Reo langsung berjalan cepat sampai akhirnya ia bisa ada dipelukan ibunya.
**********
Sam menjaga semuanya agar berita kecelakaan Jack Almond tak menyebar kemana-mana. Jack ditempatkan di ruangan khusus dengan penjagaan khusus.
Cassie sudah pulang ketika papanya sudah sadar. Sedangkan Sam menemani Jack.
Lelaki itu hanya sadar sebentar lalu tertidur lagi.
"Ini sudah jam berapa, Sam?"
"Jam 10 malam."
"Aku haus."
Sam mengambilkan air minum untuk Jack.
"Tadi, Riani datang ke sini." kata Sam setelah Jack minum.
"Benarkah ?" Jack nampak senang.
"Ia datang ditemani pangeran Philip."
Wajah Jack kembali terlihat sedih. "Mereka sudah jadian."
"Pantas saja. Terlihat mesra."
Jack menarik napas panjang. Seluruh badannya memang teras sakit. Namun yang paling sakit adalah hatinya.
"Aku akan merebut Riani kembali."
"Sembuhkan dulu dirimu, tuan. Cassie sangat sedih melihat keadaan mu."
Jack mengangguk. Hatinya bertekad untuk mengejar Riani dan mendapatkannya kembali.
********
Selamat weekend semuanya
__ADS_1
Berhasilkah Jack mengejar Riani?