
Saat Riani bangun, ia turun ke bawa dan menemukan suami dan putri sambungnya sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan Sam.
"Ada apa ini?" tanya Riani.
"Sayang, ayo duduk di sini!" ajak Jack.
Riani pun duduk di samping Jack. Ia terlihat bingung melihat bagaimana seriusnya wajah semua orang yang duduk di sana.
Jack meraih tangan Riani. "Sayang, Cecilia mengalami keguguran."
"Walaupun aku gak menyukainya, namun sebagai sesama calon ibu, aku sedih mendengarnya."
Jack mengangguk. "Dan dia menuduh kamu sudah mendorongnya sehingga ia terjatuh."
"Itu nggak benar Jack. Aku sudah melangkah di belakang Cassie. Jarak kami cukup jauh. Masa sih aku dengan cepat bisa mendorongnya." Riani menggelengkan kepalanya.
"Iya. Aku tahu sayang. Kamu tak mungkin melakukannya. Karena itulah kita akan ke kantor polisi dan kamu akan memberikan keterangan pada polisi."
"Baik. Aku akan mengatakan yang sejujurnya."
Jack bernapas lega. Ia senang karena Riani tak takut untuk menghadap polisi.
"Kita akan pergi ke sana sekarang." ujar Jack.
"Cassie ikut, dad." ujar Cassie.
"Nggak, sayang. Cassie nggak boleh ikut. Kalaupun mereka membutuhkan keterangan dari Cassie maka mereka yang akan datang ke sini."
Cassie nampak kesal. Namun saat melihat bagaimana Riani memintanya taat dengan tatapan matanya, Cassie pun mengangguk patuh.
Sam mendampingi Riani sebagai pengacara keluarga Almond. Riani menjelaskan semua sesuai cerita yang terjadi.
Sayangnya CCTV yang ada di toko itu tak sampai di bagian tangga sehingga kejadian yang sebenarnya tak bisa terekam dengan baik.
Selama hampir 2 jam Riani memberikan keterangannya. Dan setelah itu dia diijinkan pulang. Namun, saat mereka keluar dari kantor polisi, banyak wartawan yang sudah menunggu mereka untuk meminta keterangan. Jack dengan cepat membawa Riani masuk ke dalam mobil lalu ia sendiri menghadapi para wartawan.
"Istri saya tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya karena istri saya bukan perempuan kejam yang tak punya perasaan. Jadi, jangan asal menuduh."
"Lalu siapa gadis remaja yang bersama dengan istri anda di toko itu. Benarkah itu anak anda dengan Camila Smith yang dikabarkan telah meninggal?"
"Selamat malam." Jack langsung masuk ke dalam mobilnya dan tak mau menanggapi pertanyaan dari para wartawan.
"Sayang, sampai kapan kau akan menyembunyikan keberadaan Cassie? Ceritakan yang sebenarnya padanya. Aku pikir Cassie anaknya sangat dewasa." ujar Riani saat mereka sudah meninggalkan halaman parkir kantor polisi.
Sam yang membawa kendaraan pun mengangguk setuju. "Cassie harus tahu yang sebenarnya, Jack. Dia mungkin akan terguncang namun setidaknya ia harus tahu siapa keluarga mamanya."
Jack hanya bisa menarik napas panjang. Sesungguhnya ia tak rela jika Cassie harus bersama dengan mereka.
Saat mobil memasuki halaman rumahnya, Jack terkejut melihat mobil keluarga Smith ada di sana. Tentu saja Jack mengetahui ada plat nomor khusus yang dimiliki oleh keluarga Smith.
Bergegas ia turun dan masuk ke dalam. Ia terkejut melihat Viola Smith sedang duduk sambil menangis dan memegang tangan Cassie.
"Kenapa kalian berani datang ke rumah ini?" teriak Jack marah.
__ADS_1
"Kamu sungguh tega, Jack. Mengapa kau sembunyikan anak Camila? Bagaimana pun dia adalah cucu kami." ujar Rojer Smith, ayah dari Cecilia.
"Kalian tak pantas memilikinya. Bukankah saat aku menikah dengan Camila dulu kalian tak setuju?"
"Karena kau tega menyakiti hati Cecilia pada hal Cecilia sangat mencintaimu. Sekarang, istrimu pun dengan teganya membuat Cecilia keguguran." kata Viola sambil menatap Riani dengan mata menyala.
"Mommy tidak melakukan itu." ujar Cassie.
"Cucuku sayang, kamu tau mengerti saja bagaimana jahatnya ayahmu ini. Bertahun-tahun lamanya aku menangis karena anakku meninggal. Aku pikir kamu juga sudah meninggal, sayang." Viola membelai wajah Cassie.
Cassie menatap wajah omanya yang terlihat penuh kasih. Hati gadis yang telah beranjak dewasa itu tersentuh.
Jack menjadi semakin tak suka dengan suasana ini.
"Cassie, masuk ke kamarmu!" ujar Jack.
"Daddy!" Cassie protes.
"Masuk Cassie!" perintah Jack.
Cassie beranjak dari tempat duduknya sambil menghentakkan kakinya. Ia menaiki tangga dengan hati sedih.
"Tenanglah Cassie. Opa akan berjuang untukmu!" Teriak Roger.
Jack menatap Roger. "Jangan pernah bermimpi kalian akan dapat bersama putriku."
"Dia memang putrimu, Jack. Tapi dia juga adalah cucu kami. Kamu telah menipu kami semua. Itu akan menjadi alasan yang kuat bagi kami untuk mendapatkan hak asuh Cassie. Dan siap-siap saja kau perempuan desa, kau akan mendapatkan hukuman mu!" ujar Viola.
"Jangan usik istriku! Pergi kalian dari sini! Pergi.....!" teriak Jack sambil mendorong Roger dengan sangat keras sehingga lelaki paruh baya itu hampir saja jatuh.
"Maafkan aku....! Apakah aku membuatmu takut?" Jack berbalik lalu memeluk istrinya.
"Ya. Aku takut emosimu tak terkontrol."
Jack mengusap punggung istrinya beberapa kali, lalu ia melepaskan pelukannya dan mengajak istrinya duduk.
"Kita harus bekerja keras, Jack." uJar Sam yang semenjak tadi hanya diam.
"Aku tak mau kehilangan Cassie. Apapun akan kulakukan agar Cassie tetap ada di sisiku." kata Jack dengan penuh keyakinan.
"Perkara ini tak gampang." ujar Sam. Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi. Ia menerima panggilan itu.
Setelah panggilan itu berakhir, Sam tersenyum senang. "Bodyguard kita berhasil membujuk salah satu pelayan di sana untuk bersaksi. Katanya, ia tak melihat bagaimana Cecilia bisa jatuh namun dia melihat saat Riani membalikan badannya dan berjalan di belakang Cassie."
Jack tersenyum lega. "Sayang, aku tak akan biarkan siapapun menyakitimu. Aku yakin kalau kamu akan bebas dari tuduhan Cecilia dan keluarganya."
Riani hanya tersenyum namun yang ia khawatirkan sekarang bukanlah dirinya melainkan Cassie. Karena itulah ia pamit untuk menemui Cassie di kamarnya.
"Cassie....!" panggil Riani.
Cassie yang sedang membaringkan tubuhnya sambil membelakangi Riani, perlahan membalikan badannya. Matanya sudah bengkak. Sepertinya sejak tadi ia menangis.
"Sayang, kamu harus mendengar alasan dari daddy mengapa dia tak menceritakan tentang keluarga mama Camila." Riani berkata sambil duduk di tepi tempat tidur sambil membelai rambut coklat Cassie.
__ADS_1
"Aku benci Daddy. Kasihan Oma Viola dan opa Roger. Mereka pikir aku sudah mati. Kenapa sih tak memberitahukan pada mereka? Mungkin inilah sebabnya daddy tak pernah tampil di depan umum bersamaku. Rupanya daddy tak mau mereka melihatku."
"Sayang....!"
"Mommy, tolong biarkan aku sendiri. Bolehkan?"
Riani mengangguk. Ia mencium dahi Cassie. "Dengarkan apa kata daddymu ya?"
Cassie hanya diam. Riani pun meninggalkan kamar Cassie. Ia akan memberikan kesempatan pada anak sambungnya itu untuk sendiri.
Saat Riani keluar kamar, Jack baru saja akan mengetuk pintu kamar Cassie.
"Bagaimana dia?" tanya Jack.
"Bicaralah, Jack. Jangan biarkan dia salah sangka denganmu. Kata Riani lalu segera meninggalkan Jack.
**********
Perlahan Riani membuka matanya saat merasakan ciuman Jack di bibirnya. "Honey? Maaf ya aku ketiduran."
Jack tersenyum. Ia kembali mengecup bibir istrinya dengan sangat lembut.
"Jadi, bagaimana tanggapan Cassie?"
Jack ikut berbaring di samping istrinya, keduanya kini tidur saking berhadapan.
"Cassie tak berbicara apapun saat aku mengatakan alasan ku menyembunyikan keberadaannya sebagai anakku. Aku jadi sedih karena anakku justru semakin jauh dariku."
Riani membelai wajah suaminya. "Besok, aku akan berbicara dengan Cassie kembali. Malam ini biarkan dia merenung. Aku yakin dia menyayangimu, Jack. Dia mungkin kecewa tapi itu tak akan menghilangkan rasa cintanya padamu."
"Sejujurnya aku memang takut Cassie tak lagi menyayangiku."
Riani mengecup pipi suaminya."Dia menyayangi mu."
Jack membawa Riani ke dalam pelukannya. "Sayang, aku sungguh bersyukur memilikimu. Besok, aku akan lakukan apa saja untuk membuktikan kalau kamu tak mendorong Cecilia."
"Aku tahu kamu adalah suami yang pasti akan membela istrinya."
keduanya saling berpandangan. Jack tersenyum. "Sayang, sudah hampir sebulan kau mengacuhkan aku."
Riani terkekeh. "Ok. Padamkan saja lampunya."
Jack menatap istrinya dengan mesra. " Mungkin kali ini biarkan lampunya tetap menyala."
"Karena?"
"Aku rindu melihat semua bagiannya."
Keduanya kembali tertawa bersama. Selalu ada hikmah dibalik sebuah peristiwa kan?
*********
Selamat malam
__ADS_1
selamat berakhir pekan
Salam sayang dari emak dan Amanda