
"Sayang, aku aku mau keluar sebentar. Kamu nggak apa-apa sendirian?" tanya Jack sambil mendekati Riani yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Mau kemana?" tanya Riani. Biasanya ia tak bertanya Jack akan kemana. Namun kali ini entah pengaruh hormon kehamilan atau tidak, ia begitu kepo ingin tahu kemana suaminya pergi. "Mau ke kantor lagi? Ini kan sudah jam 5 sore."
"Eh, Cecilia sudah tahu tentang keberadaan Cassie. Ia tadi pagi melihat Cassie keluar bermain sepeda. Dia ingin aku menjelaskan padanya tentang Cassie kalau tidak, ia akan mengatakan kepada orang tuanya tentang keberadaan anakku itu. Jadi aku akan menemuinya."
Riani merasa kalau ia cemburu. Bagaimana pun itu adalah cinta pertama Jack. Bertahun-tahun Jack memuja perempuan itu.
Sekuat apapun Riani berusaha menyembunyikannya, sangat jelas terlihat kalau dia cemburu.
"Di mana kau akan menemuinya?" tanya Riani.
"Di hotel Xxx."
"Kenapa harus di hotel sih? Memangnya setelah bercakap-cakap kalian akan bercinta?" tanya Riani membuat Jack sedikit terkejut mendapatkan ekspresi kesal dan marah dari nada suara istrinya yang biasa lembut. Apakah ini karena hormon kehamilannya?.
"Bukan seperti itu, sayang. Hotel itu adalah milik keluarga Smith. Ada beberapa kamar privat yang terpisah dari gedung utama hotel. Jadi akan lebih aman jika ketemu di sana."
"Kamu hanya akan menjelaskan masalah Cassie kan? Aku ikut!"
"Baiklah. Aku mandi dulu sementara kamu bersiap-siap."
"Ngapain harus pakai acara mandi dulu? Memangnya kalau mau ketemu Cecilia harus steril ya? Harus wangi dulu?" Tanya Riani dan tentu saja semakin membuat Jack terkejut. Ada apa dengan istrinya ini?
"Sayang, aku merasa......"
Riani mengangkat tangan Jack dan mengendus ketiak suaminya itu. "Kamu wangi. Nggak bau asem. Nggak perlu mandi. Nanti Cecilia kelamaan menunggu. Aku saja yang ganti baju." Laku Riani turun dari tempat tidur dan segera masuk ke dalam walk in closet.
Tak lama kemudian perempuan itu keluar dan menggunakan sebuah gaun berwarna putih. Gaun itu sebenarnya sudah lama ada dalam lemari namun Riani belum pernah menggunakannya karena ia lebih suka memakai bajunya sendiri.
Ia menggunakan make up tipis, menyisir rambutnya dan membiarkannya tergerai, lalu menatap suaminya. "Aku siap ...!"
"Kamu cantik, sayang!"
Riani hanya tersenyum tipis lalu keduanya pun meninggalkan kamar secara bersama.
Sebelum berangkat, Jack sudah menelepon anak buahnya agar terlebih dahulu melihat situasi hotel yang ada agar aman bagi Jack terutama bagi istrinya.
Akhirnya mereka pun berangkat. Jack sendiri yang mengendarai mobilnya.
Ternyata jarak hotel itu dari rumah Jack lumayan jauh. Mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk bisa sampai ke sana. Sebuah hotel yang terletak di kawasan pegunungan dengan taman yang indah dan tempat rekreasi keluarga.
__ADS_1
Mobil Jack tidak mengikuti arah lobby melainkan menuju ke beberapa cottage yang ada di sana lalu berhenti di sebuah cottage yang paling ujung. Anak buah Jack menelepon dan menyampaikan bahwa tak ada wartawan atau siapapun di sana. Hanya ada Cecilia sendiri.
"Sayang, kenapa sabuk pengamannya nggak di buka?" tanya Jack melihat Riani hanya duduk saja.
"Aku nggak ikut turun. Aku nggak mau merusak momen percakapan antara dirimu dengan Cecilia. Pasti mood nya langsung hilang saat melihat aku."
Jack meraih tangan Riani dan mengecupnya lembut. "Aku masuk dulu ya?"
"Waktumu 30 menit Jack Almond."
"30 menit?"
"Jangan tutup pintu kamarnya."
"Ha?"
Riani menatap suaminya. "Lebih 30 menit aku anggap kalian sedang bercinta di dalam. Menutup pintu aku akan berpikir kalau kalian sedang berciuman."
"Sayang, jangan ragukan kesetiaanku padamu. Jika aku mau, aku dapat saja membohongimu dengan datang diam-diam di tempat ini."
"Aku percaya. Hanya saja nggak boleh lebih dari 30 menit dan jangan menutup pintu."
Jack jadi terkekeh melihat sifat posesif Riani yang baru kali ini ia tunjukan. "Baik istriku."
"Jack, aku senang karena kamu akhirnya datang." Sambut Cecilia saat ia membukakan pintu. Ia akan memeluk Jack namun pria itu mundur membuat Cecilia tak jadi memeluknya.
"Ayo masuk!" ajak Cecilia.
Pintu pun akan di tutup namun Jack menahannya. "Biar saja pintunya terbuka."
"Kenapa?" tanya Cecilia bingung.
"Akan lebih baik terbuka sehingga udara segar masuk. Aku sekarang tak terlalu suka dengan AC."
Cecilia pun mengalah. Ia melangkah masuk dan duduk di sofa. Jack pun duduk di depannya. Cecilia kelihatan agak kesal karena dia ingin Jack duduk di sebelahnya.
"Kenapa kamu memasang jarak, Jack? Bukankah kita sebentar lagi akan punya anak?" tanya Cecilia.
"Berhentilah berkata kalau itu adalah anakku sebelum hasil tes membuktikan kalau itu memang adalah anakku."
"Jack, apakah sama sekali sudah tak ada rasa untukku?" tanya Cecilia dengan tatapan mata yang sedih.
__ADS_1
"Aku ingin kita benar-benar selesai, Ce."
"Jack, aku tahu kau masih mencintaiku. Aku yakin Riani hanya sekedar pelarian bagimu."
"Kalau aku tak memiliki perasaan untuk Riani, aku pasti tak akan menikahinya. Kamu tahu kan, berapa banyak wanita yang ingin menjadi istriku, namun semuanya tak membuat diriku mau menikah dengan mereka." Jack menarik napas panjang. "Sekarang, apa yang ingin kau ketahui tentang Cassie?"
"Itu anak Camila kan? Cassie adalah nama yang ingin Camila berikan kepada anaknya. Saat aku melihat anak itu dengan lesung pipitnya, aku sangat yakin kalau itu adalah anak Camila. Apalagi wajah Cassie mirip dengan mu, Jack. Nggak mungkin dia hanya anak adopsi."
"Ya. Itu anak Camila."
"Kenapa kau tak mengatakan kepada kami, Jack? Setidaknya kalau kau membenci keluargaku karena telah membawa Camila tanpa seijinmu, kau kan bisa mengatakannya padaku? Kita berbagi tempat tidur bersama, berbagi kesenangan bersama, mengapa harus kau sembunyikan keberadaan. Cassie dariku?" Cecilia mulai menangis.
"Aku tak ingin Cassie mengenal keluarga Smith."
"Bahkan dengan aku? Bertahun-tahun aku menangisi kematian saudara kembarku, juga dengan anaknya yang aku pikir sudah tiada. Setidaknya Cassie harus tahu kalau ada wanita yang mirip dengan ibunya."
"Cassie bahkan tak pernah melihat foto Camila. Aku tak pernah menunjukkan nya."
"Biarkan aku bertemu Cassie."
"Tidak!"
"Kalau kau tak mengijinkannya maka akan ku katakan pada kelurga Smith tentang keadaan Cassie. Kau tahu kalau ayahku adalah adalah jaksa paling terkenal di Inggris ini, ia dapat menuntut mu dengan tuduhan menyembunyikan cucunya."
"Cassie tak perlu tahu tentang kalian. Ia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang."
"Aku ingin ketemu Cassie. Aku ingin ia tahu kalau aku adalah bibi nya."
"Tidak!"
"Jack ! Kamu memang egois, sombong dan tak memiliki perasaan."
'Katakanlah begitu. "
"Berikan aku waktu seminggu untuk membereskan semuanya. "
**********
Hallo...
bagaimana dengan part ini?
__ADS_1
komen ya