
Setelah mengeringkan tubuh Cassie yang basah dan membantunya mengganti pakaian, Riani segera meminta Leo untuk membuatkan segelas coklat hangat untuk anak sambungnya itu. Ia juga membantu mengeringkan rambut Cassie dengan pengering rambut.
"Kau sudah merasa hangat?" tanya Riani.
"Iya mommy."
"Minumlah coklat hangat ini, nak. Apakah kamu ingin makan?" tanya Riani sambil memberikan cangkir yang berisi coklat itu.
Air mata Cassie mengalir. Ia menatap Leo yang berdiri di belakang papanya.
"Leo, apakah masih tersisa kue coklat buatan mommy? Apakah masih ada roti keju kismis buatan James?" tanya Cassie diantara isak tangisnya.
"Masih ada nona. James akan hangatkan itu untuk nona." Leo bergegas ke dapur.
"Dari pagi aku ingin ke sini. Namun tak diijinkan oleh bibi Cecilia. Opa dan oma tak ada. Sedang ke Jerman untuk urusan bisnis. Aku bertengkar dengan bibi Cecilia. Sepulang sekolah, aku tak sengaja mendengar percakapan bibi Cecilia dengan salah satu bodyguardnya. Ternyata, bibi Cecilia yang memerintahkan anak buahnya untuk mencelakakan mama Camila. Memang tujuannya hanya untuk menakut-nakuti mama agar menjauh dari daddy. Namun tanpa sengaja anak buahnya itu membuat mama Camila kecelakaan dan akhirnya meninggal." ujar Cecilia lalu memeluk Riani sambil menangis.
Jack yang sejak tadi diam tiba.tiba saja meninju dinding yang ada di depannya. Rasa marahnya tak tertahankan lagi.
"Sayang, mau kemana?" Riani bergegas mengejar Jack yang akan pergi dengan tangan yang terluka.
"Lepaskan aku sayang. Aku akan membuat perhitungan dengan Cecilia."
Cassie tiba-tiba saja memeluk papanya. "Jangan pergi daddy. Percuma saja. Bibi Cecilia akan menyangkal semua yang aku katakan tadi. Saat aku berbicara dengannya, ia membantah semua yang aku dengar. Dia bahkan mengurungku di kamar. Dan aku lari lewat balkon."
Jack memeluk putrinya sambil menangis. Ia sedih karena Cassie harus menerima kenyataan bahwa mamanya meninggal akibat ulah dari bibinya sendiri.
"Aku tak akan pernah kembali ke rumah keluarga Smith. Aku ingin selamanya di sini. Maafkan aku daddy. Maafkan aku karena telah melukaimu. Aku janji tak akan pernah meninggalkan daddy lagi."
Jack mencium puncak kepala putrinya. Kemudian ia menghapus air mata putrinya. "Daddy memaafkanmu, sayang. Daddy juga minta maaf karena selama 3 bulan ini mengacuhkanmu. Sebenarnya daddy sangat sayang padamu. Kamu adalah permata daddy. Kesayangan daddy."
Cassie mencium pipi papanya dengan wajah yang gembira.
Tak lama kemudian, Leo datang bersama James. Cassie memeluk kedua pelayannya itu dengan luapan kebahagiaan.
"Aku sangat merindukan masakan dan kue di rumah ini." ujarnya sambil memasukan kue coklat dan roti keju ke mulutnya dengan sangat lahap.
Jack menatap putrinya dengan ungkapan kebahagiaan. Ia bernapas lega karea Cassie sudah kembali ke rumah.
__ADS_1
***************
Roger dan Viola Smith datang ke rumah Jack untuk menjemput Cassie kembali.
"Opa, oma, aku akan tinggal dengan daddy jack dan mommy Riani. Aku tak mau tinggal di rumah kalian lagi. Aku tahu opa dan oma sangat sayang padaku. Namun aku ta bisa tinggal dengan bibi Cecilia lagi. Bibi selalu memaksa aku untuk melakukan ini dan itu walaupun aku tak suka, bibi selalu memaksanya. Bibi juga selalu menghasut aku untuk membenci mommy Riani pada hal mommy Riani sangat baik padaku." Kata Cassie di hadapan opa dan omanya. Jack dan Riani pun ada di sana.
"Tapi sayang, pengadilan sudah memutuskan bahwa kamu tinggal bersama kami. Nanti oma akan bicara dengan Cecilia sehingga ia tak akan memaksamu lagi untuk melakukan sesuatu yang tak kamu sukai." kata Viola.
"Bagaimana mungkin Cassie bisa tinggal di rumah orang yang membunuh mamanya?" ujar Jack dengan sedikit sinis.
"Apa maksudmu, Jack?" tanya Roger.
"Cassie mendengar sendiri saat Cecilia berbicara dengan bodyguardnya perihal kecelakaan yang dialami Camila 13 tahun yang lalu." kata Jack.
"Tapi Cecilia tak bermaksud membunuh Camila. Ia hanya ingin menakutinya. Bertahun-tahun Cecilia hidup dengan rasa bersalah di hatinya. Bagaimana mungkin ia akan membunuh saudara kembarnya sendiri? Dia hanya cemburu karena kau menikahi Camila. Kau tahu kalau Cecilia sangat mencintaimu, Jack." Ujar VIola berusaha membela anaknya.
"Oh..., jadi kalian sudah tahu perihal kecelakaan yang dialami oleh Camila? Baguslah. Jadi, jika kalian memaksa Cassie untuk tinggal dengan kalian lagi, maka aku akan mengajukan tuntutan atas kecelakaan yang dialami oleh Camila. Ingat, ruang tamu ini ada CCTV yang merekam percakapan kita saat ini." ancam Jack dengan senyum penuh kemenangan.
"Jack...., kamu....!" Roger menjadi sangat marah.
"Kalian aku ijinkan untuk menjenguk Cassie setiap 2 minggu sekali. Kalian boleh membawanya jalan-jalan kemana saja sepanjang hari itu namun tidak untuk menginap di rumah keluarga Smith. Aku juga tak ingin putriku dengan Cecilia karena sesungguhnya Cassie tak nyaman berada di sana." kata Jack dengan penuh penekanan.
"Aku senang karena akhirnya kedamaian akan ada di rumah ini lagi." kata Jack sambil memeluk istri dan putrinya yang memang berdiri di samping kanan dan kirinya.
"Daddy, besok kan weekend. Ayo kita ke rumah desa. Aku yakin orang-orang di sana sudah penasaran ingin melihat adik Sen." ujar Cassie.
"Reo..."
"Sen..."
Riani hanya tertawa melihat ayah dan anak yang saling meributkan nama panggilan bagi Christensen Haireo.
**************
Ada tawa kebahagiaan saat baby Reo diajak bermain oleh para pelayan yang ada.
Riani yang sementara merawat bunga-bunga di teras depan pun ikut tertawa juga. Baby Sen Reo kni berusia hampir 4 bulan. Ia jadi bayi yang montok dan pintar.
__ADS_1
Sudah 2 hari ini Jack tak ada di rumah. Ia sedang ada turnamen peselancar dunia di Hawai dan Riani tak bisa ikut karena putranya sedang demam. Untung saja pagi ini demamnya sudah hilang dan Riani sengaja membawanya keluar rumah untuk berjemur sinar matahari pagi.
Clark juga datang pagi ini. Memang hubungan Clark dan Jack belumlah membaik. Namun Jack sudah tak marah jika Clark datang berkunjung untuk bermain dengan Cassie dan Reo. Clark bahkan sudah beberapa kali mengajak Cassie untuk main di mall.
"Nyonya, ponsel anda berbunyi." kata Leo sambil membawa ponsel Riani yang memang ia tinggalkan di ruang makan.
"Terima kasih, Leo." ujar Riani. Ia kaget saat tahu kalau itu panggilan dari ibunya.
"Hallo ibu..." sapa Riani.
"nak......" terdengar suara ibunya yang menangis.
"Ada apa, bu?"
"Bapak di rumah sakit, nak. Ia mendapat serangan jantung. Keadaannya kritis."
"Lho, kok bisa gitu, bu. Memangnya bapak masih bekerja di sawah? Jack kan sudah melarang bapak dan ibu bekerja."
"Bukan itu masalahnya, nak. Arma hilang."
"Hilang? Kok bisa? Mengapa Arma bisa hilang?" teriak Riani histeris.
Clark yang sedang menggendong Reo segera memberikan bayi itu ke tangan pengasuhnya lalu mendekati Riani. Ia yang mengert bahasa Indonesia tentu saja bisa mengerti percakapan Riani dan ibunya.
"Tadi pagi dia ke sekolah. Diantar oleh ayah. Namun saat tadi ayah akan menjemputnya kembali, kata teman-temannya Arma nggak masuk sekolah hari ini. Ayah jadi tegang mendengarnya. Kami sudah mencarinya ke sana kemari namun tak ada. Ayah menjadi tegang. Makanya ia mendapatkan serangan jantung."
"Ibu...., kemana Arma?"
"Ibu nggak tahu, nak. Di sini ibu sendiri menjaga ayah. Dokter mengatakan keadaannya sangat kritis. pak kades dan beberapa warga ikut mencari."
Tangis Riani pecah. Ia merasakan jantungnya ikut berhenti berdetak. Tak lama kemudian, perempuan itu pingsan.
******************
Hallo semua
Dukung terus cerita ini ya guys...
__ADS_1
LOVE A M A N D A