Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

Bangun pagi, Jack tak menemukan Riani ada dalam rumah. Saat ia mencarinya keluar rumah pun Riani tak ada.


Ia mencoba menelepon istrinya itu namun ponsel Riani ternyata tertinggal di dalam rumah.


Jack berjalan ke luar rumah, mencoba melihat kalau Riani mungkin sedang jalan pagi. Namun istrinya itu tak ada. Pada hal pagi ini Jack harus cepat pergi ke kantor karena ada rapat penting yang harus dihadirinya.


Karena Jack orangnya sangat disiplin masalah waktu, ia pun segera mempersiapkan dirinya.


Riani ternyata sudah membuat sarapan. Lalu kemana Riani pergi?


Selesai sarapan, Jack meninggalkan catatan kecil di atas meja dan meminta istrinya itu menghubungi dia saat sudah kembali ke rumah.


Lalu kemana Riani pergi?


2 jam sebelumnya.....


Riani tak tahu kenapa pagi ini Jack bangun terlambat. Namun ia bersyukur juga tak bertemu dengan Jack karena ia masih malas untuk bicara dengan suaminya itu.


Selesai menyiapkan sarapan, Riani Videocall sebentar dengan ibunya karena ia mendapati kabar kalau Arma sedang tak enak badan.


Ibunya mengatakan kalau Arma hanya flu saja karena waktu di sawah main hujan dengan teman-temannya.


Riani pun segera keluar rumah. Ia ingin menikmati pagi yang cerah ini dengan jalan-jalan di sekitar kompleks saja karena matahari bersinar dengan sangat indah.


Suhu udara masih dingin karena salju belum juga mencair sepenuhnya. Riani pun merapatkan jaketnya. Ia berpapasan dengan beberapa penghuni desa ini yang sudah dikenalnya. Mereka pun senang karena Riani sangat ramah orangnya.


Namun, ketika Riani berhenti di jalan yang sepi untuk mengikat tali sepatunya, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di belakangnya. Sang pengendara turun dan Riani terkejut saat melihat Daniel sudah berdiri di belakangnya.


"Daniel?"


Pria itu tak tersenyum. Ia dengan cepat menarik tangan Riani dan menyeretnya masuk ke dalam mobil. Saat Riani berusaha membuka pintu mobil, pintu itu sudah tertutup secara otomatis.


"Daniel, apa yang kamu lakukan? Cepat buka!" Teriak Riani dengan marah.


Daniel tak bicara. Ia langsung menjalankan mobilnya yang mesinnya memang tak dimatikan.


"Daniel.....! Turunkan aku!" Riani dengan kesal memukul pundak Daniel namun pria itu tetap memilih diam walaupun terlihat jelas kalau ia menahan sakit di bahu dan lengannya yang dipukuli Riani.


"Kamu kenapa Daniel? Apa mau mu?" Riani semakin histeris jadinya. Saat ia meraba kantong celananya, ia baru sadar kalau ia tak membawa hp.


"Daniel, kita mau kemana?"

__ADS_1


Daniel hanya menoleh sejenak ke arah Riani, lalu ia kembali berkonsentrasi dengan jalan yang ada di depannya. Mereka sudah meninggalkan gerbang masuk desa dan kini mobil melaju ke arah luar kota. Bukan ke arah kota Manchester.


"Daniel.....! Jangan seperti ini. Hubungan kita sudah berakhir. Kenapa kamu nggak bisa menerima kenyataan? Mengapa kamu bereaksi seperti ini setelah 7 tahun berlalu?"


"Karena aku baru tahu, kalau anakku belum mati seperti yang kau katakan. Arma masih hidup dan tinggal bersama orang tuamu."


Riani terkejut. "Ka...mu tahu?"


"Sangat mudah menyelidiki keadaan yang ada di sana, Riani sayang. 2 minggu ini aku menghilang karena sebenarnya aku pulang ke Surabaya. Dan perasaanku benar. Anak kita masih ada di sana. Bermain bersama anak-anak kampung lainnya. Hanya dengan melihatnya dari jauh, tanpa mencari identitasnya, aku langsung bisa mengenalinya. Benar kata orang, anak perempuan, biasanya sangat mirip dengan ayahnya."


"Jangan kau ganggu Arma, Daniel. Hidupnya bahagia bersama orang tuaku."


"Kau meninggalkan anakmu hanya karena menikahi Jack? Ibu macam apa kamu?"


"Aku tak meninggalkan Arma. Dia hanya butuh waktu untuk bisa tinggal bersama ku di sini."


Daniel tersenyum kecut. "Arma masih hidup dan kamu bilang kalau Arma sudah meninggal? Tega sekali kamu, Riani. Arma anakku. Aku berhak tahu tentang keberadaannya."


"Kamu tak berhak tahu karena kamu memilih ikut dengan keluargamu dan menikahi Dewi. Jangan usik kebahagiaan aku dan anakku. Urus saja rumah tanggamu sendiri. Berjuanglah bersama istrimu untuk memiliki anak kalian sendiri."


"Aku tak mencintai Dewi. Aku tersiksa selama 7 tahun menikah dengannya. Aku terus memikirkanmu, Riani. Kau adalah cinta dalam hidupku."


"Cih....!" Riani merasa muak dengan pernyataan cinta Daniel. Ia pun menyerang Daniel dengan menarik stir mobil.


**********


Akhirnya, rentetan rapat dan pertemuan itu selesai. Hati Jack sudah sangat gelisah sehingga ia tak konsentrasi memimpin rapat.


Charles, salah satu orang kepercayaannya langsung memasuki ruangannya ketika rapat itu sudah selesai. Wajah Charles terlihat khawatir.


"Bagaimana? Kau bisa menemukan keberadaan istriku? Apakah ia sudah kembali ke rumah? Sampai saat ini juga ia belum meneleponku."


"Nyonya...., nyonya mengalami ..." Charles terlihat takut untuk mengatakannya.


"Katakan dengan jelas Charles!"


"Nyonya mengalami kecelakaan. Ia ada di salah satu rumah sakit dekat ke arah kota London. Menurut informan kita, nyoya kritis karena tak menggunakan sabuk pengaman. Namun lelaki yang bersamanya, tak begitu parah."


"Lelaki?"


"Tuan Daniel. Mantan suami Nyonya Riani."

__ADS_1


Jantung Jack bagaikan berhenti berdetak. Riani mengalami kecelakaan bersama Daniel? Apakah mungkin mereka akan lari bersama?


Jack menekan rasa ingin tahu dan rasa marah dalam hatinya. "Siapkan helikopter. Kita akan pergi ke sana."


*************


Setelah berkonsultasi dengan tim dokter, Riani belum bisa dipindahkan ke rumah sakit yang lain karena benturan di kepala nya membuat ia belum bisa mengalami goncangan sedikitpun.


Jack pun setuju walaupun pada kenyataannya ia menginginkan istrinya dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dan lebih canggih peralatannya.


Pihak rumah sakit juga terkejut saat tahu kalau wanita Asia yang mengalami kecelakaan itu adalah istri Jack.


Namun anak buah Jack yang lain langsung mengatur strategi sehingga hanya para dokter khusus dan perawat khusus yang bisa menjaga rahasia, yang diijinkan mengetahui informasi ini. Jack tak ingin ada wartawan dan reporter TV lainnya yang akan meliput keadaan Riani dan justru menganggu proses pengobatannya.


"Di mana pria yang bersamanya?" tanya Daniel pada salah satu perawat.


"Tuan Daniel sudah ada di kamar perawatan biasa. Karena ia menggunakan sabuk pengaman jadi ia hanya mengalami shock dan beberapa luka di tubuhnya karena terkena pecahan kaca."


"Aku akan membuat perhitungan dengan lelaki brengsek itu."


"Sabar tuan! Istrinya ada di dalam."


Tangan Jack terkepal dengan keras. Ia tak bisa menunjukan kemarahannya pada Daniel.


"Tuan, nyonya sudah selesai dioperasi dan dokter mencari anda!" ujar Charles. Jack bergegas menuju ke ruangan perawatan khusus.


"Saya dokter Ronald. Istri tuan Jack sudah selesai dioperasi dan keadaannya masih koma. Kami akan memantau perkembangannya selama 3x24 jam. Kalau sampai waktu itu selesai dan belum ada perkembangan, kami akan berunding lagi, tindakan apa yang harus kami lakukan."


Jack mengangguk. "Boleh aku melihat istriku?"


"Silahkan."


Jack memakai baju hijau sebelum diijinkan masuk. Ia melihat bagaimana pucatnya wajah Riani yang terbaring tak berdaya dia langsung memegang tangan istrinya itu.


"Sayang....., aku tak marah jika pagi itu kamu berniat meninggalkanku. Aku sudah memaafkan mu, asalkan kau berjanji tak akan pernah pergi dari ku lagi. Aku tahu Daniel pasti telah memanipulasi pikiranmu sehingga kau tergoda untuk ikut dengannya. Cepat sadar ya? Arma, aku dan Chasie sangat membutuhkanmu. Jangan tinggalkan kami. Jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu." Jack mencium tangan Riani dengan sangat lembut. Hatinya hancur saat tahu Riani bersama Daniel. Lebih hancur lagi saat melihat keadaannya sekarang.


**********


Duh, Jack salah sangka kan?


Terus bagaimana nanti si Daniel saat ketemu Jack?

__ADS_1


Dukung emak terus ya guys


__ADS_2