Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Usaha Jack (Part 4)


__ADS_3

"Please Jack, lepaskan aku."


"Tidak....!"


"Bagaimana mungkin aku bisa bersamamu sedangkan aku sudah tidur dengan pria lain?"


"Aku tak peduli! Aku janji tak akan pernah mengungkit apa yang sudah kamu lakukan bersama Philip. Aku janji tak akan pernah cemburu buta dan bertindak gegabah sebelum mengambil keputusan. Aku janji akan menutup semua masa lalu yang terjadi diantara dan memulai lagi kehidupan yang baru." Kata Jack sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Riani.


"Tapi hatiku bukan lagi untukmu, Jack."


Jack melepaskan pelukannya lalu ia membalikan tubuh Riani. Menatap wanita yang sangat dicintainya itu sangat dalam. Riani langsung membuang pandangannya ke arah lain.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku. Aku akan berjuang untuk memenangkan hatimu."


Riani menatap Jack. "Mengapa kau tak berhenti mengejar aku< Jack? Tak bisakah kita berteman dan membesarkan anak-anak kita secara bersama-sama? Mungkin kita memang tak cocok untuk hidup bersama sebagai pasangan suami dan istri."


Jack menggeleng. "Aku sudah kenal banyak wanita dalam hidupku. Aku bahkan pernah merasa bahwa Cecilia adalah segalanya. Namun semua itu tak sama saat aku bersamamu.Kau adalah kekuatan dalam hidupku." Jack memegang pipi Riani dengan kedua tangannya. "Lihat aku, Ri. Aku sungguh-sungguh akan hancur saat kau benar-benar hilang dalam hidupku. Kesombongan dan keegoisanku sudah membuat aku seperti ini. Ijinkan aku kembali dalam hidupmu."


Pandangan keduanya bertemu. Riani merasa bimbang dalam hatinya. Bagaimana pun ia belum bisa membuang Jack dari dalam hatinya. Apalagi ada Reo diantara mereka. Namun saat mengingat semua yang pernah Jack lakukan padanya, Riani kembali ingin menutup pintu hatinya.


"Jack....., aku....!"


Jack membelai pipi Riani dengan punggung tangannya. "Aku tahu kalau kamu takut aku menyakiti kamu lagi kan? Aku berjanji, Ri. Atas nama Tuhan, demi kebahagiaan anak-anakku, aku tak akan pernah meragukan cinta dan kesetiaan mu lagi. Aku tak akan pernah membuat kau menangis. Ijinkan aku sekali lagi bersamamu. Please.....!"


Riani memejamkan matanya. Kegigihannya untuk hidup sendiri mulai goyah. Ia melihat usaha Jack selama berbulan-bulan ini yang menunjukan kegigihannya untuk memiliki Riani. Haruskah ia percaya lagi?


Saat Riani perlahan membuka matanya, Jack sudah menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang sangat lembut. Riani merasakan kalau seluruh tubuhnya bergetar. Ciuman Jack kali ini bagaikan ciuman pertama diantara mereka. Ciuman yang membuat Riani hampir kehilangan kontrol atas dirinya sendiri.


Saat tangan Jack sudah melingkar di pinggang Riani dan menarik perempuan itu semakin merapat di tubuhnya, Riani pun perlahan membalas ciuman Jack itu.


"Mommy.....!" Reo tiba-tiba terbangun dan menangis mencari Riani.


Secara spontan, Riani segera mendorong tubuh Jack dan melangkah ke arah ranjang. Reo sudah duduk dan menangis.


"Hai sayang ..., kenapa menangis? Kamarnya berbeda ya? Reo belum terbiasa ada di sini?" tanya Riani lalu memeluk anaknya itu sambil menghapus air mata Reo.


Jack pun mendekat. "Reo, mau daddy gendong?"


"Mommy...!" Reo menolak dan membalikan badannya. Ia memeluk leher Riani sambil meletakan dagunya di bahu ibunya.


"Reo mau minum susu?" tanya Riani sambil menepuk lembut pundak anaknya.


"Susu..!" Reo mengulangi kata-kata dari Riani.


"Biar aku saja yang membuatnya." Jack segera ke dapur untuk membuatkan susu bagi Reo.


Saat ia kembali, Reo langsung mengambil botol susunya dan tidur sambil tangannya yang satu menarik gaun tidur Riani. Perempuan itu tahu kalau Reo ingin tidur di sampingnya.


1 jam kemudian, Reo kembali terlelap. Riani pun sudah memejamkan matanya karena ia juga mengantuk. Ketika ia hampir sampai di alam mimpi, Riani merasakan kalau Jack tidur di belakangnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Riani, Jack pun tidur menempel di punggung mantan istrinya itu.


"Good night, baby." bisik Jack sebelum memejamkan matanya.


**********


Pagi hari, matahari tak bersinar. Langit sedikit mendung karena salju yang turun. Riani yang bangun agak terlambat, bergegas ke dapur namun ternyata Leo dan James sudah ada di dapur bersama Jack dan sarapan pun sudah tersedia di sana.


"Reo masih tidur?" tanya Jack.


"Iya. Dia mungkin bangun sekitar jam 9 atau 10 pagi." Jawab Riani lalu memperbaiki jaketnya karena memang udara sangat dingin.


"Sepertinya ada tamu. Aku saja yang membukanya." Ujar Leo saat mendengar bunyi bel pintu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Leo kembali ke dapur. "Nyonya, ada tamu untuk anda."


"Siapa?"


"Pangeran Philip."


Riani terkejut. Ia melirik Jack sebentar. Wajah pria itu nampak sangat cemburu namun ia berusaha tersenyum. "Ayo temui pangeran, Ri."


Riani pun segera ke ruang tamu. Ia langsung tersenyum melihat Philip. "Hai....., apakah aku menganggu bertamu sepagi ini?" tanya Philip.


"Tidak....!" Riani mendekat lalu bersalaman dengan Philip sambil cipika-cipiki.


"Aku mencari mu di apartemen namun kamu nggak ada. Kata Clark kamu mungkin ada di sini."


"Clark tahu aku di sini?"


"Ya."


Riani agak heran karena ia tak berpamitan dengan Clark.


Philip duduk di samping Riani. "Aku merindukanmu. Apakah Jack tak keberatan aku ada di sini? Atau apakah perlu kita keluar sambil minum kopi?"


"Boleh. Tapi aku mau lihat anakku sebentar ya? Mungkin sekitar 30 menit aku akan mengganti pakaiannya sambil memberikan ia sarapan setelah itu kita bisa keluar."


"Aku akan menunggu dengan sabar."


Riani segera ke kamar tidur karena ia mendengar kalau Reo menangis.


Setelah itu Leo datang membawakan teh hangat untuk Philip dan Jack pun duduk menemani Philip.


"Apa kabar, pangeran?" tanya Jack.


"Ada urusan apa ke sini?" tanya Jack.


"Kamu kan tahu kalau aku sedang mengejar Riani."


"Aku mohon pangeran, lepaskan Riani."


"Kenapa? Riani kan wanita bebas. Ia ada di sini bersama mu hanya karena anak kalian Reo."


Jack menunduk. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. "Aku mencintai Riani. Aku sedang berusaha untuk mendapatkan hatinya lagi. Dan semua ini akan menjadi lebih mudah jika pangeran menjauh darinya."


"Bagaimana jika aku tak mau?"


"Maka kita akan sama-sama berjuang untuk mendapatkan cintanya."


Philip mengangguk. "Kamu lelaki bodoh yang sudah membuang kesempatan untuk hidup bersama wanita seperti Riani. Aku tak mau melepaskan Riani karena aku tak mau kalau kau melukainya lagi."


"Aku bersumpah tak akan menyakiti Riani lagi. Aku sadar bahwa hanya dia wanita yang terbaik dalam hidupku."


Philip menatap Jack. "Bagaimana ya? Aku juga tak akan melepaskan Riani. Dia wanita yang istimewa, Jack. Dan aku sangat menginginkannya untuk menjadi pendampingku."


Jack mengangguk. "Baiklah pangeran. Aku tak bisa melarangmu karena Riani adalah wanita bebas. Namun kau juga harus tahu, kalau aku tak akan pernah berhenti mengejar Riani sampai ia kembali ada di sisiku."


Philip tersenyum. "Mari kita sama-sama berjuang."


Tak lama kemudian Riani keluar dari kamar. "Reo tidur lagi. Jadi tolong berikan ia makan saat ia bangun ya, Jack?" pesan Riani sebelum pamit pergi dengan Philip.


Jack merasakan hatinya sangat sakit saat melihat Riani pergi bersama Philip. Namun ia berusaha menekan perasaan marahnya. Ia akan berjuang untuk mendapatkan Riani kembali ke sisinya.


***********

__ADS_1


Di sebuah klub malam, duduk 3 pria tampan yang terlihat mapan namun sayangnya mereka hanya bertiga saja tanpa ada gadis diantara mereka.


"Jadi, menurutmu Jack akhirnya sudah menyadari arti Riani di hatinya?" tanya pria berkemeja putih yang tak lain adalah Sam, asistennya Jack.


"Ya. Dia bahkan dengan penuh kerendahan hati memohon padaku agar membiarkan dia kembali bersama Riani. Saat aku mengatakan bahwa aku tak akan melepaskan Riani, aku pikir dia akan menonjok ku seperti kebiasaannya yang lalu. Dia hanya bilang kalau dia akan bersaing denganku untuk mendapatkan Riani." jawab pria yang menggunakan jaket berwarna hitam yang tak lain adalah Philip.


Pria yang satunya lagi akhirnya tertawa. Dia adalah Clark, saudara tirinya Jack. "Jack akhirnya sadar bahwa ia tak mungkin hidup tanpa Riani. Ternyata strategi kita untuk membuat Philip mendekati Riani akhirnya bisa membuat Jack sadar. Kalau aku yang mendekati Riani, pasti Jack langsung menghajar ku. Namun jika Philip maka Jack pasti akan merasa kalau saingannya bukan orang sembarangan."


Philip menyesap minuman yang ada di tangannya. "Sialnya, aku justru berharap kalau Jack enggan bersaing dengan seorang pangeran dan membiarkan Riani untuk terus bersamaku."


Sam dan Clark saling berpandangan. "Philip, jangan bilang kalau kau....." Sam sengaja menggantungkan kalimatnya.


"Ya. Aku harus mengakui, Riani punya sejuta pesona yang dapat membuat siapa saja jatuh cinta padanya." Philip menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Aku sudah mengingatkanmu, Philip. Jangan jatuh hati pada Riani. Permainan kita ini hanya sekedar untuk membuat Jack yang bodoh itu sadar bahwa ia sudah melepaskan seorang bidadari karena kebodohannya. Aku tahu kalau Riani itu sangat cantik dan lembut hatinya. Aku juga awalnya hampir jatuh hati padanya karena wajahnya yang mirip dengan Camila. Namun aku tahu, wanita seperti Riani, sekali jatuh cinta maka ia akan sulit untuk melupakan." Kata Clark sambil menuangkan minuman di gelasnya yang sudah kosong.


"Aku tahu. Namun beginilah perasaan. Siapa yang dapat menduganya? Seandainya Jack bukan saudaramu, dan seandainya aku tak mengingat persahabatan kita, maka aku tak akan melepaskan Riani. Aku akan mengejarnya. Tak peduli jika pihak kerajaan akan melarang ku karena statusnya sebagai janda anak dua. Riani itu istimewa.


Sam pun tersenyum. Cukuplah rahasia ini ia simpan sendiri. Dia yang awalnya melihat Riani saat berada di bandara Bali. Ia sudah kagum dengan Riani sebelum Jack datang dan mendekati perempuan itu. Sam mengalah untuk bosnya. Dan tak pernah sedikitpun Sam mengungkapkan isi hatinya pada sahabat karibnya Clark. Karena ia juga tahu, Clark tertarik dengan Riani.


"Jadi bagaimana hasil percakapan mu dengan Riani tadi pagi?" tanya Sam.


"Riani mengatakan kalau ia hanya menganggap ku sebagai teman. Ia berterima kasih karena aku selama ini sangat baik padanya. Bahkan ia juga tahu kalau pencekalannya yang dibuat oleh Jack, akulah yang membatalkannya. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di rumah kecil itu sebelum aku datang. Dan aku cemburu." ujar Philip lalu meminum semua minuman yang ada di gelasnya.


"Bagaimana jika Riani akhirnya menerimamu?" tanya Sam.


"Hari itu juga aku akan langsung menikahinya, sehingga ia bisa memiliki rumah dan Reo akan bisa tinggal bersama nya. Ah, Clark. Aku mengikuti permainan mu untuk muat Jack cemburu, namun sekarang aku yang cemburu saat tahu kalau mereka semakin dekat saja. Brengsek kau, Clark.!" ujar Philip sambil kembali meneguk minumannya.


"Kalau begitu, ayo kita mabuk!" ajak Clark diikuti tawa Sam dan Philip.


***********


Reo sudah tertidur. Riani ada di ruang tamu sambil menonton TV dan menikmati secangkir coklat hangat. Cassie dan Jack sedang keluar namun beberapa menit yang lalu Cassie baru saja telepon dan mengatakan kalau mereka sudah dekat.


Tak lama kemudian Cassie dan Jack datang.


"Mommy, kami punya kabar bahagia." ujar Cassie sambil menatap Jack dengan wajah gembira.


"Ada apa?"


Cassie membuka hp nya dan menunjukan sebuah foto yang dikirimkan Arma ke nomor Cassie.


Awalnya Riani belum terlalu mengerti. Namun ia kemudian terbelalak saat membaca isi pokok surat itu. "Arma sudah minta surat pindah dari sekolahnya? Memangnya Arma mau sekolah di mana?"


Cassie tersenyum bahagia. "Arma akan pindah ke Inggris, mommy. Daddy berhasil membujuknya dan opa Arya dan Oma Sulastri juga akan ikut untuk sementara waktu ke sini. Sebelum Natal mereka akan ke sini."


"Benarkah?" Mata Riani langsung berkaca-kaca. Tentu saja dia menginginkan hal ini. Dekat dengan Arma dan kedua orang tuanya.


"Dua minggu lagi mereka akan ke sini. Visa nya sudah keluar." ujar Jack sambil menatap Riani dengan penuh harapan.


Riani mengangguk. Namun beberapa detik kemudian ia tersadar. Bagaimana statusnya dengan Jack?


***********


Mendekati episode akhir ya guys......


kali ini emak buat dua episode jadi satu....


Senin sudah up kisah babang Reo dan Edewina


__ADS_1


__ADS_2