Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Selamat Datang Baby Boy


__ADS_3

Keringat dingin membasahi wajah Jack. Ia berjalan mondar mandir di depan ruangan pemeriksaan.


"Tenang, Jack." Sam menepuk bahu teman sekaligus bosnya itu.


"Bagaimana aku bisa tenang sebelum tahu keadaan istriku yang sebenarnya? Mereka sudah 45 menit ada di dalam, Sam."


"Baru 30 menit, kok."


Jack mengusap wajahnya. Ia menarik napas panjang beberapa kali. Suasana seperti ini pernah ia alami saat mendengar berita kecelakaan Camila. Waktu itu Jack sangat gelisah dan hampir mengacaukan seluruh rumah sakit karena begitu lamanya ia menerima kabar tentang keadaan Camila.


Pintu ruangan pemeriksaan akhirnya terbuka.


"Bagaimana dokter?" tanya Jack begitu melihat dokter Diana.


"Tenang tuan Jack. Nyonya Riani baik-baik saja. Ia tenang dan siap untuk menjalani operasi."


"Operasi?"


"Air ketubannya sudah keluar jadi kita harus melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya."


"Tapi dokter, kandungan istriku baru berusia 7 bulan 10 hari. Bagaimana dengan anakku?"


Dokter Diana tersenyum. "Tenang saja, tuan. Bayi di dalam kandungan nyonya Riani berat badannya sudah 2,4 kg. Dan bayinya dalam keadaan baik."


"Bolehkah saya masuk untuk menemui istri saya?"


"Silahkan tuan."


Jack masuk setelah mengenakan pakaian medis. Ia melihat Riani yang sedang duduk sambil bersandar di kepala ranjang. "Sayang...."


Riani tersenyum "Jack....!"


"Kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja, Jack. Memang sebaiknya dilakukan operasi untuk menyelamatkan anak kita. Kamu jangan takut ya? Waktu aku melahirkan Arma, dia juga baru berusia 7 bulan 3 hari. Mungkin kondisi rahimku yang membuat aku tak bisa hamil sampai 9 bulan. Namun kamu jangan khawatir. Anak ini baik-baik saja."


Jack mengangguk. Ia membelai perut Riani dengan penuh sayang. "Apakah mungkin karena aku selalu mengatakan tak sabar menunggu kelahirannya sampai akhirnya ia lahir lebih cepat dari yang seharusnya?"


"Sayang, jangan seperti itu. Kalau pun dia akan lahir hari ini, ini sudah yang Tuhan kehendaki. Bukankah semua jalan hidup kita sudah ada yang mengaturnya?"


Jack mengangguk. Ia mencium perut Riani. "Anak daddy, lahir dengan selamat ya nak? Daddy akan menemanimu dan mommy. Jangan buat mommy mengalami kesulitan ya?"


Hati Riani tersentuh dengan semua kasih sayang Jack untuknya.


2 jam kemudian........

__ADS_1


Riani sudah berada di ruang operasi. Di sebelahnya ada Jack yang sudah menemaninya. Dokter Diana dan tim nya pun sudah siap. Jack memanjatkan doa di telinga istrinya sebelum proses operasi dimulai. Riani sampai menangis karena doa Jack memberikan ia kekuatan.


Di luar ruangan, Lessi dan Leo sudah menunggu engan perasaan tegang juga. Baju-baju sang bayi sudah mereka bawa dari rumah atas perintah sang tuan.


Saat tangis bayi kecil itu terdengar, jantung Jack langsung berdetak dengan sangat kencang. Ia mengangkat wajahnya dan menatap bayi kecil itu. Tangannya yang yang memegang ponsel untuk merekam detik-detik kelahiran putranya sampai bergetar.


" Oh my God! My boy. My baby boy....!' teriak Jack dengan luapan kebahagiaan yang tak dapat dibendungnya lagi.


Riani pun menangis. Ia jadi ingat saat melahirkan Arma dan berada sendiri di ruangan bersalin. Ia sungguh bersyukur karena Jack sungguh menjadi suami yang siaga yang membuat Riani sangat bahagia sebagai seorang istri.


Saat bayi itu didekatkan ke arah Riani, perempuan itu mencium tangan bayi kecilnya itu tanpa bisa menahan rasa bahagianya.


Jack pun diberikan kesempatan untuk memeluk putranya ala koala untuk membagi kehangatan tubuhnya dengan sang anak. Bayi kecil itu di dada Jack yang terbuka. Sam merekam momen bahagia itu. Ia tahu kalau sahabatnya Jack sedang menikmati momen paling berbahagia dalam kehidupannya.


"Welcome to the world my baby boy. My CHRISTENSEN HAIREO ALMOND." bisik Jack sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


Christensen adalah nama yang disiapkan oleh Jack sedangkan Haireo adalah nama yang diberikan oleh Arma dan Cassie. Christen Haireo artinya adalah anak laki-laki milik Tuhan untuk menjadi pahlawan.


*************


Arma tak dapat menahan tangisnya saat melihat adiknya yang dibaringkan di dalam inkubator.


"He is very handsome. I can't help but want to kiss him."


Jack tersenyum mendengar perkataan anak sambungnya itu. "Kalau libur, datang lagi ke sini ya?"


Berita kelahiran anak laki-laki sang atlet dan foto model terkenal Jack Almond langsung menjadi trending topik di seluruh media sosial yang ada. Walaupun wajah sang bayi belum diperlihatkan namun wajah bahgia Jack saat mengendong putranya itu membuat semua orang memuji Jack sebagai ayah yang hebat. Detik-detik dimana Jack menangis pun menjadi video yang sangat banyak ditonton oleh seluruh penggemarnya.


RIani dan sang bayi mendaptkan banyak kiriman hadiah dari para kolega Jack dan juga pengegmarnya.


Cassie pun menangis bahagia saat Riani videocall dengannya dan menunjukan wajah adik lelakinya.


Christensen Haireo dirawat selama satu minggu di inkubator kemudian diijinkan pulang ke rumah.


Di rumah, mereka pun disambut oleh para pelayan dengan balon dan baliho. Riani sangat bahagia karena para pelayan juga sangat memperhatikan dirinya.


************


"Aakah dia sudah selesai minum asi?" tanya Jack saat melihat anak mereka sudah diletakan di box nya.


"Sudah. Dia minum asinya sangat rakus. Sangat berbeda sewaktu aku melahirkan Arma. Asinya nggak mau keluar. Jadi Arma minum susu saja."


Jack tersenyum nakal. "Mungkin sewaktu kamu hamil, tempat faforitku adalah gunung kembarmu jadi asinya saat ini jadi lancar."


Wajah Riani langsung menjadi merah. Ia menatap suaminya sambil melotot.

__ADS_1


"Anak kita belum mengeri apa yang di dengarnya. Jadi bolehlah bicara sedikit mesum." ujar Jack nakal sambil mencolek hidung mancung istrinya itu.


"Ih....Jack, kamu kayak abg saja."


"Memangnya hanya abg yang bisa bicara lebay?"


Riani memeluk suaminya. Jack pun menyambut pelukan itu sambil berulang kali mencium puncak kepala istrinya.


"Jack junior masih aman kan?" tanya Riani.


"Seebnarnya dia sudah mulai sakit. Tapi mau bagaimana lagi? Aku kan harus bersabar."


"Iya sayang. Kamu harus bersabar sampai anak kita berusia 3 bulan."


" 3 bulan? Bukankah kata dokter 6 minggu setelah melahirkan maka sudah boleh berhubungan?"


"Aku takut jahitannya nanti terbuka. Kamu kan sangat ......"


Cup


Jack langsung mencium istrinya dengan lembut. "Aku akan sangat lembut, sayang. Mana mungkin aku menyakiti kamu? 3 bulan itu adalah waktu yang sangat lama. Palo ku bisa sakit. Atau nanti dia merajuk."


Riani tertawa. Ia mencubit perut Jack lalu sedikit menjauh dan menatap suaminya itu. Kemudian ia menatap wajah putranya.


"Kalian memang mirip. Namun bentuk mata anak kita agak mirip aku kan?"


Jack terkekeh. "Iya. Hanya matanya saja yang mirip matamu. Selebihnya dia mirip aku. Namun aku berharap, dia memiliki sifat mu yang lembut dan baik hati."


"Semoga Jack. Entah bagaimana rasanya jika dia mirip kamu yang keras, posesif, pencemburu dan suka marah."


Jack tertawa. "Kalaupun benar, maka dia akan memiliki sifat ku yang satu. Yaitu jika sudah jatuh cinta maka tak akan mudah pindah ke lain hati. Kami akan melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita yang kami inginkan."


Baby Christensen tiba-tiba tersenyum. Benarkah ia akan mirip papanya?


***********


Selamat siang...


Have a nice day ya guys


Salam semangat dari AMANDA


Untuk kalian semua


Please doakan si emak ya

__ADS_1


menurut kalian nama panggilan yang cocok apakah baby Sen atau baby Reo?


__ADS_2