
Setelah Cassie tidur dengan perasaan bahagia, Riani tak juga bisa juga memejamkan matanya. Ia masih duduk di atas bantal kursi yang ada depan perapian sambil memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.
"Ri, kamu belum tidur?" tanya Jack lalu ikut duduk di samping Riani. Jack baru saja selesai dengan pekerjaannya di ruang kerjanya dan ketika dilihatnya Riani belum tidur, ia pun membuatkan kopi untuk mereka.
Riani menerima cangkir kopi yang disodorkan Jack padanya. "Terima kasih." Ujar Riani.
Untuk sesaat, keduanya saling diam sambil menikmati kopi masing-masing.
Jack kemudian meletakan gelas nya yang sudah kosong. Ia juga mengambil milik Riani yang isinya sudah berkurang setengah. Ia kemudian meraih kedua tangan Riani dan menggenggamnya erat. "Ri, maukah kau menikah lagi dengan aku? Maukah kau memberikan aku kesempatan untuk membuktikan padamu bahwa hatiku hanya untukmu? Bahwa aku siap membuang semua sikap buruk ku dan mau berubah demi keutuhan rumah tangga kita?"
"kau tak menyerah denganku?"
"Mengapa aku harus menyerah sedangkan dirimu adalah cinta dalam hidupku?" ujar Jack dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku takut kita akan gagal lagi. Aku tak mau sakit hati lagi."
Jack membelai wajah Riani. "Jujur padaku, apakah kau masih mencintaiku?"
Riani mengangguk.
"Bersama cinta yang kita miliki, aku yakin kalau kita bisa melangkah bersama. Kali ini aku percaya akan berbeda dari yang pertama."
Riani tersenyum. Ia mengangguk dengan linangan air matanya. "Aku mempercayakan sekali lagi hidupku padamu, Jack."
Jack langsung memeluk Riani dengan linangan air mata juga. Lelaki tegar itu akhirnya jadi baper juga karena kebahagiaan yang tak terkatakan lagi.
Cassie yang diam-diam melihat Jack dan Riani berpelukan, ia pun menangis. Lalu mengambil foto Riani dan Jack lalu mengirimkannya pada Clark.
Paman, aku yakin kali ini mereka sudah berbaikan. Sampaikan terima kasihku untuk paman Philip dan paman Sam. Aku sungguh beruntung memiliki kalian yang sangat luar biasa itu. Aku yakin kalau mommy Camila dapat tersenyum di sorga sana karena daddy sudah mendapatkan wanita yang tepat.
***********
Clark meletakan bunga di atas makam Camila. Ia tersenyum sambil mengusap nisan dari Camila.
"Sayang, selamat ulang tahun untukmu. Andai saja hari ini kau masih ada, aku ingin mengajakmu keliling dunia dan aku ingin tidur di bahu mu, menikmati harumnya rambutmu. Ah, andai saja waktu dapat ku putar kembali, pasti aku tak akan pernah meragukan kesetiaan mu padaku. Aku sudah mencoba mencari gadis lain, jujur saja aku ingin seperti Jack yang memiliki keluarga dan memiliki anak. Kau tahu, aku sangat menyayangi Cassie. Tapi tak ada satu pun gadis yang mampu menggetarkan hatiku kecuali Riani. Sayangnya, dia milik Jack. Dan hanya Riani yang bisa membuat hidup Jack dan Cassie bahagia." Clark mencium batu nisan Camila lalu ia segera berdiri dan meninggalkan makam itu.
Saat melewati sebuah makam, Clark melihat ada seorang gadis yang sedang menangis. Tangisannya begitu kuat dan sangat memilukan hati. Sebenarnya Clark ingin pergi saja, namun ia terkejut melihat gadis itu pingsan.
"Nona.....! Hei..., nona.....!"
Clark langsung mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke mobil karena ia tak melihat siapapun ada di sana. Sopirnya langsung membukakan pintu bagi Clark.
"Kita kemana, tuan?"
"Ke rumah sakit. Gadis ini tiba-tiba saja pingsan."
"Baik, tuan."
Sesampai di rumah sakit, dokter langsung memeriksa gadis itu dan Clark baru menyadari bahwa gadis itu memiliki wajah Asia.
"Dia hanya kelelahan. Sepertinya ia sudah beberapa hari tak makan. Tubuhnya hampir saja dehidrasi dan ia sepertinya tak tidur juga. Dia harus istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaganya."
"Berikan dia perawatan yang terbaik. Soal biaya jangan khawatir."
Dokter mengangguk.
__ADS_1
Sopir Clark membawakan tas punggung gadis itu. Clark hanya meletakan nya di atas nakas, di samping tempat tidur gadis itu.
"Tuan, apakah anda akan pulang sekarang?"
"Tidak! Aku akan menunggunya sampai ia bangun. Kamu pulang saja dan katakan pada asistenku untuk menyiapkan baju yang akan ku pakai lusa di pernikahan Riani dan Jack."
"Baik tuan."
2 jam kemudian......
Gadis itu perlahan membuka matanya. Ia nampak bingung saat menemukan dirinya ada di rumah sakit. Sambil melihat sekeliling, gadis itu perlahan berusaha bangun namun ia merasakan kalau kepalanya pusing.
"Jangan dulu bangun. Tidur dulu." Kata Clark sambil mendekat.
Gadis itu menatap Clark dengan takut. "Apakah kau anak buah dari para penagih hutang itu? Tuan, tolong, jangan jual aku. Aku janji akan bekerja dan membayar hutang kakakku."
Clark tersenyum. "Aku bukan orang jahat. Namaku, Clark. Aku menemukanmu pingsan di sebuah makam."
"Itu makam kakakku. Ia meninggal 3 bulan yang lalu. Istrinya kemudian menjual rumah dan pergi dengan kedua anaknya. Lalu datang para lelaki jahat yang menangkap aku di kampus katanya kakak ipar ku sudah menjual aku pada mereka. Mereka akan menjual aku ke sala satu rumah bordil. Aku melarikan diri dan tidur di makam kakakku. Aku tak tahu harus minta tolong pada siapa. Aku sendirian di Manchaster ini. Mau pulang ke Indonesia aku tak punya uang. Di sana pun aku tak memiliki siapa-siapa lagi. Aku masih ingin di sini dan menyelesaikan kuliahku tapi aku juga takut dengan para penjahat itu."
"Kamu dari Indonesia?" tanya Clark dalam bahasa Indonesia.
Gadis itu mengangguk dan sedikit senang mendengar Clark bisa berbahasa Indonesia.
"Siapa namamu?"
"Camila. Camila Prasmasari lengkapnya."
"Berapa usiamu?"
"20 tahun, tuan."
"Benarkah?" Mata Camila nampak bersinar. Hati Clark jadi bergetar saat gadis itu terlihat senang. Ia pun mengangguk. Ada senyum di wajah tampan Clark dan Camila tersipu malu saat pria tampan itu menatapnya dengan tak biasa.
*********
Pernikahan kembali Jack dan Riani dilaksanakan secara tertutup dan sederhana di rumah desa. Itu atas keinginan Riani sendiri karena ia tak mau berurusan dengan para pemburu berita dan bisa saja kabar itu sampai di telinga kedua orang tuanya. Cukuplah Riani yang tahu bagaimana Jack pernah melakukan sesuatu yang buruk di matanya. Ia tak ingin kedua orang tuanya tak lagi menyayangi Jack.
Clark yang menjadi saksi pernikahan mereka. Cassie sudah menceritakan semua pada papanya bagaimana ia, Clark, Sam dan Philip bekerja sama untuk membuat Jack dan Riani bersatu lagi.
"Terima kasih, Clark." ujar Jack lalu tanpa ragu memeluk saudaranya itu. "kau telah mengembalikan kebahagiaan dalam hidupku."
Clark tersenyum. "Kau berhutang kebahagiaan padaku. Dan kau sekarang harus melakukan sesuatu agar aku bahagia juga."
"Katakan saja siapa gadis itu. Aku akan melakukan semua hal agar dia menjadi milikmu."
Clark tertawa. "Namanya Camila."
"Camila?"
"Jangan kaget. Nanti setelah kau selesai bulan madu, maka aku akan menunjukannya padamu. Sayangnya dia masih terlalu muda. Usianya baru 20 tahun."
"Kau baru 33 tahun, Clark."
"Apakah tak terlalu tua untuknya?"
__ADS_1
"Haruskah aku mengajarimu bagaimana menaklukan gadis itu?"
Keduanya tertawa bersama. Riani yang melihat mereka dari jauh nampak bahagia. Ia tahu kalau selama ini Clark hanya ingin agar Jack mengakuinya sebagai adiknya. Dan ia yakin kalau Clark kini akan mendapatkan kasih sayang dari Jack, Riani dan semua anak-anak mereka.
Tadi pagi Philip mengirim pesan padanya. Mengucapkan selamat sekaligus pamit untuk pergi ke Itali. Philip hendak mengambil studi S3 nya di sana.
Sedangkan Sam memilih tak hadir hari ini dengan alasan sibuk di kantor. Sesungguhnya ia sedang menyembuhkan luka hatinya. Sam ingin mencari gadis lain. (Ada yang mau mendaftar?).
**********
Riani keluar dari kamar mandi. Ia sudah menggunakan gaun tidurnya dan membuat Jack yang baru saja masuk ke kamar langsung menelan salivanya.
"Mana anak-anak?" tanya Riani.
"Mereka sudah ikut paman Clark kembali ke kota. Rumah ini kosong dan selama satu minggu kita hanya akan berdua saja di sini."Jack menatap Riani nakal.
"Oh, begitu ya..." Riani berusaha menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba saja berdetak sangat kencang saat Jack mendekatinya. Lelaki itu mengusap lengan Riani sambil mencium bahu istrinya.
"Aku sudah menunggu ini selama berbulan-bulan. Aku akan kembali memilikimu secara utuh."
Riani memejamkan matanya saat Jack kembali mencium bahunya. "Jack, dua ronde ya?"
"No."
"Jack, aku capek."
"Tenang saja. Aku yang akan berperan banyak kali ini."
Riani terkekeh saat Jack mulai menurunkan tali gaun tidurnya.
"Jack..."
"Ya sayang...."
"Aku takut..."
"Kenapa takut?"
"Mungkin aku akan bersuara sangat kencang."
Jack mendorong Riani sehingga tertidur di atas ranjang.
"Aku memang akan membuatmu berteriak sepanjang malam sayang..."
Keduanya tertawa bersama. Sungguh indah cinta yang menyatu.
Seorang janda yang tetap menjaga kehormatannya pasti akan tetap diberikan yang terbaik dari Tuhan.
Janda muda yang dikejar-kejar para bule, kini hanya memilih satu bule saja untuk mendampinginya sampai ia menutup mata nanti.
************
Di grup chat ya yang mau tahu bulan madu mereka yang kedua.
Terima kasih sudah mengikti cerita ini sampai selesai.
__ADS_1
Jangan lupa senin nanti kelanjutan kisah cinta Reo dan Edewina.
Love you all