Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Riani Yang Bijaksana


__ADS_3

Perkataan Cecilia memang sangat mengejutkan Riani. Namun ia berusaha menenangkan hatinya. Semua peristiwa pahit yang pernah terjadi di masa lalunya telah membuat Riani lebih dewasa untuk menyingkapi apa yang dilihat dan didengarnya. Apalagi nasehat orang tuanya selalu mengingatkan Riani untuk lebih percaya pada perkataan suaminya.


"Hamil?" tanya Riani tenang sekalipun hatinya sakit saat mendengarkan itu.


"Sayang....., aku bisa menjelaskan semuanya..." Jack mendekati Riani dengan perasaan sangat gugup.


Riani tersenyum. Ia melingkarkan tangannya di lengan sang suami lalu menatap Cecilia.


"Cecilia Smith, kisah manis diantara kalian berdua sudah tak berarti apa-apa lagi. Aku tahu kalau kamu sangat menginginkan Jack kembali padamu. Namun Jack adalah milikku sekarang. Terimalah kenyataan itu. Kamu hamil anak Jack ataupun bukan, itu akan dibuktikan nanti dengan hasil tes DNA. Dan jika terbukti kalau itu adalah anak Jack, aku tak akan menghalangi Jack untuk bersamamu."


"Sayang....., aku mencintaimu." Jack tak suka dengan apa yang Riani katakan. Ia tak mau melepaskan Riani hanya karena Cecilia.


Riani kembali tersenyum. Ia mengusap wajah Jack dengan sangat lembut. "Tenanglah, sayang. Aku juga tak akan melepaskan mu jika kau ingin bersamaku." Ia lalu menatap Cecilia. "Pulanglah Cecilia. Tak baik bagi wanita hamil untuk berkeliaran di luar saat tengah malam seperti ini. Kamu dengar sendiri kan kalau Jack ingin bersamaku. Jadi, jika memang terbukti kalau itu adalah anak Jack maka, Jack pasti akan bertanggungjawab dengan caranya sendiri tanpa harus bersamamu. Yuk sayang....!" Riani langsung menarik tangan Jack untuk pergi.


"Aku akan membeberkan ke media kalau kamu lelaki brengsek, Jack! Aku akan menghancurkan mu." teriak Cecilia kesal melihat Jack dan Riani masuk ke dalam mobil. 2 orang petugas keamanan langsung menyingkirkan Cecilia dari depan pintu pagar.


Mobil Jack memasuki halaman rumahnya.


Saat sang sopir membukakan pintu, Riani dengan tenang turun dan mengucapkan terima kasih. Ia melangkah mendahului Jack dengan sedikit cepat. Jack mulai sadar dengan perubahan sikap Riani yang tadi terlihat tenang dan kini terlihat mulai emosi.


"Sayang.....!" Jack meraih tangan Riani namun ditepiskan nya dengan kasar.


"Aku benci kamu, Jack." ujar Riani pelan namun sangat jelas terdengar oleh Jack. Ia menaiki tangga dengan sangat cepat sampai Jack takut jika ia akan jatuh.


Mereka pun tiba di kamar. Riani melemparkan dompet di tangannya ke atas tempat tidur. Ia membuka sepatunya, lalu membawanya ke dalam walk in closet, mengatur semuanya di sana, termasuk membuka semua aksesoris yang menempel di tubuhnya.


"Honey....!" Jack mengikuti langkah Riani.


"Tolong buka gaunku." ujar Riani lalu membelakangi Jack.


"Sayang.....aku dan Cecilia...."


"Aku ingin ganti pakaian setelah itu baru kita bicara!" Riani menyela kalimat Jack.


Jack pun membuka gaun istrinya. Riani membawa gaun itu ke keranjang baju kotor lalu ia melangkah ke kamar mandi dengan hanya menggunakan baju dalam. Ia membawa piyama di tangannya.

__ADS_1


10 menit kemudian, Riani keluar dari sana dan sudah menggunakan piyama dan sudah selesai membersihkan wajahnya.


Jack sudah membuka jasnya, begitu juga dengan sepatunya. Kemeja lengan panjangnya sudah digulung sampai ke siku tangannya dan ia sudah mengeluarkan dasinya.


Riani kemudian duduk di sofa panjang dan Jack segera mengikutinya lalu duduk di samping sang istri.


"Honey.....!"


Riani menjauh saat Jack mendekatinya. "Ceritakan saja bagaimana si model itu bisa mengatakan kalau ia hamil anakmu."


Jack pun menceritakan semuanya. "Aku sama sekali tak ingat apa yang terjadi malam itu. Aku terbangun dan menyadari bahwa aku hanya menggunakan boxer. Aku lalu pergi meninggalkan apartemen Cecilia setelah itu. Aku begitu takut untuk menceritakan padamu. Karena aku tak mau kehilangan dirimu."


Riani menatap Jack. "Semua sudah terjadi, Jack. Jika ternyata itu memang adalah anakmu, aku bersedia untuk untuk mundur."


"Tidak, sayang. Aku tak ingin kamu mundur. Aku mencintaimu. Aku tak mau kehilangan dirimu." Jack memegang kedua tangan Riani. Ia tak peduli walaupun sangat kuat perempuan itu menariknya, ia ke ih kuat menahan tangan Riani.


"Jangan tinggalkan aku, Riani. Jangan.....!" mohon Jack.


"Tapi anak itu butuh seorang ayah. Aku pernah merasakan bagaimana sulitnya saat hamil Arma dan hanya sendiri. Sekalipun ayah dan ibuku selalu mendampingiku namun tanpa ada suami, rasanya sangat berat."


Hati Riani yang tadinya marah dan cemburu perlahan mulai tenang. Memang menyakitkan saat tahu ada wanita lain yang hamil anak dari pria yang kita cintai. Walaupun kebenaran itu belem dibuktikan. Tapi bagaimana jika itu benar anak Jack?


"Riani.....!"


Riani menarik napas panjang. Ia kemudian membalas genggaman tangan Jack. "Jack, aku bingung harus bagaimana. Saat ini aku hanya ingin sendiri."


"Jangan seperti ini, Ri. Aku nggak mau diacuhkan olehmu."


"Aku tak mengacuhkan mu. Aku hanya ingin menyiapkan hatiku jika ternyata itu memang anakmu."


"Jangan ambil keputusan untuk meninggalkanku. Aku nggak mau."


Riani menunduk lalu mencium dahi Jack yang masih berlutut di hadapannya.


"Aku tak ada niat meninggalkanmu, sayang. Karena itu biarkan aku berpikir tenang. Agar aku bisa mengambil keputusan terbaik."

__ADS_1


Jack mengangguk. Ia tahu kalau Riani sudah bersikap bijaksana. Ia tak mau memaksa lagi.


**********


2 minggu pun berlalu.....


Riani masih menyiapkan keperluan Jack sebelum ke tempat kerja, menyiapkan makanan dan menemani Jack ke beberapa acara penting. Namun begitu memasuki kamar, Riani enggan disentuh oleh Jack. Bayangan Cecilia yang berperut besar selalu menghantuinya.


Seperti hari ini. Jack tak masuk kantor. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama Riani.


Ia sudah menyiapkan helikopter dan mengajak istrinya itu ke sebuah pulau untuk menginap selama 2 hari.


Saat turun dari helikopter, Riani tiba-tiba saja pusing. Ia bahkan muntah. Jack pun membawa istrinya itu ke kamar.


"Maaf Jack. Aku mungkin tak biasa naik helikopter."


"Tak apa-apa sayang. Perlu aku ambilkan makanan?" tanya Jack.


"Aku kok ingin makan tahu pakai sambal terasi ya?"


"Makanan apa itu sayang?"


"Makanan khas Indonesia."


"Duh, mau di cari dimana ya? Apakah nggak ada yang lain?"


"Ingin itu saja. Aku sampai ngiler membayangkannya."


Jack menatap istrinya. Dia ingat dulu Camila sering minta yang aneh-aneh saat hamil Cassie.


"Sayang, apakah kamu hamil?"


Riani terkejut. "Hamil?"


Jack mengangguk sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Jack, aku mau muntah lagi." Riani berlari ke kamar mandi dan Jack semakin senang. Ia yakin Riani pasti hamil. Sesuatu yang sudah lama ia inginkan semenjak mereka menikah. Jack segera menelepon anak buahnya dan meminta mereka untuk membawakan tespack segera ke pulau itu.


__ADS_2