Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Kebahagiaan Jack Yang Terusik


__ADS_3

"Ada apa, sayang?" tanya Riani saat melihat perubahan wajah Jack dari yang tadi gembira kini nampak cemberut. Ia perlahan bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Jack menarik napas panjang. Sebenarnya ia enggan mengatakan ini pada Riani. Namun ia sudah berjanji dalam hatinya bahwa tak akan ada kebohongan lagi diantara mereka.


"Cecilia, ia melaksanakan konferensi pers dan mengatakan tentang kehamilannya. Ia juga mengatakan kalau itu adalah anakku."


Riani merasakan hatinya sakit. "Kalau dia berani mengatakan hal itu di depan banyak orang, berarti dia memang hamil anakmu." Riani berusaha menyembunyikan rasa khawatirnya. Cecilia hamil dan sekarang dia juga hamil.


"Jack, mungkin sebaiknya, masalah kehamilanku, cukup kita yang tahu saja."


"Kenapa? Aku ingin semua orang tahu bahwa kita akan memiliki anak. Mengapa juga harus disembunyikan?" Jack terlihat tak suka.


"Tapi Cecilia....?"


"Cecilia adalah urusanku. Sudah ku katakan kalau kamu tak perlu mengkhawatirkan masalah Perempuan itu." Jack berlutut di hadapan Riani. "Sayang, jangan terlalu banyak berpikir. Ingat, kalau kamu sedang hamil muda. Aku tak mau sesuatu terjadi padamu dan anak kita." kata Jack lalu membelai perut Riani.


"Jack, aku tak bisa mengabaikan kehadiran Cecilia dan anaknya. Aku tak bisa berbahagia di atas penderitaan orang lain."


Jack memeluk Riani dengan hati yang semakin sakit. Ketulusan hati Riani membuat Jack merasa berdosa pernah berada di kamar Cecilia.


"Sayang, apa yang harus aku lakukan agar kau merasa tenang?"


"Aku tak tahu, Jack. Aku tak tahu...!"


Jack semakin erat memeluk istrinya. Setelah beberapa lama mereka saling berpelukan, Riani pun mengajak Jack untuk menyiapkan sarapan bersama. Ia berusaha untuk membuat suasana diantara mereka menjadi lebih baik. Setelah sarapan bersama, Jack mengajak Riani ke pantai.


Jack mengambil papan seluncurnya. Ombak di pulau ini nampak bagus untuk berselancar. Makanya Jack mengajak Riani ke sini. Selain untuk liburan, dia ingin memperkenalkan kepada istrinya tentang dunia yang telah membesarkan namanya.


Riani kagum melihat bagaimana Jack asyik menantang ombak dan menunjukkan keahliannya tetap berada di atas papan seluncurnya.


Para pengunjung pantai pun nampak kagum dengan Jack. Mereka berhenti dan memperhatikan bagaimana Jack beraksi menantang ombak. Beberapa diantara mereka meminta berfoto dengan Jack saat pria tampan itu sudah selesai bermain.


Jack dengan bangganya mengajak Riani untuk mendekat dan berfoto bersama mereka.


"Kamu merasa panas?" tanya Jack melihat Riani yang mengikat rambutnya ke atas.


"Nggak juga. Surabaya masih lebih panas dari sini."


Jack melingkarkan tangannya di bahu Riani. "Jika kamu sudah selesai melahirkan, dan anak kita sudah bisa diajak naik pesawat, kita akan pergi ke sana."

__ADS_1


"Aku tak sabar menunggu hari itu, Jack."


"Kita pasti akan sampai di hari itu, sayang."


Riani menatap Jack. Ia tahu kalau Jack berusaha menghibur hatinya. Ia juga tahu kalau suaminya itu berusaha membuat dirinya tak tertekan dengan masalah Cecilia. Dengan gerakan cepat, Riani mencium pipi Jack membuat pria itu menatapnya dengan wajah berseri. Sangat jarang Riani menciumnya di depan banyak orang.


"Terima kasih sayang." ujar Jack lalu menggenggam tangan Riani dan mengajaknya untuk segera melangkah menuju ke cottage mereka.


Liburan selama 2 hari akhirnya mereka kembali ke kota. Helikopter yang mereka tumpangi berhenti di halaman rumah Jack yang memang ada helipad nya.


Cassie langsung berlari dan memeluk Riani begitu mereka turun. Ia mencium perut Riani berulangkali dengan luapan kebahagiaan yang mendalam.


"Mommy, aku senang sekali. Tak sabar menunggu ade ku lahir. Lebih menyenangkan lagi sebenarnya jika ada Arma di sini." ujar Cassie tanpa melepaskan pelukannya dari Riani, keduanya melangkah bersama memasuki rumah. Jack sempat cemberut karena merasa kalau anaknya mengacuhkan dia. Namun mau bagaimana lagi. Ia juga tak mau mengusik kebahagiaan Cassie yang nampak manja pada Riani.


Para pelayan membuat penyambutan yang luar biasa. Ada balon yang dan beberapa pita berwarna-warni yang dihias di ruang tamu. Ada sebuah baliho yang bertuliskan : Selamat atas kehamilannya mommy Riani.


"Ide siapa ini?" tanya Riani.


"Idenya nona Cassie." kata para pelayan kompak.


Cassie nampak tegang. Ia takut kalau Riani tak menyukainya.


"Mommy suka. Ini sangat indah." puji Riani membuat Cassie langsung tersenyum senang.


Selesai acara syukuran kehamilan Riani, perempuan itu pamit ke kamarnya karena ia merasa mual.


"Sayang, aku mau ke kantor sebentar. Ada rapat penting dengan para dewan direksi perusahaan. Kau istirahat yang banyak ya?" ujar Jack lalu mengecup dahi Riani yang sudah berbaring di atas ranjang besar mereka.


Riani hanya mengangguk. Jack sudah mengganti bajunya dengan setelan jas kantornya. Ia pun segera meninggalkan kamar dan menuju ke bawa, di mana sopir sudah menunggunya.


Saat mobil meninggalkan halaman rumahnya, ternyata di depan gerbang sudah banyak wartawan yang menunggu Jack.


"Tuan Jack, apakah benar Cecilia Smith hamil anak anda? Berarti walaupun anda sudah menikah, anda masih tetap berselingkuh dengannya?"


Jack meminta sopir untuk tak berhenti.


Saat ia tiba di kantor pun, Jack terpaksa harus ikut jalan belakang karena di depan kantor juga sudah banyak wartawan yang menunggunya.


"Berita kehamilan Cecilia menjadi trending topik selama 24 jam ini, Jack. Banyak yang menyalahkan mu dan mengatakan kalau kamu pria brengsek yang tak bertanggungjawab. Banyak juga yang berpikir kalau kamu telah menipu Cecilia dan meninggalkannya untuk bersama Riani."

__ADS_1


"Aku tak menginginkan Cecilia hamil. Aku juga tak yakin kalau itu adalah anakku."


Sam tersenyum. "Bagaimana kalau itu adalah anakmu?"


Jack mengusap wajahnya kasar. "Aku sebenarnya sangat bahagia karena Riani akhirnya hamil. Cassie sangat menginginkan seorang adik. Namun semuanya terusik dengan kegilaan Cecilia mengatakan semuanya pada wartawan."


"Baguslah. Cassie akan punya 2 adik sekaligus."


"Sam!"


Sam mengangkat kedua tangannya. Ia tahu kalau ungkapannya itu tak membuat Jack nyaman.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan, Jack?" tanya Sam.


"Aku menunggu hasil tes DNA nya dulu."


"Dan jika jelas itu adalah anakmu?"


"Sudah ku katakan aku tak akan meninggalkan Riani. Aku akan bertanggungjawab atas kehidupan anak itu."


"Reputasi mu akan jatuh, Jack."


"Aku tak peduli."


"Kalau begitu tolong keluar dan biarkan para wartawan tahu yang sebenarnya. Sekuriti sampai kewalahan mencegah mereka."


Jack berdiri. Ia mondar mandir tak tentu arah.


"Sam, minta anak buah kita untuk menculik Cecilia."


"Untu apa?"


"Untuk menghabisi Cecilia."


"Apa?"


************


Hallo semuanya

__ADS_1


maaf baru up.


semoga suka


__ADS_2