Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Saling Membela


__ADS_3

"Siapa yang mengijinkan kalian keluar?" tanya Jack dengan emosi yang tak tertahankan lagi


"Aku yang mengajak Cassie keluar. Memangnya kenapa?" Riani yang tak biasa bicara dengan intonasi keras seperti itu ikut terpancing emosinya. Ia menatap Jack dengan tatapan menantang. Ia tak terima jika Cassie akan dimarahi oleh Jack.


"Kamu nggak tahu resiko apa yang akan terjadi. Bagaimana kalau kalian berdua sampai terluka? Apa kamu lupa kalau kamu sedang hamil?"


"Daddy! Jangan marah ke mommy. Aku yang mengajak mommy keluar. Aku bosan berada di rumah terus. Aku juga ingin merasakan seperti yang teman-temanku rasakan. Apa salahnya pergi ke mall?" tanya Cassie merasa tak terima ayahnya memojokkan Riani.


"Bukan seperti itu sayang. Hanya saja, Daddy nggak mau kalau kamu dan mommy sampai terluka." ujar Jack berusaha menekan amarahnya.


Cassie masih memasang wajah marah. Ia segera meninggalkan ruang tamu dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Para pelayan semuanya langsung berdiam di dalam rumah. Mereka mengenal.Javk sebagai lelaki yang baik. Namun jangan sampai membuatnya marah. Semua orang akan menerima akibatnya.


"Aku mau ke kamar." kata Riani pelan lalu segera menuju ke kamarnya. Apa yang dialaminya tadi mengingatkan dia pada kehidupan para selebritis dan orang terkenal yang biasa ia tonton di tayangan infotainment. Apakah seperti ini kehidupan Jack? Hal sekecil apapun yang berhubungan dengan Jack pasti ingin diketahui oleh para fansnya.


Riani duduk di atas sofa sambil membuka sepatunya.


Aku rasanya tak sanggup hidup seperti ini. Aku hanya menginginkan pernikahan yang sederhana. Di mana aku bebas kemana saja tanpa ada yang harus memburu ku.


Ponsel Riani berbunyi. Di lihatnya ada sahabatnya Dessy yang memanggil. Sebuah panggilan Videocall.


"Hallo Dessy....!" Riani melambaikan tangannya pada sahabatnya itu. Kelihatannya ia masih berada di kantor.


"Riani..., aku baru saja membaca berita tentang Jack Almond. Astaga, kau menikahi salah satu pria terkaya di Inggris. Satu kantor heboh saat tahu siapa Jack Almond yang sebenarnya. Astaga, dia seorang artis, model, atlet dan pengusaha terkenal. Kau sungguh beruntung Riani. Eh..., itu kamarmu ya? Coba aku lihat dong..."


Riani mengubah kameranya menjadi kamera belakang dan menunjukan seluruh bagian kamar termasuk juga kamar mandi.


"Oh Riani sayang, kamarmu bagaikan istana. Tapi kenapa waktu pertama ke Inggris, kalian tinggal di desa?"


"Jack sebenarnya nggak mau aku menjadi buruan kaum pemburu berita. Namun mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terlanjur terbuka."


"Oh Riani sayang, aku jadi iri padamu."


Riani hanya tersenyum. Jangan iri padaku, Dessy. Aku justru rindu dengan kehidupan kita di sana. Aku rindu bekerja dan bepergian dengan motor matic ku kemana saja.


"Ada acara apa? Kelihatannya masih di kantor? Sekarangkan di sana sudah sekitar jam 8 malam."


"Ada ulang tahun kantor. Memangnya kamu lupa? Ada artis dangdut yang diundang. Kami semua baru saja selesai joget-joget. Aku jadi ingat dirimu saat melihat para pria yang dulu mengejarmu. Mereka semuanya masih jomblo. Kayaknya mereka patah hati karena wanita tercantik di kantor ini sudah pergi."


"Aku rindu dengan kalian semua."

__ADS_1


"Kami juga sangat merindukan mu. Mengapa kamu sekarang jarang membagikan kegiatanmu di FB maupun di Ig mu? Pada hal waktu kalian masih tinggal di rumah desa, kau selalu membagikannya."


"Aku belum terbiasa dengan keadaan ini, Des. Apalagi di sini aku ketemu dengan Daniel."


"Daniel?"


Riani pun menceritakan segalanya. Termasuk kecelakaan yang dialaminya bersama Daniel dan juga berita kehamilannya.


"Wah, selamat ya. Arma akhirnya akan punya ade. Dia sekarang sudah semakin lancar bahasa Inggris. Setiap hari ayahmu mengantarkan Arma ke tempat kursus. Ayahmu bahkan sudah bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit."


"Oh ya? Kok Arma nggak pernah cerita ya?"


"Mungkin mereka ingin mengejutkanmu. oh ya, sekarang si Daniel masih juga mengangguk?"


Riani menggeleng. "Nggak lagi sih. Tapi dia sudah tahu tentang keberadaan Arma. Aku sudah bilang ke ayah dan ibuku agar berhati-hati. Aku tak mau Daniel menganggu Arma. Apalagi dia dan istrinya belum punya anak."


"Itu hukuman baginya karena meninggalkanmu." Kata Dessy dengan wajah juteknya. "Jika aku ketemu Daniel, aku ingin bilang langsung di hadapannya, bahwa itu semua karma karena meninggalkan gadis sebaik dirimu."


Riani merasa terharu dengan sahabatnya itu. Dessy selalu berdiri di depannya, setiap kali Riani ada masalah. Dessy benar-benar adakah sahabat sejati baginya.


Sementara Riani asyik curhat kepada sahabatnya itu, Jack baru saja memasuki kamar anaknya. Si lihatnya Cassie sedang duduk sambil memeluk lututnya di depan jendela sambil menatap ke luar. Ia sama sekali tak terusik dengan bunyi suara pintu yang terbuka, tanpa menoleh pun Cassie sudah tahu siapa yang masuk. Bau parfum ayahnya yang sudah ia kenal semenjak ia kecil tentu sudah melekat di hidung dan ingatannya.


"Baby....!" panggil Jack. Cassie tak menoleh.


"Cassie....!"


Cassie akhirnya menoleh saat merasakan tangan ayahnya yang menyentuh pundaknya. "Aku sudah besar, dad. Sebentar lagi usiaku 13 tahun. Kenapa aku nggak boleh mengakui di depan orang kalau Jack Almond adalah ayahku? Sekarang, aku hanya ingin jalan-jalan dengan mommy, Perempuan yang membuat aku selalu bahagia, kenapa juga nggak boleh? Apa daddy tahu kalau mommy juga kesepian di rumah ini. Makanya mommy selalu ingin kembali ke rumah desa. Mommy ingin mengurus rumah itu sendiri, mommy ingin bekerja di toko kue. Tapi sekarang nggak mungkin kan? Istri Jack Almond mana mungkin bekerja di toko kue?"


"Cassie, daddy hanya tak ingin kalian terluka."


Cassie tersenyum kecut. "Memang lebih enak jadi anak tanpa identitas. Aku sendiri tak pernah mengenal wajah mommy. Daddy sama sekali tak mau menceritakan tentang mommy. Lalu aku ketemu mommy Riani. Aku senang karena mommy Riani menyayangiku. Namun, jika begini terus, aku yakin mommy akan pulang ke Indonesia."


"Cassie, jangan bicara seperti itu."


Cassie menatap ayahnya. "Daddy, mengapa kamu tak ingin orang tahu kalau aku adalah anakmu?"


"Sayang, akan lebih baik jika sementara seperti ini dulu. Akan ada saatnya Daddy membuka semuanya. Tunggu sampai usiamu 17 tahun."


Cassie turun dari jendela tempat ia duduk. "Dad, aku mau tidur. Capek."


Jack mengangguk. Ia memeluk Cassie lalu memberikan satu kecupan di dahi Cassie.

__ADS_1


************


Pintu kamar terbuka. Ternyata Jack yang masuk.


Riani baru saja selesai mandi. Rambutnya basah dan ia sudah ganti pakaian.


"Sayang....!" panggil Jack.


"Ada apa?" tanya Riani cuek lalu mulai menggunakan cream di wajahnya.


Jack berdiri di belakangnya. Menatap istrinya dari pantulan kaca. Tangannya memegang kedua pundak Riani.


"Maaf kalau aku sudah membentak mu tadi. Aku begitu takut saat tahu kalian pergi ke mall tanpa ada pengawalan sementara banyak wartawan yang memburu berita tentang kita. Banyak yang ingin tahu siapa istri Jack Almond. Mereka pasti juga akan mencari tahu tentang Cassie." Jack berputar dan kini berhadapan dengan Riani. Ia bersandar di depan meja rias membuat pandangan Riani ke kaca menjadi terhalang.


"Aku menyembunyikan keberadaan Cassie dari keluarga Smith karena aku kesal mereka seenaknya saja membawa Camila ke luar negeri tanpa meminta ijin padaku pada hal aku adalah suaminya. Aku juga tak mau mereka merebut Cassie karena waktu itu aku belum punya apa-apa dibandingkan dengan kekayaan keluarga Smith. Sekarang pun mereka masih boleh merebut Cassie. Namun jika Cassie sudah berusia 17 tahun, semuanya tak mungkin lagi."


Riani menatap Jack. "Cassie akan marah jika dia tahu selama ini kau menyembunyikan dirinya dari keluarga mamanya. Cassie berhak tahu, Jack. Hanya karena kemarahan mu, kau akhirnya harus membuat Cassie tak bisa mengakui siapa dirimu di depan teman-temannya. Biarkan Cassie menikmati masa remajanya seperti remaja pada umumnya."


"Kita harus menunggu, Sayang. Aku tak mau kehilangan Cassie sekarang."


"Dan kau pasti akan kehilangan dia nanti." Riani berdiri. Ia melangkah menuju ke balkon. Ia butuh udara segar untuk membuat dirinya mampu berpikir secara jernih.


Jack menatap punggung istrinya. Kini ia tahu kalau anaknya dan istrinya kini saling melindungi. Cassie membela Riani begitu juga sebaliknya. Suatu hubungan yang terbangun atas dasar saling membutuhkan. Cassie membutuhkan sosok ibu dan Riani yang memiliki hati yang lembut sebagai ibu, melimpahkan kasih sayangnya yang luar biasa kepada Cassie.


Ponsel Jack berdering. Sebuah panggilan dari Sam.


"Ada apa, Sam?"


"Cecilia baru saja pergi. Ia mengancam akan memberitahukan orang tuanya jika kamu sendiri tak datang menjelaskan kepadanya tentang Cassie. Ia melihat Cassie tadi pagi keluar dari rumahmu dan bermain sepeda. Ia juga melihat Cassie bersama Riani hari ini. Dia yakin kalau Cassie adalah anak dari adik kembarnya, Camila."


"Di mana dia ingin aku menemuinya?"


"Di hotel Xxx, agar jauh dari jangkauan para wartawan. Sebab para wartawan masih berjaga di lobby apartemennya."


"Ok."


***********


Selamat siang.....


Bagaimana pertemuan itu akan terjadi?

__ADS_1


Berikan like, komen dan vote untuk emak ya guys


__ADS_2