Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Pemberontakan Cassie


__ADS_3

"Kenapa Cassie tak boleh ikut dengan kami, Jack? Kami kan adalah keluarganya juga." ujar Roger.


Jack menatap putrinya. "Cassie, masuk ke dalam!"


"Daddy, apa salahnya jika Cassie ikut dengan Oma dan opa? Hanya satu malam saja." Cassie langsung melingkarkan tangannya di lengan Viola, omanya.


"Tidak! Apakah kamu tuli dan tak bisa mendengar kata-kata Daddy?" Suara Jack semakin keras.


"Pokoknya Cassie mau ikut!" Cassie menghentakkan kakinya.


Jack sudah diambang kesabarannya. Tangannya terkepal dan rahangnya mengeras. Ia tak sabar lagi. Dengan cepat ia melangkah ke arah putrinya berdiri dan memegang tangan Cassie yang bebas.


"Cassie, ayo masuk!" ujar Jack.


"Biarkan Cassie bersama kami, Jack. Hanya satu malam saja." mohon Viola.


"Tidak akan kubiarkan anakku bersama dengan kalian!" teriak Jack. "Masuk Cassie...!"


"Daddy jahat....!" Cassie melepaskan tangannya yang memeluk lengan omanya. Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah.


"Kau sungguh kejam Jack! Kita akan ketemu di pengadilan nanti." ujar Viola dengan air mata yang mengalir di wajahnya. Ia langsung mengajak suami dan putrinya pergi meninggalkan rumah itu.


Saat Jack dan Riani masuk ke dalam, terdengar dari kamar Cassie barang-barang yang dibanting.


"I hate you.....! I hate you.....!" teriak Cassie. Jack membuka pintu kamar putrinya itu. Ia terkejut melihat kaca meja rias yang sudah pecah dan semua aksesoris yang menghiasi kamar itu pun tak ada yang tertinggal di tempatnya.


"Cassie.....!" seru Jack sangat kaget.


"What?" Cassie membalas seruan papanya dengan suara yang sama kerasnya.


"Are you crazy?"


"Yes."


Jack akan bicara namun Riani segera menahan tangan suaminya. "Please. Biarkan aku menemaninya."


Jack pun keluar kamar. Riani menutup pintu kamar Cassie. Perlahan ia menyingkirkan barang-barang pecah yang ada di lantai karena ia juga tak mau dirinya tersakiti.


"Cassie......maukah bicara dengan mommy?" tanya Riani lembut.


"No....!" Cassie menggeleng. Ia duduk di atas tempat tidur sambil memeluk lututnya. Tangisnya pecah.


Riani perlahan mendekat lalu duduk di depan anak sambungnya itu. "Honey, aku tahu kalau kau terluka. Aku tahu kalau kau bersedih. Namun jangan menyakiti dirimu sendiri."


"Biarkan aku sendiri, mommy!"


"Ok. Mommy akan tinggalkan kamu sendiri. Namun ijinkan mommy membereskan kekacauan ini dulu ya?"

__ADS_1


Cassie tak menjawab. Ia hanya memalingkan wajahnya ke arah yang lain. Riani pun menelpon Lessi dan meminta membawakan sapu dan skep setelah itu, Riani sendiri yang membersihkan kamar Cassie.


Melihat ibu sambungnya itu menyapu, perlahan Cassie pun turun dari ranjang dan membantu membereskan kamarnya yang berantakan.


"Biar Cassie saja, mommy. Mommy kan sedang hamil."


"Mommy masih bisa."


"Jangan....!" Cassie langsung mengambil sapu dari tangan Riani. Riani pun membuatkan Cassie membersihkan bekas pecahan kaca sedangkan Riani mengatur kembali beberapa boneka yang aksesoris lainnya kembali ke tempatnya yang semula.


Setelah semuanya rapi kembali, Cassie pun meminta bantuan Riani untuk membuka gaunnya. Setelah itu ia masuk ke kamar mandi. Riani keluar, sambil membawa beberapa sampah dan menyerahkannya pada pelayan yang lain. Setelah itu ia membuatkan segelas susu bagi Cassie dan membawanya ke kamar lagi.


"Terima kasih mommy!" ujar Cassie. Ia kelihatan sudah agak tenang setelah mandi dan berganti pakaian.


"Kenapa keramas sudah malam seperti ini? Mommy bantu keringkan ya?" ujar Riani.


Cassie hanya mengangguk. Sambil mengeringkan rambut Cassie, Riani memilih tak bicara tentang kejadian tadi.


"Minggu depan Arma akan datang." ujar Riani.


"Iya. Dia video call aku tadi sebelum acara di mulai dan mengucapkan selamat ulang tahun."


"Mommy harap kamu akan menemani Arma jalan-jalan."


"Tentu saja mommy. Aku sudah tak sabar menunggu kedatangannya."


"Good night honey!"


"Good night mommy!"


Riani meninggalkan kamar Cassie dan tak lupa menekan tombol lampu kamar untuk memadamkan lampu itu.


"Bagaimana Cassie?" tanya Jack saat Riani masuk kamar.


"Sudah tidur. Kamarnya sudah bersih dan rapih."


Jack memeluk istrinya. "Terima kasih, sayang. Aku tadi hampir kehilangan kesabaran menghadapi putriku. Cassie dulu sangat taat dan tak pernah memberontak seperti itu."


"Sabar, sayang. Cassie bukan anak kecil lagi. Dia sudah remaja."


Jack melepaskan pelukannya. Ia memeluk pinggang istrinya dan mengajak Riani untuk duduk di sofa.


"Aku tak akan pernah mengijinkan Cassie bersama mereka."


Riani menatap suaminya. "Sayang, semuanya kini sudah jelas. Cassie sudah tahu yang sebenarnya. Jadi biarkan Cassie dekat dengan mereka."


"Apakah kamu juga akan membiarkan Arma bersama Daniel."

__ADS_1


"Latar belakang Arma dan Cassie berbeda."


Jack menyandarkan kepalanya di bahu Riani. "Aku sakit kepala, sayang."


"Mau aku pijat? Ayo berbaring di sini." Riani menepuk pahanya lalu menggeser tubuhnya berada di ujung sofa. Jack pun membaringkan kepalanya di paha Riani. Ia memejamkan matanya sambil merasakan enaknya pijatan Riani. Tak lama kemudian, Jack justru tertidur.


************


**Aku hanya pergi sebentar dad**


**Aku hanya ingin merasakan kasih sayang dari opa, Oma dan bibi Cecilia. Mereka selama ini tak tahu keberadaan ku. Aku pasti kembali karena ingin menjemput adikku Arma yang akan datang**.


Jack meremas surat yang ditinggalkan Cassie di dalam kamarnya. Entah jam berapa gadis itu pergi. Para bodyguard pun sudah pulang ke kota setelah acara selesai atas perintah Jack sendiri.


"Sayang......!" Riani memegang tangan Jack.


"Leo, siapkan mobil!" teriak Jack diantara rasa marah yang memenuhi rongga dadanya.


"Jack, kamu mau kemana ?" tanya Riani.


"Aku mau menjemput anakku!"


"Jack, biarkan saja Cassie di sana. Hanya sementara. Dia kan akan datang lagi saat Arma di sini."


"Aku tak mau anakku jadi pembangkang seperti ini. Aku tak mau!"


"Jack...., please.....!"


"Lepaskan aku, Riani!"


"Jack....! Cobalah jadi papa yang bijaksana dan mengerti dengan Cassie."


"Riani, aku ingin menjemput anakku!"


"Sabar ...!"


"Aku tak bisa!"


"Kalau kamu pergi, aku akan pulang ke Surabaya."


Langkah Jack terhenti.


************


Bagaimana kisah ini berlanjut?


Jangan lupa dukung kisah ini

__ADS_1


LOVE............AMANDA


__ADS_2