Janda Muda Dikejar Om Bule

Janda Muda Dikejar Om Bule
Saat Boss Besar Marah


__ADS_3

Sam berusaha membuat suasana agak tak semakin panas. Ia sudah mengenal Jack selama bertahun-tahun. Pernah bersama dengan Jack saat pria itu terlibat dengan beberapa mafia berbahaya. Sam tahu kalau akal sehat Jack kadang tak jalan jika sesuatu yang disayangi dan dicintainya, hilang dalam pandangannya. Jack memang terkenal sangat posesif.


"Jack, sebaiknya kamu minum dulu untuk menenangkan pikiranmu. Setahu ku dari siang kamu belum makan. Kita selesai rapat dan langsung datang ke sini."


"Aku tidak lapar." ujar Jack. Namun ia menerima juga sebotol air mineral yang diberikan Sam padanya.


"Tuan, kami menemukan Nyonya....!" teriak salah satu bodyguard membuat Jack langsung berlari keluar dari rumahnya.


3 jam sebelum itu......


Riani yang asyik berbaur dengan para wisatawan yang datang, menikmati sore ini dengan perasaan bahagia. Walaupun ia merasa sedikit kesal diikuti terus oleh kedua bodyguardnya.


Tanpa Riani sadari, diantara para wisatawan yang ada itu, ada 3 orang lelaki yang merupakan orang suruhan Cecilia. Mereka mencari cara untuk mencelakakan Riani, sehingga ia bisa keguguran.


Saat Riani sedang ke toilet, mereka dengan sengaja telah memasang jebakan dengan membuat lantai di depan toilet basah oleh cairan sabun pembersih lantai.


Riani yang tak tahu apa-apa, keluar dari toilet dengan begitu santainya.


"Ah.......!" Riani berteriak kaget saat ia kehilangan keseimbangannya dan disaat yang paling penting itu, sebuah tangan kokoh tiba-tiba saja sudah memeluk pinggangnya dan menahannya sehingga tubuhnya tak sampai terjatuh di atas lantai.


"Clark?" Riani merasa bersyukur saat menyadari siapa yang telah menolongnya tadi.


"Hai nyonya Almond. Sepertinya ada yang dengan sengaja menuangkan air sabun ini ke lantai." Ujar Clark lalu mengangkat tubuh Riani dan memeluknya keluar dari lantai itu. Saat sudah berada di luar area toilet, Clark pun menurunkan Riani.


"Kamu ada di sini?" tanya Riani.


"Rombongan wisatawan itu di bawa naungan perusahaan travel ku. Aku tadi melihatmu masuk toilet dan tak sengaja melihat ada 3 orang lelaki yang mengikutimu. Mulai sekarang kamu harus hati-hati. Sepertinya ada yang ingin mencelakakan mu."


"Siapa itu?"


"Aku nggak tahu. Kamu adalah istri Jack Almond. Mungkin ada perempuan yang tak terima saat tahu kalau Jack sudah ada yang memiliki."


"Ih...kok gitu sih? Aku sudah cukup kesal diikuti oleh dua bodyguard sepanjang hari, dan harus ditambah dengan insiden kecil yang hampir membuatku jatuh. Aku nggak suka dengan cara hidup seperti ini!" kata Riani kesal.


"Mau minggat dari bodyguard mu?" tanya Clark dengan senyum menggoda.


"Mau kemana?"


"Jack sudah pernah membawamu ke restoran yang ada di air terjun kembar?"


"Restoran di air terjun kembar?"


"Aku yakin belum pernah. Karena itu restoran milikku. Di sana khusus menyajikan makanan Asia. Rombongan wisatawan ini mau ke sana sekarang."


"Jauh nggak?"


"Hanya 30 menit."


"Kalau begitu ayo! Tapi bagaimana caranya lari dari bodyguard itu?"


Clark tersenyum. Ia menelepon salah satu pegawainya. Ia kemudian mengajak Riani untuk naik bis bersama para wisatawan ketika kedua bodyguardnya dibuat sibuk oleh adegan perkelahian yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian mereka.


Makan di restoran milik Clark, Riani sungguh menikmati semua makanan yang ada di sana. Ia bahkan makan dengan sangat lahap.

__ADS_1


Clark pun mengajak Riani jalan-jalan di kompleks restoran itu yang memang tempatnya sangat indah. Riani pun jadi rindu dengan desanya yang juga memiliki air terjun yang indah.


"Terima kasih sudah mengajak aku ke sini, Clark. Rasa kangen terhadap desaku rasanya sudah terobati." ujar Riani. "Sayang ya, aku tak membawa ponselku. Jadi nggak bisa mengambil gambar. Arma pasti suka melihat pemandangan ini. Aku dan anakku itu sangat suka dengan alam."


"Ayo kuambil gambar dari ponselku dan akan ku kirim ke nomormu nanti."


"Ok." Riani merasa senang sekali. Ia mengambil beberapa gambar di tempat-tempat yang berbeda. Ada juga beberapa pose nya bersama Clark. "Aku ku katakan pada Arma kalau pemilik tempat ini adalah kamu."


"Kita minum kopi dulu baru pulang?" tanya Clark saat keduanya sudah kembali masuk ke dalam restoran.


"Baiklah. Ini baru jam setengah lima. Jack akan sampai di rumah sekitar jam 6."


"Kalau mau kau dapat menelepon Jack dan mengatakan kalau saat ini sedang bersamaku."


"Sudahlah. Dia mengatakan kalau sepanjang hari ini ada rapat."


"Kamu pasti akan suka dengan kopi yang akan disajikan."


Clark memanggil pelayanan untuk segera menyajikan kopi. Dan mata Riani langsung terbelalak saat merasakan kopi ini. "Clark, ini kopi Indonesia yang tersedia di cup kopi white yang ada di pertigaan menuju ke pelabuhan kan?"


"Ya."


"Oh, itu salah satu tempat kopi favoritku bersama Daniel." Senyum di wajah Riani langsung hilang saat tanpa sadar ia menyebutkan nama Daniel.


"Jangan hilang rasa sukanya dengan kopi ini hanya karena kau menyebutkan nama Daniel. Saat ini kau menikmatinya bersamaku. Jadi, nikmatilah."


"Ok."


Mereka pun menikmati kopi itu bersama.


"Ya. Nanti berikut kau bawa kopinya dan aku buatkan kuenya."


Clark mengangguk.


Begitu asyiknya mereka ngobrol sampai akhirnya Riani berteriak kaget saat melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 6 sore.


"Kok belum gelap ya?" ujar Riani heran.


"Mungkin karena kita hampir memasuki musim panas." Clark membukakan pintu mobil bagi Riani dan ia mengantar Nyonya Almond dengan mobilnya.


************


Jack mengepal tangannya menahan emosi di dada saat melihat Riani yang turun dari mobil Clark. Rahang pria tampan itu mengeras dan ia hampir tak dapat menahan emosinya.


Sam langsung maju dan memberikan isyarat dengan matanya, meminta Clark agar berhenti melangkah.


"Maaf, Jack. Aku yang mengajak Riani untuk makan di restoran dekat air terjun. Istrimu itu sedang ingin menikmati makanan Asia." ujar Clark. Ia tak mau Jack sampai memarahi Riani.


"Oh ya?" Jack memaksakan sebuah senyum walaupun tatapan matanya tajam ke arah Clark.


Para bodyguard langsung menjauh dan meninggalkan Sam, Jack, Riani dan Clark di halaman rumah itu.


"Maaf sayang. Aku lupa membawa hp. Aku terlalu menikmati suasana di restoran itu, menikmati makanannya sampai lupa waktu." kata Riani dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Masuk, sayang.....!" ujar Jack berusaha mengontrol emosinya.


"Tapi....."


"Ayo ke dalam!" Sam dengan cepat segera menarik tangan Riani untuk segera masuk ke dalam.


"Astaga, Sam? Apa yang terjadi di ruang tamu ini?" tanya Riani hampir berteriak histeris saat melihat ruang tamu yang berantakan.


"Kami mengira bahwa kamu diculik orang. Jack mengamuk dan menumpahkan kemarahannya kepada para bodyguard dengan cara menghancurkan ruangan ini."


"Sampai segitunya?" tanya Riani heran.


"Ya. Kau belum tahu karakter suamimu itu, Riani. Dia akan menjadi seperti serigala lapar jika milik kepunyaannya di ganggu atau menghilang tanpa dia ketahui. Mengapa sih sampai kamu melupakan hp mu?"


Riani mendengus kesal. "Dasar Jack terlalu kekanakan. Aku sudah mengatur ruang tamu ini dengan begitu indah, eh dia seenaknya saja menghancurkan semua barang yang ada di sini." Riani segera ke kamarnya. Tiba-tiba saja ia merasa mual.


Sementara itu Jack dan Clark yang ada di halaman depan saling berhadapan dan siap untuk saling menghajar.


"Kenapa kamu suka mengusik istriku?" tanya Jack.


"Aku tak mengusik istrimu. Aku hanya ingin mengajaknya menikmati hidup yang lebih santai karena ia merasa sangat tertekan selalu diikuti oleh bodyguard mu itu. Riani belum terbiasa dengan gaya hidupmu."


"Jangan sok mengatur seolah kau mengerti dengan rumah tanggaku."


Clark tersenyum. "Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat dari Riani. Dia butuh waktu untuk semua ini. Jangan terlalu memaksakan kehendakmu padanya. Nanti dia akan pergi."


"Kau.....!" Jack akan melayangkan tinjunya pada Clark namun Sam sudah berdiri di belakangnya langsung menahan tangan Jack.


"Pergilah Clark!" ujar Sam. Clark mengangguk. Ia pun segera menuju ke mobilnya dan pergi sambil menatap Jack dengan senyum yang sulit diartikan.


"Kenapa kamu tak membiarkan aku menghajar dia, Sam?"


Sam menggelengkan kepalanya. "Riani marah karena ruang tamunya berantakan."


"Kenapa juga dia yang marah? Seharunya aku yang marah padanya karena pergi tanpa memberitahukan apa-apa dan membuat orang sekampung menjadi panik." Jack segera masuk ke dalam. Sam mengikutinya.


"Suruh semua pelayan ke sini dan segera bereskan ruang tamu ini." ujar Jack saat ia sudah masuk ke dalam.


"Riani ada di kamarnya." ujar Sam sebelum Jack berteriak dan menanyakan dimana istrinya itu berada.


Jack melangkah menuju ke kamar. Ia sudah siap menumpahkan kemarahannya kepada Riani. Namun saat ia membuka pintu kamar dengan kasar, langkahnya terhenti di depan pintu saat melihat kalau istrinya itu baru saja membuka handuk yang membungkus tubuhnya. Sepertinya Riani baru selesai mandi karena rambutnya basah.


Jack menekakan salivanya melihat tubuh polos istrinya itu. Apalagi karena kesibukannya, dan Riani yang kadang terlihat lelah karena seringnya mual dan muntah membuat mereka sudah seminggu tak saling berbagi kehangatan di atas ranjang.


"Ada apa? Tak bisakah membuka pintu dengan lembut?" tanya Riani dengan sedikit kesal. Ia tak suka jika Jack bersikap kasar. Lalu dengan cueknya Riani meraih baju dalamnya dan siap untuk dipakainya namun perkataan Jack membuat gerakan Riani terhenti.


"Tunggu...., ja...jangan di pakai..." Ujar Jack terbata tanpa menyembunyikan kabut gairah yang sudah menguasai dirinya.


*************


Nah kan.....apa yang akan terjadi selanjutnya?


Nanti Emak bagikan di grup ya....

__ADS_1


Tinggalkan dulu jejak mu di episode ini.


__ADS_2